Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

RSKIA Kota Bandung Telah Gelar Penyuntikan Vaksin 800 Lansia Tahap II

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Kamis, 11 Mar 2021
  • visibility 10
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, MBINews.id – Sejak 2 Maret 2021, RSKIA Kota Bandung telah menggelar penyuntikan vaksinasi Covid-19 tahap II bagi Lansia di Kota Bandung.

Sebanyak kurang lebih 120 lansia menjadi target setiap penyuntikan. Saat ini telah ada 800 lansia yang terdata.

Hal ini diungkapkan oleh dr. Djoelaika Fitri Mashyur (ika) yang bertindak sebagai vaksinator sekaligus dokter yang bertugas melakukan skrining terhadap para lansia yang menjadi calon penerima vaksin Covid-19.

“Hari ini merupakan sesi ke-4 proses penyuntikan kepada para lansia di Kota Bandung. Kita vaksinasi 2 kali dalam seminggu. Pekan depan kita akan melakukan 3 kali dalam seminggu untuk mengejar sasaran 800 lansia yang terdaftar di RSKIA” ucap Ika di RSKIA, Rabu, 10 Maret 2021.

Menurutnya, kendala dan tantangan yang dihadapi dalam proses penyuntikan bagi lansia adalah pada saat skrining kondisi kesehatannya. 

Mengingat para penerima vaksin lansia ini banyak yang memiliki penyakit bawaan (komorbid). Sehingga menurut petunjuk teknis yang ada proses skrining atau penyaringan ini diharuskan lebih teliti dan mendalam.

“Misalnya, kita ambil variabel tensi. Menurut juknis Dinkes tidak boleh melebihi angka 180 per 110 dengan gula darah harus dibawah angka 200,” katanya.

“Selain itu, para lansia yang memiliki penyakit seperti jantung, diabetes, bahkan auto imun, kita harus periksa karena calon penerima yang memiliki lebih dari 5 penyakit bawaan tidak diperbolehkan untuk menerima vaksin. Kami sarankan untuk melakukan konsultasi dengan dokternya terlebih dahulu,” Imbuh Ika.

Ika menjelaskan, hingga saat ini proses penyuntikan vaksin covid 19 bagi lansia di RSKIA berjalan dengan lancar. Hanya terdapat sedikit hambatan terkait administrasi kependudukan yang dimiliki oleh beberapa lansia calon penerima vaksin.

“Beberapa kita temui para lansia ini memang tinggal di Kota Bandung, namun tidak memiliki KTP Kota Bandung. Menurut petunjuk Dinkes untuk saat ini kita hanya dapat memberikan vaksin bagi lansia yang memiliki KTP di Kota Bandung” tutur Ika.

Ika berharap meskipun kendala administrasi masih terjadi, namun proses vaksinasi ini harus tetap berjalan untuk dapat memutus dan menghentikan penyebaran virus covid 19 di Kota Bandung. 

Namun Ika mengingatkan kepada masyarakat bahwa menjaga protokol kesehatan adalah sebuah keharusan.

“Dengan vaksin ini juga belum tentu menjamin seseorang tidak akan terkena virus Covid-19. Oleh karena itu kita harus tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan” tambah Ika.

Ika menghimbau kepada para lansia di Kota Bandung untuk tidak ragu dalam vaksin Covid-19 ini, karena skrining kesehatan akan dilakukan secara detail dan menyeluruh agar setiap lansia dapat dipastikan secara medis layak atau tidak mendapatkan vaksin covid 19.

Salah satu penerima vaksin Covid-19, Adi Teruna (69) yang juga mantan pekerja di salah satu BUMN mengaku sudah sangat siap dan yakin dalam menerima vaksin. Karena ia ingin tetap sehat dan terhindar dari virus covid 19.

“Menurut saya ini bukan ikhtiar, karena kecenderungannya jadinya coba-coba. Akan tetapi saya sudah sangat yakin dengan disuntik vaksin covid 19 ini akan membuat saya menjadi lebih sehat dan terhindar dari Covid-19,” ucap Adi.

Hal serupa diungkapkan Etty Maeruti (68). Pensiunan PNS Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung ini menyebut, faktor kesehatan adalah kunci terbesar yang membuat dirinya yakin dan siap untuk divaksin.

“Iya, Ibu yakin kalau vaksin ini salah satu jalan agar tetap sehat dan bisa menghindari serta dan tertulas virus corona,” ujar Etty.

Perlu diketahui, setiap lansia yang telah disuntikan vaksin Covid-19 ini akan dilakukan observasi selama 1 jam (60 menit). Itu untuk memastikan tidak ada efek samping pasca vaksin. 

Setelah itu, para lansia ini akan menerima vaksin dosis kedua setelah 28 hari dengan dibekali tabel monitoring kesehatan yang harus diisi oleh para penerima vaksin. (bag)**

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kantongi Izin dari LLDIKTI Jabar, dan Gugus Tugas Covid-19, STISIP Syamsul Ulum Gelar Wisuda Tatap Muka

    Kantongi Izin dari LLDIKTI Jabar, dan Gugus Tugas Covid-19, STISIP Syamsul Ulum Gelar Wisuda Tatap Muka

    • calendar_month Selasa, 12 Okt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 7
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Setelah mendapatkan izin dari Lembaga Layanan (LLDIKTI), Wilayah IV Jawa Barat dan Satuan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sukabumi. Kampus STISIP Syamsul Ulum Sukabumi, kembali akan menggelar wisuda secara tatap muka yang akan digelar Besok, Rabu, (13/10/2021), di Hotel Pangrango Sukabumi. Dalam pelaksanaanya, tentu saja akan menjalankan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat. Hingga saat ini […]

  • Evaluasi EPPD Atas LPPD Tahun 2021, Pemkot Bandung Terus Tingkatkan Kinerja

    Evaluasi EPPD Atas LPPD Tahun 2021, Pemkot Bandung Terus Tingkatkan Kinerja

    • calendar_month Senin, 19 Sep 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus meningkatkan kinerja untuk mencapai hasil yang terbaik pada Evaluasi dan Validasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (EPPD) tahun 2022 atas Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) Tahun 2021. Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna seusai mengikuti Entry Meeting dan EPPD tahun 2022 atas LPPD Tahun 2021 di […]

  • Beri Solusi Kepada Masyarakat untuk Rencana Braga Bebas Kendaraan

    Beri Solusi Kepada Masyarakat untuk Rencana Braga Bebas Kendaraan

    • calendar_month Minggu, 28 Apr 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews — Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Bandung, Ir. H. Agus Gunawan mengkritisi rencana penerapan program Braga Bebas Kendaraan yang akan diterapkan Pemerintah Kota Bandung. Diharapkan , Pemerintah Kota Bandung memberikan sosialisasi yang jelas dan detail kepada masyarakat sebelum benar-benar menerapkan program Braga Bebas Kendaraan. Karena masyarakat yang terdiri dari unsur warga yang […]

  • Resmi Ajukan Cuti, Sekda Kota Sukabumi Bakal Maju Pilkada 2024

    Resmi Ajukan Cuti, Sekda Kota Sukabumi Bakal Maju Pilkada 2024

    • calendar_month Jumat, 2 Agt 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Resmi ajukan Cuti di Luar Tanggungan Negara (CLTN), Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi, Dida Sembada dipastikan maju dalam kontestasi pilkada serentak tahun 2024. Sebagaimana diketahui, berdasarkan keterangan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Sukabumi, Dida akan resmi mengambil cuti pada tanggal 5-29 Agustus mendatang. “Ya untuk CLTN Sekda Kota […]

  • Tingkatkan Kepedulian, DPW PKS Jabar : Optimalkan Ramadhan 1441 Tahun Ini Beribadah  Bersama Keluarga

    Tingkatkan Kepedulian, DPW PKS Jabar : Optimalkan Ramadhan 1441 Tahun Ini Beribadah Bersama Keluarga

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 6
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id  – Ramadhan 1441 H saat ini dilalui dalam suasana wabah Covid 19  yang harus dihadapi dengan penuh kesabaran dan kebersamaan. DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Jawa Barat menghimbau kepada seluruh keluarga besar PKS agar mengoptimalkan mengisi ramadhan tahun ini dengan beribadah dari rumah bersama keluarga masing-masing. Ketua Umum DPW PKS Jawa Barat […]

  • PPP Resmi Berkoalisi Dengan PDIP,  Deklarasikan Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi 2020.

    PPP Resmi Berkoalisi Dengan PDIP, Deklarasikan Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi 2020.

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) resmi berkoalisi dengan Partai Demokrasi Indeonsia Perjuangan (PDI) di Pemilikan kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Sukabumi. PPP menunjuk Reni Marlinawati dengan Sirojudin dari PDIP untuk masuk dalam bursa Pilkada Kabupaten Sukabumi 2020. Dalam Rapat pimpinan cabang (Rapimcab) Partai Pembangunan Persatuan PPP Kabupaten Sukabumi yang digelar di Salah Satu Hotel […]

expand_less