Pemkot Bandung Serahkan Santunan Rp50 Juta kepada Keluarga Korban Pohon Tumbang
- account_circle MBI Admin
- calendar_month Senin, 6 Apr 2026
- visibility 15
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab terhadap warga yang terdampak bencana dengan menyerahkan santunan kepada keluarga almarhum Diding, korban meninggal dunia akibat insiden pohon tumbang di kawasan Bojong.
Santunan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, kepada keluarga korban di Pendopo Kota Bandung, Minggu (5/4/2026). Bantuan senilai Rp50 juta itu merupakan hasil kerja sama antara Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung dengan PT Asuransi Bumida melalui program Asuransi Public Liability.
Dalam kesempatan tersebut, Farhan menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah yang menimpa keluarga almarhum. Ia menegaskan bahwa kehadiran pemerintah bukan hanya dalam bentuk kebijakan, tetapi juga melalui dukungan nyata kepada warga yang mengalami musibah.
“Alhamdulillah, hari ini Bumida telah memberikan santunan kematian sebesar Rp50 juta kepada keluarga Ibu Lisna. Mudah-mudahan ini bisa membantu perekonomian keluarga yang ditinggalkan, meskipun kami menyadari bahwa tidak ada yang bisa menggantikan kehadiran almarhum,” ujar Farhan.
Kepergian almarhum Diding meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Ia meninggalkan seorang istri, Lisna, serta empat orang anak. Satu anak telah dewasa, sementara tiga lainnya masih menempuh pendidikan dan membutuhkan perhatian serta dukungan untuk melanjutkan masa depan mereka.
Kondisi tersebut menjadikan bantuan yang diberikan memiliki arti penting, terutama untuk membantu meringankan beban ekonomi keluarga yang kini harus melanjutkan kehidupan tanpa sosok kepala keluarga.
Farhan mengatakan, musibah tersebut menjadi pengingat bagi seluruh pihak akan pentingnya upaya mitigasi dan pencegahan risiko bencana di ruang publik. Pemerintah Kota Bandung, kata dia, akan terus melakukan evaluasi serta meningkatkan langkah-langkah antisipatif guna menjamin keselamatan warga.
“Kami ikut merasakan duka yang mendalam. Ini adalah cobaan berat bagi Bu Lisna dan keluarga. Insyaallah ke depan kita akan terus berupaya agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” katanya.
Menurut Farhan, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, berbagai langkah pengawasan dan pemeliharaan pohon-pohon besar di ruang publik akan terus diperkuat untuk meminimalkan risiko yang dapat mengancam keselamatan warga.
Sementara itu, Kepala Cabang Bumida Bandung, Yuri, turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban sekaligus menegaskan komitmen perusahaan dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat melalui program asuransi yang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bandung.
“Kami menyampaikan turut berbela sungkawa yang mendalam kepada keluarga korban, sekaligus mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dari Pemerintah Kota Bandung kepada Bumida dalam perlindungan Asuransi Public Liability pohon untuk tahun 2025 dan 2026,” ujarnya.
Program Asuransi Public Liability yang dimiliki Pemkot Bandung menjadi salah satu instrumen perlindungan bagi masyarakat terhadap risiko yang terjadi di ruang publik. Kehadiran program tersebut diharapkan mampu memberikan jaminan dan bantuan bagi warga yang terdampak musibah, sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan rasa aman di tengah masyarakat.
Peristiwa yang merenggut nyawa almarhum Diding menjadi duka bersama bagi Kota Bandung. Namun di tengah kesedihan yang dirasakan keluarga, perhatian dan dukungan dari pemerintah serta berbagai pihak diharapkan dapat menjadi penguat bagi keluarga untuk melanjutkan kehidupan dan menata masa depan.
Musibah ini juga menjadi pengingat bahwa upaya menjaga keselamatan lingkungan publik harus terus diperkuat, sehingga kejadian serupa dapat dicegah dan masyarakat dapat beraktivitas dengan rasa aman dan nyaman.
Saat ini belum ada komentar