Breaking News
Trending Tags

Meski Tolak UMP, Aliansi Buruh Jabar Komitmen Jaga Kondusifitas

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Selasa, 12 Nov 2019
  • visibility 143
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Mbinews.id– Penetapan Upah Mininum Provinsi (UMP) oleh pemerintah provinsi Jawa Barat sebesar 8,51% atau sekitar Rp. 160.000/ bulan yang diputuskan gubernur beberapa waktu lalu dinilai sangat tidak layak dan merugikan buruh, karena berdasarkan survei tidak sebanding dengan tingkat KHL buruh saat ini.

Keputusan pemerintah dalam menetapkan UMP tersebut, mengacu pada PP No. 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan dan Surat Edaran Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker-RI): BM/308/BI.01.00/X/2019, tanggal 15 Oktober 2019 Perihal penyampaian data tingkat inflasi nasional dan pertumbuhan produk domestik bruto.

Menyikapi hal tersebut, Aliansi Buruh Jabar (ABJ) sepakat untuk menentukan sikap dengan mengadakan Focus Group Discussion (FGD), di hotel Andelir, Jl. Prof Eyckman 34, Bandung. Senin (11/11).

Ketua Aliansi Buruh Jabar, Ajat Sudrajat mengatakan pihaknya secara tegas menolak ditetapkanya UMP yang dinilai kurang relevan dan merugikan buruh.Pakar Hukum Universitas Parahyangan, Dr. Ida Susanti, SH. IL.M, menjadi salah satu narasumber specialis yang mengupas tuntas masalah tenaga kerja, selain dari unsur buruh maupun pihak kepolisian.

“Kami menolak tegas terkait UMP yang sudah terlanjur di tetapkan oleh pemerintah, semestinya harus dikaji dari semua aspek termasuk KHL buruh, jangan hanya standar wilayah yang jauh dari penyangga ibukota provinsi, ini akan terjadi ketimpangan sosial,” katanya.

Ajat mengaku kecewa, gubernur dinilai tidak memihak kepada buruh karena hanya mendahulukan kepentingan pemerintah, kata dia. Menurutnya, pihaknya tidak komitmen dengan program awal saat kampanye politik.

” Jelas, kami menaruh harapan besar untuk perubahan kesejahteraan buruh Jawa Barat, namun kenyataannya justru gubernur tidak pernah memihak kepentingan buruh, mana janjinya,” ujarnya.

Mengenai UMK 2020 yang akan ditetapkan, Ajat berharap gubernur Jawa Barat harus mampu memberi ketetapan yang bisa diharapkan buruh, kata Ajat. Bukan justru merugikan buruh dengan mengikuti aturan kementerian tenaga kerja.

” Kita tetap berharap UMK 2020 Jawa Barat bisa ditetapkan oleh gubernur dengan kongkrit dan relevan sesuai deadline paling akhir 21 Nopember 2019 ini. Jangan sampai kami buruh dikhianati,” tandas dia.

Lebih lanjut Ajat meminta, sebelum memutuskan UMK 2020 gubernur dimohon menerima rekomendasi kota/ kabupaten untuk di bahas dewan pengupahan.

“Jangan sampai ditolak, rekomendasi itu sebagai tolak ukur penetapan UMK 2020. Kerja sama Tripartit harus tetap di kedepankan, intinya jangan dhzolimi buruh,” tegas Ajat menyampaikan pada awak media.

Menanggapi rencana penurunan masa untuk aksi demo dalam menolak UMP, Ajat membantah, pihaknya tetap berupaya diplomatis dalam menyelesaikan persoalan.

” Ya, kami tetap konsisten dalam menyikapi persoalan UMP, namun kami juga memberi suport rekan kita yang turun kejalan, karena itu hak mereka, hak buruh.., namun kami ABJ tetap mengedepankan dialog untuk menjaga kondusifitas, akan tetapi tidak menutup kemungkinan, andai deadlock mungkin kami bisa jauh lebih besar untuk menurunkan masa,” jelas Ajat.

Sementara itu, Narasumber Kepolisian Panit Intelkam Bidang Sosial Budaya, PoldaJabar, Dedi Jhon mengatakan pihaknya mendukung buruh dalam langkah persuasif maupun dialog dalam menyelesaikan persoalan UMK.

“Saya setuju pada Aliansi Buruh untuk tidak demo dalam menyikapi persoalan, ini cara yang elegan dan saya salut untuk itu,” katanya.

Namun demikian, seandainya Aliansi Buruh Jawa Barat melakukan unjuk rasa, pihaknya tetap siap dalam melakukan pengaman untuk ketertiban.

“Apapun keadaaanya, kami sebagai aparat siap mengawal dan mengamankan buruh demi terwujudnya kondusifitas Jawa Barat,” tegas Jhon.

Acara Focus Group Discussion (FGD) diikuti oleh Seluruh anggota KSB Aliansi Buruh Jawa Barat meliputi SBSI’92, KSPN, FSPMI, GOBSI, FSPM, GASPERMINDO, PPMI, SPKEP-KSPI dan GARTEK SBSI. Menurut rencana kegiatan, berlangsung hingga Selasa, (12/11).*

Tags
  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Bulan Ramadhan, Polres Sukabumi Kota Amankan Puluhan Botol Miras

    Jelang Bulan Ramadhan, Polres Sukabumi Kota Amankan Puluhan Botol Miras

    • calendar_month Selasa, 22 Mar 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 155
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Petugas Kepolisian Resor Sukabumi Kota saat ini gencar melaksanakan razia penyakit masyarakat dalam rangka cipta kondisi menjelang bulan suci Ramadhan, agar kaum muslimin dan muslimat dapat lebih khusyu menjalankan ibadahnya . Kali ini, petugas Sat Samapta Polres Sukabumi Kota melakukan kegiatan razia terhadap toko maupun warung yang menjual minuman beralkohol tanpa izin […]

  • Kasus  Covid Meningkat, Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Bandung Himbau Tetap Waspada Covid-19

    Kasus Covid Meningkat, Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Bandung Himbau Tetap Waspada Covid-19

    • calendar_month Rabu, 2 Feb 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 150
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Ketua Harian Sargas Covid-19 Kota Bandung, Asep Gufron mengimbau warga harus tetap waspada di masa pandemi Covid-19 ini. Apalagi saat ini telah terjadi peningkatan kasus. “Update kasus sekarang itu ada 864 dari konfirmasi keseluruhan. Atas hal itu kita lakukan pelacakan kepada warga,” katanya pada kegiatan Bandung Menjawab di Balai Kota Bandung, Rabu […]

  • MUI Kota Sukabumi : Perkuat Ekonomi Umat Dan Masyarakat Sadar Halal

    MUI Kota Sukabumi : Perkuat Ekonomi Umat Dan Masyarakat Sadar Halal

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 151
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi terus gencarkan sosialisasai ekonomi umat. Dalam hal ini ada dua langkah untuk membantu memberdayakan ekonomi umat. yang pertama membentuk tim gerakan dakwah masyarakat sadar halal. Kedua memberikan bantuan permodalan untuk masyarakat pelaku usaha atau UMKM.”Hasil munas MUI 2015 ada dua program prioritas. Yakni,  terkait kondisi prilaku […]

  • BULOG Cianjur Tuntaskan Penyaluran 1.696 Ton Jagung SPHP untuk Peternak

    BULOG Cianjur Tuntaskan Penyaluran 1.696 Ton Jagung SPHP untuk Peternak

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 1.864
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id – Perum BULOG Kantor Cabang Cianjur, menuntaskan penyaluran Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung tahun 2026 sebanyak 1.696.200 kilogram atau sekitar 1.696 ton kepada peternak di Kabupaten Cianjur, Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, serta sebagian peternak di Kabupaten Bogor. Penyaluran jagung tersebut dilakukan dengan harga tebus Rp5.000 per kilogram. Program ini ditujukan untuk menjaga […]

  • Jelang Nataru,  Gubernur Jabar Larang Liburan Sekolah Saat Tahun Baru

    Jelang Nataru, Gubernur Jabar Larang Liburan Sekolah Saat Tahun Baru

    • calendar_month Kamis, 16 Des 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 151
    • 0Komentar

    MBInews.id – Gubernur Jabar Ridwan Kamil menuturkan, meski kasus Covid-19 mulai mereda, tetapi potensi penularan masih tetap ada. Oleh karenanya, penanganan pandemi Covid-19 yang sudah membaik harus terus dijaga, terutama saat libur nataru. “Kami menyadari, di mana ada kepadatan dan keramaian, potensinya naik, sehingga walaupun dibebaskan tidak (PPKM) level 3 secara aturan dari A sampai […]

  • Yuu ke Rangon Resto Hotel Yehezkiel Jl.Surapati Bandung.

    Yuu ke Rangon Resto Hotel Yehezkiel Jl.Surapati Bandung.

    • calendar_month Selasa, 24 Okt 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Luar biasa. Ranggon Resto Hotel Yehezkiel di Jl. Surapati Bandung menciptakan inovasi baru . Sasarannya anak-anak muda dengan membuka daya pikir dan pandangannya perihal rasa masakan Indonesia juga berdaya tarik tinggi. Bernilai ekonomi. Berdaya rasa nasional. Evan Immanuel, pemilik Ranggon Resto Hotel Yehezkiel menyatakan berani bertaruh, inovasi ini mampu menyedot para anak […]

expand_less