Kejuaraan Tenis Meja ASEAN Digelar di Bandung, Perkuat Posisi Kota sebagai Destinasi Sport Tourism
- account_circle MBI Admin
- calendar_month 14 jam yang lalu
- visibility 23
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANDUNG,Mbinews – Sebanyak 114 atlet dari enam negara ASEAN memanaskan persaingan Table Tennis ASEAN Club Championship (TTACC) 2026 di Kota Bandung. Kepercayaan menjadi tuan rumah ajang internasional ini semakin memperkuat posisi Bandung sebagai kota olahraga dan destinasi sport tourism di Indonesia.
Kejuaraan yang digelar selama tiga hari tersebut diikuti atlet dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina. Ajang ini menjadi salah satu kompetisi tenis meja antarklub paling bergengsi di kawasan Asia Tenggara.
Ketua Panitia TTACC 2026, Yon Mardiyono, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Bandung yang memberikan sambutan hangat kepada para atlet dan ofisial dari berbagai negara.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Bandung atas jamuan yang luar biasa. Ini menjadi kebanggaan bagi kami karena baru kali ini sebuah kejuaraan di Bandung mendapatkan sambutan yang begitu istimewa,” ujar Yon saat malam penyambutan peserta di Pendopo Kota Bandung, Rabu (10/6/2026).
Menurut Yon, TTACC merupakan kompetisi yang dirancang sebagai ajang adu prestasi antarklub terbaik di Asia Tenggara, layaknya Liga Champions dalam dunia sepak bola. Setelah edisi perdana sukses digelar di Bangkok, Thailand, Bandung dipilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan kedua.
“Bandung dipilih karena memiliki atmosfer olahraga yang kuat, masyarakat yang ramah, serta reputasi sebagai kota yang sangat mencintai olahraga,” katanya.
Ia menjelaskan, sebanyak 14 tim akan bertanding mulai pukul 08.30 WIB untuk memperebutkan gelar juara ASEAN Club Championship 2026.
Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyambut antusias seluruh peserta yang hadir. Ia menilai tenis meja merupakan cabang olahraga yang memiliki basis penggemar besar di dunia, termasuk di kawasan Asia.
“Tenis meja adalah olahraga yang sangat populer. Asia, termasuk Asia Tenggara, memiliki banyak atlet berbakat yang mampu bersaing di level internasional,” ujar Farhan.
Dalam kesempatan tersebut, Farhan juga mengungkapkan rasa bangganya dapat bertemu langsung dengan legenda tenis meja Indonesia, Anton Suseno, yang menurutnya telah menjadi inspirasi bagi generasi muda pecinta olahraga tanah air.
“Saya mengidolakan beliau sejak kecil. Terima kasih telah menginspirasi begitu banyak anak Indonesia untuk mencintai tenis meja,” tuturnya.
Farhan mengatakan, jamuan makan malam yang diberikan kepada para peserta merupakan tradisi Kota Bandung dalam menyambut tamu-tamu internasional yang datang mengikuti berbagai kegiatan besar di kota ini.
Ia berharap para atlet dan ofisial tidak hanya merasakan atmosfer kompetisi yang kompetitif, tetapi juga menikmati keindahan Kota Bandung, kuliner khas, serta keramahan masyarakatnya.
“Merupakan kehormatan besar bagi kami menjadi tuan rumah. Kami berharap para peserta menikmati pertandingan sekaligus merasakan pengalaman terbaik selama berada di Bandung,” katanya.
Tak lupa, Farhan memberikan dukungan khusus kepada para atlet Indonesia yang berlaga membawa nama bangsa dalam kejuaraan tersebut.
“Saya doakan semuanya sukses. Khusus untuk atlet Indonesia, tunjukkan kemampuan terbaik dan raih prestasi membanggakan,” ujarnya.
Selain dikenal sebagai kota pendidikan dan olahraga, Farhan juga memperkenalkan Bandung sebagai kota kreatif yang melahirkan banyak talenta seni dan musik nasional.
Suasana penyambutan peserta berlangsung hangat dan penuh keakraban dengan suguhan kuliner khas Bandung serta hiburan musik yang dinikmati para atlet, pelatih, dan ofisial dari berbagai negara ASEAN.
Penyelenggaraan TTACC 2026 diharapkan semakin memperkuat citra Bandung sebagai kota tujuan sport tourism sekaligus membuka peluang promosi pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif kepada masyarakat internasional.
Saat ini belum ada komentar