Breaking News
Trending Tags

Penanganan Banjir di Kota Bandung Belum Optimal

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Senin, 8 Mei 2023
  • visibility 156
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews – Penanganan Banjir di Kota Bandung belum optimal,karena beberapa faktor yang menyebab banjir, yaitu Padatnya penduduk Kota Bandung yang menimbulkan dampak pada tata ruang ,yaitu jika hujan turun sejumlah wilayah tergenang banjir.
Penanganan banjir di kota Bandung belum optimal , karena kurang koordinasi penanganan genangan banjir, belum optimalnya sarana dan prasarana Sumber Daya Air, rendahnya kapasitas drainase, tingginya sedimentasi dan sampah di saluran drainase serta berkurangnya daerah resapan air yang diakibatkan oleh alih fungsi lahan.

Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung ,menginventarisir terjadi penurunan jumlah titik genangan air dari 46 titik pada tahun 2020 menjadi tersisa sebanyak 10 titik genangan di Tahun 2023. Meski terlihat penurunan titik genangan yang menjadi indikator keberhasilan dalam mengatasi banjir, tapi terdapat titik banjir baru yang belum terpetakan pada saat dokumen Renstra tersebut disusun, antara lain titik banjir di bawah fly over kopo dan kawaluyaan.

Pemerintah selaku pembuat regulasi harus mendapat dukungan dari semua elemen termasuk warga kota Bandung, karena sekian persen penyebabnya ternyata adalah kesadaran dari warga kota Bandung itu sendiri.
Upaya penanggulangan banjir, yaitu Pertama, memberikan contoh perilaku dengan tidak membuang sampah sembarangan ke sungai yang akan mengakibatkan tersendatnya gorong-gorong dan drainase. Kedua, menanam pohon di halaman rumah dan atau lingkungan sekitarnya untuk dapat meningkatkan daya serap air tanah. Ketiga, membuat sumur resapan dangkal (drumpori) di sekitar tempat tinggal.

Setiap pemohon Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) di Dinas Cipta Karya Bina Konstruksi dan Tata Ruang (Dinas Cipta Bintar) wajib membuat sumur resapan dangkal; Membangun dan memelihara taman kota sebagai ruang terbuka hijau dan serapan air oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman; Konservasi lahan kritis di hulu sungai dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup; Sosialisasi dan edukasi masiv yang dilakukan oleh aparat kewilayahan kepada warga masyarakat serta memastikan pasukan gorong-gorong dan kebersihan melakukan pemeliharaan saluran air dan melakukan fungsi pemantauan ketika hujan deras ;
Adapun, sebagai dinas teknis yang mengampu urusan Pekerjaan Umum khususnya dalam penanganan banjir, maka Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung melaksanakan pembangunan infrastruktur penanganan banjir seperti pembangunan rumah pompa, tembok penahan tanah, penataan sempadan sungai, membuat kolam retensi (parkir air), serta normalisasi sungai dan saluran air.

Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung sendiri sejauh ini juga telah melakukan berbagai upaya dalam mengatasi persoalan banjir ini. Diantaranya, membuat 12 kolam retensi. Bahkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan membuat kolam retensi di Tegalluar melalui kolaborasi dengan Kabupaten Bandung.

“Sudah ada 12 kolam retensi. Ini telah melebihi target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Targetnya satu per tahun, tapi kita sesuaikan dengan kebutuhan dan lahan yang bisa dimanfaatkan,” ucap Didi.
Selain itu, kata Didi, saat ini ada 4.500 sumur resapan di Kota Bandung dari potensi 500.000 yang harusnya bisa ada.
“Kita coba selesaikan hujan di halaman sendiri, jangan sampai masuk ke halaman orang lain,”ujarnya.

Pemkot Bandung melalui DSDABM juga telah menyediakan tujuh rumah pompa untuk mencegah banjir.
“Ada di daerah Merkuri, Adipura, dan Rancabolang. Sebagian besar efektif, tapi ada beberapa yang tidak efektif. Di Rancabolang itu kalau debit air Cidurian naik malah hasil pompanya akan balik lagi,” tuturnya.

Didi mengaku, jika penanggulangan banjir ini memiliki beberapa kendala, terutama pada aspek perilaku masyarakat dalam mengelola sampah. Belum lagi ditambah penyerobotan lahan badan sungai yang diperkecil.
“Tahun ini akan kita coba pengelolahan ‘greywater’, limbah rumah tangga dari bekas cuci dan mandi. Ini kita olah agar airnya jadi bening sebelum dibuang ke sungai,” ucapnya.

Upaya lain mendatang yang akan dilakukan DSDABM Kota Bandung adalah membangun hutan kota di beberapa titik, salah satunya yang terdekat di Cikapundung Kolot.
“Dengan penanaman pohon dan membangun hutan kota, kita bisa meningkatkan daya resap air,” katanya.

Selain itu, pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Dinas Cipta Karya Bina Konstruksi dan Tata Ruang (Dinas Cipta Bintar) juga telah menerapkan sejumlah persyaratan pada proses izin mendirikan bangunan untuk meminimalisir banjir.
Persyaratan itu tercantum dalam Keterangan Rencana Kota (KRK). Dimana mensyaratkan aturan mengenai GSB ( Garis Sempadan Bangunan ), KLB ( Koefisien Lantai Bangunan ) dan KDB ( Koefisien Dasar Bangunan ).

“Pada prinsipnya, salah satu tupoksi Dinas Cipta Bintar, adalah melakukan pengendalian dari aspek perencanaan, pelaksanaan dan pemanfaatan. Aspek pengendalian perencanaan adalah, setiap masyarakat yang akan melakukan pembangunan, harus mengantongi perizinan. Dimana harus didahului oleh rekomendasi. Rekomendasi-rekomendasi inilah yang mengatur terkait tata ruang,” jelas Sekretaris Dinas Cipta Bintar Rulli Subhanudin dikantornya, Senin (8/5/2023).

Kemudian, kata Rulli, ada aspek pengendalian perencanaan, yang terbagi dua sub. Pertama sub aspek tata ruang dan sub aspek bangunan gedung.
“Nah di aspek tata ruang ini, kita melakukan pengendalian dan perencanaan dengan outputnya adalah keterangan rencana kota (KRK) berikut turunannya. Misal bapak membangun pabrik di daerah perdagangan, itu tidak boleh, itu salah satu bentuk pengendalian tata ruang. Lalu aspek Intensitas, KDB maksimal berapa, KLB maksimal berapa, RTH dan lain lain, itu adalah bentuk perencanaan aspek tata ruang, “ kata Rulli.

“Ketika pemohon melakukan kegiatan pembangunan, itu dulu yang harus dikantongi sebagai dasar arsitek yang ditunjuk oleh yang punya kegiatan, melakukan kegiatan perencanaannya.
Gambar yang diberikan pemohon yang akan melakukan kegiatan pembangunan, kita periksa, sumur resapannya disarankan, jangan sampai si air yang ada di persil itu membebani jaringan infrastruktur, maupun gorong-gorong, sehingga diamsusikan bisa meminimalisir beban gorong-gorong,” imbuhnya.

Rulli mengatakan, yang terjadi saat ini adalah kurangnya kesadaran masyarakat terhadap regulasi yang ditetapkan. Bahkan dia menyebut banyak yang pemohon izin yang melanggar.

“Yang diizinkan 50 namun dibangun 70, diizinkan 60 tapi dibangun 90. Kita sangat tegas, jika tidak sesuai harus dibongkar. Saya tidak mendiskreditkan, namun mencoba memproporsionalkan masyarakat untuk menyikapi regulasi,” katanya.
Banyak yang terjadi, sambungnya, kepentingan ekonomi melebihi kepentingan dampak.

“ Contoh begini, bapak punya kos-kosan 10, dari sisi ekonomi nggak masuk, biar masuk kalau bisa 20 kamar, artinya apa kepentingan ekonomi melebihi kepentingan. Nah dampaknya, jadi macet, bangunan jadi lebih besar dan akhirnya menyebabkan banjir. Inilah yang harus kita selesaikan secara bersama sama, karena peran serta masyarakat sangat penting,” paparnya.

Sedangkan aspek selanjutnya, lanjut Rulli, adalah pemanfaatan.
“Ketika bangunan selesai dibangun dan dimanfaatkan, wajib mengantongi sertifikat leklu C,” ucapnya.

Menurut Rulli, rangkaian ini merupakan kolaborasi dari beberapa regulasi untuk memberikan batasan-batasan kepada masyarakat untuk mendapatkan kota yang Liveble, yang sesuai. Mulai mulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai pemanfaatan.

“ Untuk membangun sebuah kawasan dengan skala kota, itu peran serta masyarakat sangat penting, membangun sesuai perijinan, dengan upaya-upaya diatas, maka harapan ke depannya Bandung bebas banjir,” pungkasnya.** (ADV)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kodim 0607 Sukabumi Terus Jaga Ketahanan Pangan

    Kodim 0607 Sukabumi Terus Jaga Ketahanan Pangan

    • calendar_month Senin, 11 Jan 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 133
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 0607 Kota Sukabumi terus mengawal sektor pertanian sebagai upaya untuk menjaga ketersediaan ketahanan pangan di Kota Sukabumi. Apalagi ditengah masa Pandemi Covid-19 ini, jangan sampai terjadi adanya rawan pangan.”Pengawal terhadap ketahan pangan yang melibatkan unsur TNI terus dilakukan, sehingga di tahun 2021 ini kebutuhan akan pangan tetap terjaga dengan […]

  • Pertama di NTT, Pupuk Indonesia Bersama Relawan Bakti BUMN Bentangkan Bendera Merah Putih Sepanjang Satu Kilometer

    Pertama di NTT, Pupuk Indonesia Bersama Relawan Bakti BUMN Bentangkan Bendera Merah Putih Sepanjang Satu Kilometer

    • calendar_month Senin, 19 Agt 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 155
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id- Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-79 Republik Indonesia, masyarakat Desa Wowong, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) pertama kali merayakan upacara dengan membentangkan bendera merah putih sepanjang satu kilometer, Sabtu (17/8/2024). Pembentangan bendera raksasa tersebut dilakukan di bibir Pantai Nusantara. Kepala Desa Wowong, Jubir Latif Leki mengungkapkan masyarakat Desa Wowong […]

  • Hari Ayah Nasional  2022, bank bjb Kolaborasi Bersama Rumah Yatim

    Hari Ayah Nasional 2022, bank bjb Kolaborasi Bersama Rumah Yatim

    • calendar_month Jumat, 18 Nov 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 150
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Sebagai wujud kepedulian terhadap masa depan anak-anak asuh, bank bjb memperingati Hari Ayah Nasional 2022 berkolaborasi dengan Rumah Yatim. Acara tersebut mempertemukan anak asuh dengan para donaturnya dalam suasana intimate lunch. Acara diselenggarakan pada Sabtu, 12 November 2022 di Aula Barat Gedung Sate Kota Bandung pukul 11.00-16.00 WIB. Gubernur Jawa Barat Ridwan […]

  • Mentri BUMN Gelar Roadshow 1000 Manusia Bercerita di Jawa Barat , Konsisten Utamakan Kesehatan Mental Karyawan BUMN

    Mentri BUMN Gelar Roadshow 1000 Manusia Bercerita di Jawa Barat , Konsisten Utamakan Kesehatan Mental Karyawan BUMN

    • calendar_month Minggu, 21 Jul 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 161
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Mentri BUMN Erick Thohir menunjukan konsistensinya dalam mengutamakan kesehatan mental karyawan BUMN di seluruh Indonesia, perhatian tersebut dibuktikan melalui roadshow acara 1000 Manusia Bercerita yang kali ini terlaksana di Cikole Jayagiri Resort, Bandung, Jawa Barat pada Jumat (19/07). Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 312 karyawan millennial dan influencer BUMN wilayah Jawa Barat, […]

  • Wali Kota Sukabumi Tinjau jalan Rusak, 120 Milyar Rupiah Anggaran Disiapkan Untuk Ifrastruktur

    Wali Kota Sukabumi Tinjau jalan Rusak, 120 Milyar Rupiah Anggaran Disiapkan Untuk Ifrastruktur

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 153
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Sebagai bentuk komitmen terhadap pelayanan publik yang optimal, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki bersama Wakil Wali Kota Bobby Maulana turun langsung meninjau kondisi sejumlah ruas jalan rusak di Kota Sukabumi, Selasa (22/4). Peninjauan ini dilakukan di beberapa titik strategis seperti Jalan Pramuka dan Jalan Cicadas yang selama ini kerap dikeluhkan warga akibat […]

  • Ketua Umum PWI Pusat Apresiasi  kesediaan Menko PMK Muhajir Effendy Hadir Di HPN 2020  Kalsel

    Ketua Umum PWI Pusat Apresiasi kesediaan Menko PMK Muhajir Effendy Hadir Di HPN 2020 Kalsel

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 130
    • 0Komentar

    JAKARTA, MBInews.id  – Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Panitia Pusat Hari Pers Nasional (HPN) 2020, melakukan pertemuan dengan Muhajir Effendy, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan pada Kabinet Indonesia Maju di kantornya jalan Merdeka Utara, Selasa  (20/1/2020). Dalam pertemuan ini Menko PMK Muhajir Effendy didampingi Sekretaris kemenko PMK Yohanes Satya Sananugraha,Deputi Bidang […]

expand_less