BULOG Pastikan Harga Pangan Stabil di Sukabumi, Cabai Rawit Merah Jadi Sorotan
- account_circle mbiredaktur
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 34
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUKABUMI, Mbinews.id – Perum BULOG memastikan harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tetap terjaga pasca Hari Raya Iduladha. Kepastian itu disampaikan Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, usai melakukan pemantauan langsung ke pasar tersebut, Sabtu (30/5/2026).
Dari hasil pemantauan, sebagian besar harga kebutuhan pokok terpantau stabil. Harga daging sapi berada di kisaran Rp150 ribu per kilogram, telur ayam sekitar Rp28 ribu per kilogram, sementara pasokan beras dan minyak goreng dinilai mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Alhamdulillah harga-harga relatif stabil. Daging ayam, daging sapi, telur, semuanya masih terkendali,” kata Rizal.
Namun demikian, BULOG mencatat adanya kenaikan harga cabai rawit merah yang mencapai Rp100 ribu per kilogram. Komoditas tersebut menjadi perhatian karena mengalami lonjakan dibanding sejumlah bahan pangan lainnya yang relatif stabil.
Menurut Rizal, pihaknya akan menelusuri penyebab kenaikan harga cabai rawit merah guna memastikan tidak terjadi gangguan pasokan maupun distribusi di tingkat pasar.
“Yang agak mahal saat ini cabai rawit merah. Kalau cabai merah keriting relatif aman. Ini yang akan kami cek kenapa harganya bisa naik sampai Rp100 ribu per kilogram,” ujarnya.

Selain memantau harga, BULOG juga memastikan distribusi Minyakita dan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) berjalan lancar. Hasil dialog dengan pedagang dan masyarakat menunjukkan kedua komoditas tersebut tersedia di pasar tanpa kendala berarti.
“Minyakita tidak ada kendala. Saya tadi tanya langsung kepada pedagang dan masyarakat, semuanya mengatakan pasokannya tersedia. Beras SPHP juga bagus dan tersedia di sini,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Rizal mendorong pengelola Pasar Cisaat memasang papan informasi Harga Eceran Tertinggi (HET) di area pintu masuk pasar. Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan informasi harga acuan kepada masyarakat sehingga tercipta transparansi dalam transaksi kebutuhan pokok.
Ia mencontohkan, sejumlah pasar di Jawa Timur dan Jawa Tengah telah menerapkan papan informasi HET yang memuat harga beras, minyak goreng, gula, telur, daging, terigu, dan komoditas pangan lainnya.
“Di Jawa Timur dan Jawa Tengah sudah banyak pasar yang memasang informasi HET. Saya berharap Pasar Cisaat juga bisa menjadi contoh di Jawa Barat,” ucapnya.
Rizal juga menyoroti distribusi Minyakita yang saat ini masih terbatas. BULOG, kata dia, baru memperoleh alokasi sekitar 35 persen dari kuota Domestic Market Obligation (DMO) nasional yang ditetapkan pemerintah melalui Kementerian Perdagangan.
Karena itu, BULOG mengusulkan peningkatan porsi distribusi menjadi 65 persen agar penyaluran Minyakita ke pasar rakyat dapat dilakukan lebih luas dan merata.
“Minyakita ini berbeda dengan beras SPHP. Kalau SPHP stoknya aman karena dikelola langsung oleh BULOG. Sedangkan Minyakita hanya dititipkan kepada BULOG untuk disalurkan, sementara barangnya berasal dari produsen minyak,” jelasnya.
Sementara untuk beras SPHP, Rizal memastikan stok yang dikuasai BULOG dalam kondisi aman dan siap disalurkan kapan saja guna menjaga stabilitas harga pangan nasional.
“Kalau SPHP aman sekali, tidak ada masalah. Stok tersedia dan siap disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat,”pungkasnya.ardan/wan/mbi.
- Penulis: mbiredaktur
Saat ini belum ada komentar