Breaking News
Trending Tags

Meski Tolak UMP, Aliansi Buruh Jabar Komitmen Jaga Kondusifitas

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Selasa, 12 Nov 2019
  • visibility 32
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Mbinews.id– Penetapan Upah Mininum Provinsi (UMP) oleh pemerintah provinsi Jawa Barat sebesar 8,51% atau sekitar Rp. 160.000/ bulan yang diputuskan gubernur beberapa waktu lalu dinilai sangat tidak layak dan merugikan buruh, karena berdasarkan survei tidak sebanding dengan tingkat KHL buruh saat ini.

Keputusan pemerintah dalam menetapkan UMP tersebut, mengacu pada PP No. 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan dan Surat Edaran Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker-RI): BM/308/BI.01.00/X/2019, tanggal 15 Oktober 2019 Perihal penyampaian data tingkat inflasi nasional dan pertumbuhan produk domestik bruto.

Menyikapi hal tersebut, Aliansi Buruh Jabar (ABJ) sepakat untuk menentukan sikap dengan mengadakan Focus Group Discussion (FGD), di hotel Andelir, Jl. Prof Eyckman 34, Bandung. Senin (11/11).

Ketua Aliansi Buruh Jabar, Ajat Sudrajat mengatakan pihaknya secara tegas menolak ditetapkanya UMP yang dinilai kurang relevan dan merugikan buruh.Pakar Hukum Universitas Parahyangan, Dr. Ida Susanti, SH. IL.M, menjadi salah satu narasumber specialis yang mengupas tuntas masalah tenaga kerja, selain dari unsur buruh maupun pihak kepolisian.

“Kami menolak tegas terkait UMP yang sudah terlanjur di tetapkan oleh pemerintah, semestinya harus dikaji dari semua aspek termasuk KHL buruh, jangan hanya standar wilayah yang jauh dari penyangga ibukota provinsi, ini akan terjadi ketimpangan sosial,” katanya.

Ajat mengaku kecewa, gubernur dinilai tidak memihak kepada buruh karena hanya mendahulukan kepentingan pemerintah, kata dia. Menurutnya, pihaknya tidak komitmen dengan program awal saat kampanye politik.

” Jelas, kami menaruh harapan besar untuk perubahan kesejahteraan buruh Jawa Barat, namun kenyataannya justru gubernur tidak pernah memihak kepentingan buruh, mana janjinya,” ujarnya.

Mengenai UMK 2020 yang akan ditetapkan, Ajat berharap gubernur Jawa Barat harus mampu memberi ketetapan yang bisa diharapkan buruh, kata Ajat. Bukan justru merugikan buruh dengan mengikuti aturan kementerian tenaga kerja.

” Kita tetap berharap UMK 2020 Jawa Barat bisa ditetapkan oleh gubernur dengan kongkrit dan relevan sesuai deadline paling akhir 21 Nopember 2019 ini. Jangan sampai kami buruh dikhianati,” tandas dia.

Lebih lanjut Ajat meminta, sebelum memutuskan UMK 2020 gubernur dimohon menerima rekomendasi kota/ kabupaten untuk di bahas dewan pengupahan.

“Jangan sampai ditolak, rekomendasi itu sebagai tolak ukur penetapan UMK 2020. Kerja sama Tripartit harus tetap di kedepankan, intinya jangan dhzolimi buruh,” tegas Ajat menyampaikan pada awak media.

Menanggapi rencana penurunan masa untuk aksi demo dalam menolak UMP, Ajat membantah, pihaknya tetap berupaya diplomatis dalam menyelesaikan persoalan.

” Ya, kami tetap konsisten dalam menyikapi persoalan UMP, namun kami juga memberi suport rekan kita yang turun kejalan, karena itu hak mereka, hak buruh.., namun kami ABJ tetap mengedepankan dialog untuk menjaga kondusifitas, akan tetapi tidak menutup kemungkinan, andai deadlock mungkin kami bisa jauh lebih besar untuk menurunkan masa,” jelas Ajat.

Sementara itu, Narasumber Kepolisian Panit Intelkam Bidang Sosial Budaya, PoldaJabar, Dedi Jhon mengatakan pihaknya mendukung buruh dalam langkah persuasif maupun dialog dalam menyelesaikan persoalan UMK.

“Saya setuju pada Aliansi Buruh untuk tidak demo dalam menyikapi persoalan, ini cara yang elegan dan saya salut untuk itu,” katanya.

Namun demikian, seandainya Aliansi Buruh Jawa Barat melakukan unjuk rasa, pihaknya tetap siap dalam melakukan pengaman untuk ketertiban.

“Apapun keadaaanya, kami sebagai aparat siap mengawal dan mengamankan buruh demi terwujudnya kondusifitas Jawa Barat,” tegas Jhon.

Acara Focus Group Discussion (FGD) diikuti oleh Seluruh anggota KSB Aliansi Buruh Jawa Barat meliputi SBSI’92, KSPN, FSPMI, GOBSI, FSPM, GASPERMINDO, PPMI, SPKEP-KSPI dan GARTEK SBSI. Menurut rencana kegiatan, berlangsung hingga Selasa, (12/11).*

Tags
  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Altenatif Permasalahan RSHS ,  Komisi V  Dukung Pembangunan RSUD Kesehatan Kerja Provinsi Jawa Barat

    Altenatif Permasalahan RSHS , Komisi V Dukung Pembangunan RSUD Kesehatan Kerja Provinsi Jawa Barat

    • calendar_month Kamis, 15 Apr 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 34
    • 0Komentar

    KAB. BANDUNG, MBInew.id – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kesehatan Kerja di wilayah Provinsi Jawa Barat didukung penuh oleh DPRD Provinsi Jawa Barat. Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Abdul Hadi Wijaya menilai, jika Rumah Sakit tersebut berada di tempat yang sangat strategis sehingga nantinya mampu menjawab kebutuhan masyarakat dalam hal kesehatan. […]

  • Persoalan APDESI Kab. Sukabumi Bupati dan Polisi Anggap Selesai

    Persoalan APDESI Kab. Sukabumi Bupati dan Polisi Anggap Selesai

    • calendar_month Jumat, 27 Nov 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Mbinews.id – Persoalan Video viral APDESI Kabupaten Sukabumi, kini dianggap telah selesai. Pasalnya viralnya video terbaru menjadi konflik dan ketersinggungan. Hasil mediasi, pihak Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Sukabumi dan LSM-Media yang disaksikan oleh para unsur Muspida Kabupaten Sukabumi sepakat memilih jalan damai. Pjs Bupati Sukabumi R Gani Muhamad mengatakan, dari pertemuan tersebut […]

  • Geram Soal Vandalisme, Ema: Kita Viralkan Saja Dan Proses Hukum Biar Jera

    Geram Soal Vandalisme, Ema: Kita Viralkan Saja Dan Proses Hukum Biar Jera

    • calendar_month Jumat, 28 Jan 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 37
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna mengaku geram dengan aksi vandalisme yang masih saja terjadi di Kota Bandung. Secara langsung Ema menemukan perusakan fasilitas publik di sepanjang Jalan Juanda. Beberapa kursi dan meja besi yang sudah ditanam dengan mur raib dari tempatnya. Ada tiga meja dan delapan kursi hilang. Lalu, terdapat coretan […]

  • Mudik Sebentar Lagi, Yana: Hati-hati, Pastikan Sudah Vaksin!

    Mudik Sebentar Lagi, Yana: Hati-hati, Pastikan Sudah Vaksin!

    • calendar_month Senin, 25 Apr 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 39
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengingatkan warga Kota Bandung yang akan berangkat mudik Idulfitri 1443 H untuk melaksanakan vaksinasi terlebih dahulu. Utamanya dengan melaksanakan vaksinasi dosis ketiga atau booster. Seperti diketahui sebelumnya, pemerintah pusat sudah memperbolehkan mudik lebaran pada Idulfitri 1443 Hijriah. “Pastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat sebelum bertemu keluarga,” ucap […]

  • Warga Jangan Takut, Kepala Labkes : Virus Corona Ikut Mati Seiring Jenazah Di Makamkan

    Warga Jangan Takut, Kepala Labkes : Virus Corona Ikut Mati Seiring Jenazah Di Makamkan

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 32
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Kepala UPT Laboratorium Kesehatan Kesehatan (Labkes) Dinas Kesehatan Kota Bandung, dr. Tati Sutarti SpPK menyatakan, virus corona atau Covid-19 akan ikut mati seiring jenazah yang terjangkit telah dikuburan. Hal itu karena, virus corona membutuhkan media untuk menempel dan oksigen agar bisa bertahan. Sementara di tubuh jenazah sudah meninggal serta terkubur dalam tanah […]

  • PWI Dan MPR Akan Sosialisasi Amandemen UUD 45

    PWI Dan MPR Akan Sosialisasi Amandemen UUD 45

    • calendar_month Rabu, 20 Nov 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 31
    • 0Komentar

    JAKARTA, MBInews.id  –  Amandemen UUD 45 perlu disosialisasikan ke 514 kabupaten dan kota di Indonesia agar mendapat masukan dari berbagai lapisan masyarakat, baik civitas akademika maupun wartawan. MPR akan bekerjasama dengan PWI dalam pelaksanaannya yang akan berlangsung selama 3 tahun hingga 2022. Hal itu disampaikan Ketua MPR Bambang Soesatyo ketika menerima kunjungan pengurus PWI Pusat […]

expand_less