Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

RSKIA Kota Bandung Telah Gelar Penyuntikan Vaksin 800 Lansia Tahap II

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Kamis, 11 Mar 2021
  • visibility 84
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, MBINews.id – Sejak 2 Maret 2021, RSKIA Kota Bandung telah menggelar penyuntikan vaksinasi Covid-19 tahap II bagi Lansia di Kota Bandung.

Sebanyak kurang lebih 120 lansia menjadi target setiap penyuntikan. Saat ini telah ada 800 lansia yang terdata.

Hal ini diungkapkan oleh dr. Djoelaika Fitri Mashyur (ika) yang bertindak sebagai vaksinator sekaligus dokter yang bertugas melakukan skrining terhadap para lansia yang menjadi calon penerima vaksin Covid-19.

“Hari ini merupakan sesi ke-4 proses penyuntikan kepada para lansia di Kota Bandung. Kita vaksinasi 2 kali dalam seminggu. Pekan depan kita akan melakukan 3 kali dalam seminggu untuk mengejar sasaran 800 lansia yang terdaftar di RSKIA” ucap Ika di RSKIA, Rabu, 10 Maret 2021.

Menurutnya, kendala dan tantangan yang dihadapi dalam proses penyuntikan bagi lansia adalah pada saat skrining kondisi kesehatannya. 

Mengingat para penerima vaksin lansia ini banyak yang memiliki penyakit bawaan (komorbid). Sehingga menurut petunjuk teknis yang ada proses skrining atau penyaringan ini diharuskan lebih teliti dan mendalam.

“Misalnya, kita ambil variabel tensi. Menurut juknis Dinkes tidak boleh melebihi angka 180 per 110 dengan gula darah harus dibawah angka 200,” katanya.

“Selain itu, para lansia yang memiliki penyakit seperti jantung, diabetes, bahkan auto imun, kita harus periksa karena calon penerima yang memiliki lebih dari 5 penyakit bawaan tidak diperbolehkan untuk menerima vaksin. Kami sarankan untuk melakukan konsultasi dengan dokternya terlebih dahulu,” Imbuh Ika.

Ika menjelaskan, hingga saat ini proses penyuntikan vaksin covid 19 bagi lansia di RSKIA berjalan dengan lancar. Hanya terdapat sedikit hambatan terkait administrasi kependudukan yang dimiliki oleh beberapa lansia calon penerima vaksin.

“Beberapa kita temui para lansia ini memang tinggal di Kota Bandung, namun tidak memiliki KTP Kota Bandung. Menurut petunjuk Dinkes untuk saat ini kita hanya dapat memberikan vaksin bagi lansia yang memiliki KTP di Kota Bandung” tutur Ika.

Ika berharap meskipun kendala administrasi masih terjadi, namun proses vaksinasi ini harus tetap berjalan untuk dapat memutus dan menghentikan penyebaran virus covid 19 di Kota Bandung. 

Namun Ika mengingatkan kepada masyarakat bahwa menjaga protokol kesehatan adalah sebuah keharusan.

“Dengan vaksin ini juga belum tentu menjamin seseorang tidak akan terkena virus Covid-19. Oleh karena itu kita harus tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan” tambah Ika.

Ika menghimbau kepada para lansia di Kota Bandung untuk tidak ragu dalam vaksin Covid-19 ini, karena skrining kesehatan akan dilakukan secara detail dan menyeluruh agar setiap lansia dapat dipastikan secara medis layak atau tidak mendapatkan vaksin covid 19.

Salah satu penerima vaksin Covid-19, Adi Teruna (69) yang juga mantan pekerja di salah satu BUMN mengaku sudah sangat siap dan yakin dalam menerima vaksin. Karena ia ingin tetap sehat dan terhindar dari virus covid 19.

“Menurut saya ini bukan ikhtiar, karena kecenderungannya jadinya coba-coba. Akan tetapi saya sudah sangat yakin dengan disuntik vaksin covid 19 ini akan membuat saya menjadi lebih sehat dan terhindar dari Covid-19,” ucap Adi.

Hal serupa diungkapkan Etty Maeruti (68). Pensiunan PNS Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung ini menyebut, faktor kesehatan adalah kunci terbesar yang membuat dirinya yakin dan siap untuk divaksin.

“Iya, Ibu yakin kalau vaksin ini salah satu jalan agar tetap sehat dan bisa menghindari serta dan tertulas virus corona,” ujar Etty.

Perlu diketahui, setiap lansia yang telah disuntikan vaksin Covid-19 ini akan dilakukan observasi selama 1 jam (60 menit). Itu untuk memastikan tidak ada efek samping pasca vaksin. 

Setelah itu, para lansia ini akan menerima vaksin dosis kedua setelah 28 hari dengan dibekali tabel monitoring kesehatan yang harus diisi oleh para penerima vaksin. (bag)**

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • RLPPD Resmi Disahkan, Mayoritas Target Indikator Dinkes Kota Sukabumi Tahun 2023 Tercapai

    RLPPD Resmi Disahkan, Mayoritas Target Indikator Dinkes Kota Sukabumi Tahun 2023 Tercapai

    • calendar_month Minggu, 31 Mar 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 95
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Merujuk pada Ringkasan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (RLPPD) Kota Sukabumi Tahun 2023, pelayanan kesehatan terhadap proses persalinan di Kota Sukabumi tercatat sesuai dengan target capaian. Berdasarkan angka indikator yang ada pada RLPPD Kota Sukabumi Tahun 2023, pada bagian Penjabat (Pj) Walikota Sukabumi, dituliskan bahwa pelayanan dasar terhadap kesehatan ibu hamil di Kota […]

  • DPMPTSP Kota Bandung Layani  Lebih Dari 200 Pengajuan Izin Online Sehari

    DPMPTSP Kota Bandung Layani Lebih Dari 200 Pengajuan Izin Online Sehari

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 83
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Pandemi Covid-19 mendorong setiap instansi pemerintah untuk berinovasi agar pelayanan publik tidak terkendala. Hal yang sama juga dilakukan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Sekretaris DPMPTSP, Anton Sugiana menuturkan, dalam sehari pihaknya mampu menyelesaikan sekitar 200 permohonan izin melalui daring atau online. Jumlahnya meningkat signifikan selama pandemi Covid-19. […]

  • Wakil Walikota Bandung Resmikan Rumah Lansia Kita

    Wakil Walikota Bandung Resmikan Rumah Lansia Kita

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    BANDUNG , Mbinews – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berkomitmen dalam menciptakan lingkungan yang ramah bagi lansia dengan meresmikan Rumah Lansia Kita di Jalan Cipedes Selatan No. 10, Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Sukajadi, Minggu 9 Maret 2025. Acara peresmian diisi dengan bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan, fisioterapi, pemeriksaan gigi, dan cek laboratorium sederhana bagi para peserta Duta […]

  • Berdalih Aturan BPJS Kesehatan, Apotek Ini Tolak Berikan Obat Kepada Pasien

    Berdalih Aturan BPJS Kesehatan, Apotek Ini Tolak Berikan Obat Kepada Pasien

    • calendar_month Kamis, 16 Nov 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 111
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Miris, akibat terbentur aturan administrasi yang berlaku, apotek KF di Kota Sukabumi menolak pemberian obat rujukan untuk pasien pengguna BPJS Kesehatan. Hal tersebut dialami langsung oleh keluarga pasien Arharrazka yang secara langsung mendapat penolakan dari apotek KF di Jalan Veteran Kota Sukabumi. Dirinya menyebutkan, bahwa pihak apotek menolak memberikan 2 botol obat […]

  • Kecelakaan  Maut Di Jembatan Cikundul Ciloto Cianjur, Satu Pemotor Tewas

    Kecelakaan Maut Di Jembatan Cikundul Ciloto Cianjur, Satu Pemotor Tewas

    • calendar_month Senin, 2 Des 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 108
    • 0Komentar

    CIANJUR, MBInews.id –  Kecelakaan maut yang menewaskan pengemudi sepeda motor honda E 5622 HO  pengemudi motor Langsung jatuh ke bawah jembatan dan meninggal dunia di tempat kejadian,Kecelakaan maut terjadi di Jembatan Cikundul, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupatn Cianjur, Minggu (1/12/2019). Paur Subbag Humas Polres Cianjur, Ipda Budi Setiayuda, mengatakan kecelakaan di Jembatan Cikundul Ciloto itu […]

  • Susun RPJPD 2025-2045, Pemerintah Kota Sukabumi Gelar Konsultasi Publik Terkait KLHS

    Susun RPJPD 2025-2045, Pemerintah Kota Sukabumi Gelar Konsultasi Publik Terkait KLHS

    • calendar_month Rabu, 13 Des 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 79
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Penjabat (Pj) Walikota Sukabumi, Kusmana Hartadji membuka langsung kegiatan Konsultasi Publik 1, terkait Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Sukabumi tahun 2025-2045. Dalam acara yang diinisiasi oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi tersebut, dihadiri oleh berbagai unsur terkait, baik dari sektor Pemerintahan […]

expand_less