Pembangunan RSUD Bandung Dikawal Ketat, Bapemperda Tekankan Layanan Tetap Berjalan
- account_circle MBI Admin
- calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
- visibility 18
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bandung,MBINEWS — Pimpinan dan anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Bandung melakukan kunjungan kerja ke RSUD Kota Bandung pada Kamis, 11 Juni 2026. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka penyiapan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) terkait pembangunan Gedung Inspektorat Daerah dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung dengan skema penganggaran tahun jamak.
Ketua Bapemperda DPRD Kota Bandung, Dudy Himawan, menegaskan bahwa pembangunan gedung baru RSUD merupakan proyek strategis daerah yang bertujuan meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat. Namun, ia menekankan bahwa peningkatan infrastruktur harus diiringi dengan penguatan tata kelola, kepastian hukum, serta jaminan keberlangsungan layanan publik.
“Pembangunan Gedung Baru RSUD Kota Bandung merupakan proyek strategis daerah untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan publik. Dukungan harus disertai penguatan tata kelola, kepastian hukum, dan jaminan keberlangsungan pelayanan bagi masyarakat,” ujarnya.
Dudy juga menyoroti pentingnya menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan selama proses pembangunan berlangsung. Ia menegaskan bahwa aktivitas konstruksi tidak boleh mengganggu hak masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan yang optimal.
Untuk itu, Bapemperda mendorong adanya rencana transisi layanan yang terstruktur, sistematis, dan terukur agar tidak terjadi penurunan kapasitas pelayanan rumah sakit selama masa pembangunan.
Dalam fungsi pengawasan dan pembentukan regulasi, Bapemperda juga menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis. Pertama, memastikan layanan kesehatan tetap berjalan secara berkelanjutan selama proses pembangunan. Kedua, menjamin keselamatan pasien melalui peningkatan keamanan dan kenyamanan layanan klinis. Ketiga, memperkuat aspek kepastian hukum dengan memastikan seluruh perizinan dan ketentuan peraturan perundang-undangan terpenuhi. Keempat, menjaga akuntabilitas anggaran melalui pengelolaan yang transparan dan bertanggung jawab.
Dudy menegaskan bahwa keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari berdirinya bangunan baru, tetapi juga dari keberlanjutan layanan kesehatan, kepastian hukum, serta efektivitas pengelolaan anggaran.
Ia menyebut pembangunan Gedung Baru RSUD sebagai investasi jangka panjang yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat Kota Bandung secara menyeluruh, sehingga perlu pengawasan ketat di setiap tahap pelaksanaannya.
Saat ini belum ada komentar