Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Inisiatif Sang Legislatif Jabar “DS” Datangi Jokowi

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Selasa, 28 Jan 2020
  • visibility 80
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, MBInews.id – Untuk melakukan upaya penanggulangan dampak bencana banjir yang menerjang sejumlah kecamatan di Kabupaten Bandung, Anggota DPRD Provinsi Jabar H. M. Dadang Supriatna dengan inisiatif sendiri melakukan terobosan dan langkah-langkah strategis.

ia menyatakan, bertekad menemui pemerintahan pusat di Jakarta untuk sama-sama turun langsung menanggulangi banjir di Kabupaten Bandung.

“Hari ini, Selasa, 28 Januari 2020, saya berangkat ke Jakarta, dengan harapan bisa bertemu dengan Presiden RI Ir. H. Joko Widodo di Istana Jakarta. Minimal saat di Jakarta, saya bisa menemui Pak Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI atau jajarannya,” kata Dadang kepada wartawan di lokasi banjir Jalan Sapan-Gedebage Desa Tegalluar Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung, Selasa (28/1/2020).

Rencana legislator ini menemui pejabat pemerintahan pusat adalah untuk menyampaikan berbagai permasalahan serius terkait bencana banjir yang semakin parah terjadi di Kabupaten Bandung.

“Walaupun sudah ada pembangunan Terowongan Nanjung di Curug Jompong Sungai Citarum Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung yang sempat ditinjau langsung Bapak Presiden, tetapi dengan pembangunan terowongan air itu belum secara signifikan menanggulangi atau meminimalisir ancaman banjir di Kabupaten Bandung.

Bahkan saat ini khususnya di Desa Tegalluar Kecamatan Bojongsoang, banjir makin parah dan selama tiga hari aktivitas masyarakat lumpuh akibat banjir tersebut,” papar Dadang sesaat sebelum berangkat ke Jakarta.

Dadang mengatakan, pergi ke Jakarta menemui Kementerian PUPR itu, untuk menyampaikan aspirasi masyarakat Kabupaten Bandung yang sudah lelah dan cape menjadi korban banjir karena melumpuhkan sektor perindustrian, jasa dan niaga.

“Kami membawa aspirasi masyarakat korban banjir ke Kementerian PUPR, dengan harapan pemerintah pusat melakukan upaya-upaya penanggulangan banjir di Kabupaten Bandung. Di antaranya, memprogramkan pembangunan danau buatan, minimal satu kecamatan satu danau buatan untuk menampung air disaat memasuki musim hujan. Danau buatan itu untuk mengurangi aliran air ke Sungai Citarum dan anak-anak sungai yang selama ini menjadi pemicu bencana banjir yang melumpuhkan sejumlah akses jalan nasional, provinsi, kabupaten dan jalan desa,” urainya.

Dadang berharap pembangunan danau buatan untuk daerah resapan air atau kantung-kantung air itu (penanggulangan banjir rutin), menjadi skala prioritas pemerintah pusat pada 2020.

“Pembangunan danau buatan merupakan kebutuhan yang sangat urgen dan mendesak. Mengingat saat ini berdasarkan pantauan cuaca yang disosialisasikan melalui Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika memasuki cuaca ekstrim. Bisa saja setiap tahun kita menghadapi cuaca ekstrim pada musim hujan. Salah satu antisipasi ancaman banjir besar di tahun mendatang yaitu melalui langkah nyata pembangunan danau buatan,” paparnya.

Ia merasakan betul dampak banjir yang belakangan ini terjadi di awal tahun memasuki cuaca ekstrim. Dampaknya sangat luar biasa, khususnya warga korban banjir yang mengalami kerugian material cukup besar, terutama bagi pelaku usaha atau pekerja.

“Apalagi cuaca ekstrim diperkirakan sampai pertengahan Februari 2020, selain perkiraan musim hujan sampai April 2020 mendatang,” katanya.

Dadang mengungkapkan pentingnya pembangunan danau buatan ini untuk mengimbangi terjadinya alih fungsi lahan yang terjadi setiap tahun di kawasan resapan air atau lahan hijau.
“Untuk menampung luncuran air hujan dari lokasi alih fungsi lahan, salah satunya harus ada danau buatan untuk persediaan air bawah tanah. Bahkan air danau pun bisa bermanfaat untuk kebutuhan air baku perusahaan dan masyaakat secara umum. Selain itu danau buatan bisa dimanfaatkan sebagai sumber usaha dan wisata buatan,” pungkasnya. (iwnaruna/alfaz)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gelar Rapid Rest, Dinkes Kota Bandung Terus Melacak Terhadap Temuan Covid-19 Di Tiga Pasar Tradisional

    Gelar Rapid Rest, Dinkes Kota Bandung Terus Melacak Terhadap Temuan Covid-19 Di Tiga Pasar Tradisional

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 80
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung terus melacak terhadap temuan kasus positif Covid-19 di tiga pasar tradisional dengan menggelar rapid test. Hal itu untuk mencegah penyebaran virus. Saat ini Dinkes telah selesai melakukan rapid test terhadap para pedagang di Pasar Leuwipanjang. “Kita sudah lakukan di Leuwipanjang. Semua sekitar 150 pedagang. Hasilnya ada 4 […]

  • HOAX, Wali Kota Sukabumi Bantah Pernyataan Ridwan Kamil Sebut Ada 300 Masyarakat Kota Sukabumi Positif Covid-19 Hasil Rapid Tes

    HOAX, Wali Kota Sukabumi Bantah Pernyataan Ridwan Kamil Sebut Ada 300 Masyarakat Kota Sukabumi Positif Covid-19 Hasil Rapid Tes

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 70
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi bantah pernyataan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang menyebutkan ada 300 masyarakat Kota Sukabumi positif Covid-19 hasil Repidtes. “Warga Kota Sukabumi yang dilakukan proses rapidtest itu jumlahnya baru ada 60 dan sampai saat ini kita belum keluar hasilnya, karena memang prosesnya terakhir hari ini” ujarnya, Senin (30/3/2020). […]

  • RSKIA Kota Bandung Telah Gelar Penyuntikan Vaksin 800 Lansia Tahap II

    RSKIA Kota Bandung Telah Gelar Penyuntikan Vaksin 800 Lansia Tahap II

    • calendar_month Kamis, 11 Mar 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 77
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBINews.id – Sejak 2 Maret 2021, RSKIA Kota Bandung telah menggelar penyuntikan vaksinasi Covid-19 tahap II bagi Lansia di Kota Bandung. Sebanyak kurang lebih 120 lansia menjadi target setiap penyuntikan. Saat ini telah ada 800 lansia yang terdata. Hal ini diungkapkan oleh dr. Djoelaika Fitri Mashyur (ika) yang bertindak sebagai vaksinator sekaligus dokter yang […]

  • Ranperda APBD 2025 Telah Diketok, Ini Catatan DPRD Provinsi Jawa Barat

    Ranperda APBD 2025 Telah Diketok, Ini Catatan DPRD Provinsi Jawa Barat

    • calendar_month Selasa, 12 Nov 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Kota Bandung, Mbinews.id — DPRD Provinsi Jawa Barat memberikan beberapa catatan atas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran (TA) 2025 yang belum lama ini disahkan atau ditetapkan menjadi Perda APBD TA 2025. Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Buky Wibawa Karya Guna menegaskan APBD TA 2025 harus tepat […]

  • Pemkot Bandung Apresiasi TNI Polri Turut Tangani Covid-19 Di Kota Bandung

    Pemkot Bandung Apresiasi TNI Polri Turut Tangani Covid-19 Di Kota Bandung

    • calendar_month Kamis, 28 Apr 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 81
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) mengapresiasi seluruh elemen masyarakat yang telah membantu penanganan Covid-19 di Kota Bandung. Termasuk vaksinasi oleh TNI dan Polri. “Atas nama Pemkot Bandung kami ucapkan terima kasih kepada jajaran TNI Polri membantu pemerintah dalam proses penanggulangan Covid-19,” kata Yana pada kegiatan Silaturahmi para Komandan Rayon Militer, Kapolsek, Babinsa dan Bhabinkamtibnas […]

  • BaruPertengahan Oktober 2022, Perolehan UPT PBB_P2 dan BPHTB di Kota Sukabumi Alami Tren Positif

    BaruPertengahan Oktober 2022, Perolehan UPT PBB_P2 dan BPHTB di Kota Sukabumi Alami Tren Positif

    • calendar_month Selasa, 25 Okt 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 72
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Perolehan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) dan pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) di Kota Sukabumi, alami tren yang positif. Hingga per 20 Oktober 2022, realisasi PBB-P2 sebesar Rp11.889.507.392, dari target yang harus dikejar hingga akhir tahun 2022 ini sebesar Rp11.100.000.000, kemudian untuk BPHTB dari target Rp14.621.360.000, saat […]

expand_less