Breaking News
Trending Tags

Pancasila sebagai Kompas Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045

  • account_circle MBI Admin
  • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
  • visibility 26
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Oleh: Susanto Triyogo Adiputro, Anggota DPRD Kota Bandung

Di tengah derasnya arus globalisasi, percepatan revolusi teknologi, dan perubahan sosial yang kian cepat, bangsa Indonesia kembali memperingati Hari Lahir Pancasila. Namun, peringatan ini tidak boleh berhenti sebagai seremonial tahunan semata.

Lebih dari itu, momentum ini seharusnya menjadi refleksi mendalam: masihkah Pancasila benar-benar menjadi kompas moral dan arah perjalanan bangsa, khususnya bagi generasi muda yang akan menentukan wajah Indonesia di masa depan?

Pertanyaan ini menjadi semakin relevan ketika Indonesia tengah berada pada puncak bonus demografi, dengan lebih dari 64 persen penduduk berada di usia produktif. Ini adalah peluang historis yang tidak dimiliki banyak negara. Namun sejarah juga membuktikan, besarnya jumlah penduduk usia produktif tidak otomatis melahirkan kemajuan, jika tidak disertai arah pembangunan yang jelas dan kualitas kepemimpinan yang kuat.

Dalam konteks inilah Pancasila hadir bukan sekadar sebagai warisan sejarah, melainkan sebagai kompas peradaban bangsa. Ia menjadi penuntun agar kemajuan ekonomi tidak mengabaikan kemanusiaan, demokrasi tidak kehilangan nilai kebijaksanaan, dan pembangunan tetap berpihak pada keadilan sosial.

Namun tantangan generasi muda hari ini jauh lebih kompleks dibanding generasi pendiri bangsa. Jika dahulu ancaman utama adalah penjajahan fisik, maka kini ancaman hadir dalam bentuk krisis identitas, polarisasi sosial, budaya instan, banjir informasi palsu, hingga melemahnya semangat gotong royong. Ruang digital yang seharusnya memperkuat persatuan, sering kali justru menjadi arena perpecahan.

Karena itu, membaca kembali Pancasila menjadi sebuah keharusan, bukan pilihan.

Pancasila tidak cukup dipahami sebagai dokumen politik, tetapi harus dihidupkan sebagai panduan etika dan arah peradaban. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa menegaskan pentingnya moralitas dalam kehidupan publik. Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab menuntut pembangunan yang berorientasi pada martabat manusia. Sila Persatuan Indonesia menjadi fondasi dalam menjaga kebhinekaan. Sila Kerakyatan mengarahkan demokrasi yang berkeadaban. Sementara Sila Keadilan Sosial menjadi tujuan akhir dari seluruh proses pembangunan bangsa.

Dalam dinamika politik dan sosial saat ini, setidaknya terdapat tiga tantangan besar bangsa Indonesia: menjaga identitas nasional di tengah arus globalisasi, memperkuat demokrasi agar tidak berhenti pada prosedur elektoral, serta mewujudkan keadilan sosial yang benar-benar dirasakan seluruh rakyat.

Ketiganya pada hakikatnya adalah pengejawantahan nilai-nilai Pancasila yang harus terus diperjuangkan.

Momentum ini menjadi semakin penting karena Indonesia sedang melangkah menuju dua tonggak sejarah besar: 100 Tahun Sumpah Pemuda pada 2028 dan Indonesia Emas 2045.

Jika pada 1928 para pemuda mampu melampaui sekat kedaerahan demi satu Indonesia, maka hari ini semangat itu harus hadir kembali dalam bentuk baru. Kini medan perjuangan tidak hanya di ruang fisik, tetapi juga di ruang digital yang membentuk cara berpikir dan cara hidup generasi muda.

Media sosial tidak lagi sekadar ruang ekspresi, melainkan juga ruang kebangsaan. Setiap unggahan, komentar, dan interaksi digital memiliki kontribusi terhadap kualitas persatuan bangsa.

Untuk menghadapi masa depan, generasi muda Indonesia dituntut tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam karakter. Setidaknya ada empat modal utama yang harus dibangun: intelektualitas, integritas, kapasitas sosial, dan jiwa kepemimpinan.

Ke depan, tantangan bangsa tidak akan semakin ringan. Korupsi, oligarki ekonomi, polarisasi politik, disinformasi digital, hingga krisis iklim menjadi persoalan nyata yang membutuhkan keterlibatan aktif generasi muda. Kaum muda tidak cukup hanya menjadi penonton atau pengkritik, tetapi harus hadir sebagai pelaku perubahan melalui politik, gerakan sosial, dan kerja-kerja kebudayaan.

Pancasila telah memberikan arah. Sumpah Pemuda telah memberi teladan. Kini, giliran generasi muda Indonesia mengambil peran sejarahnya.

Hari Lahir Pancasila tidak boleh berhenti pada slogan dan seremoni. Ia harus menjadi momentum kebangkitan kesadaran bahwa masa depan Indonesia ditentukan oleh kualitas generasi yang mengisinya.

Dua tahun menuju satu abad Sumpah Pemuda, dan kurang dari dua dekade menuju Indonesia Emas 2045, sejarah sedang bergerak cepat. Waktu tidak menunggu.

Pancasila harus tetap menjadi kompas bangsa—agar Indonesia tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga bermartabat, berkeadilan, dan berkepribadian luhur.

Penulis

Mengabarkan Berita Infomatif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hanging Poster Mockup

    Hanging Poster Mockup

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 45
    • 0Komentar

    On her way she met a copy. The copy warned the Little Blind Text, that where it came from it would have been rewritten a thousand times and everything that was left from its origin would be the word “and” and the Little Blind Text should turn around and return to its own, safe country. […]

  • Sayid Agil Siap Jadi Ketua KNPI Kota Sukabumi; Ini Visi-Misi Ke Depan

    Sayid Agil Siap Jadi Ketua KNPI Kota Sukabumi; Ini Visi-Misi Ke Depan

    • calendar_month Rabu, 14 Apr 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 33
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Sayid Agil salah seorang gerakan sosial peduli terhadap pembangunan masyarakat desa yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Tunas Indonesia Raya (Tidar) Sukabumi bertekad mencalonkan diri sebagai bakal calon ketua DPD KNPI Kota Sukabumi periode 2021-2024. Pemuda yang akrab dipanggil Agil, memiliki misi salah satunya mendorong Peraturan Daerah (Perda) Kota Sukabumi […]

  • Status Kota Bandung Turun,  Kota Bandung Tetap Lakukan Relaksasi Bertahap

    Status Kota Bandung Turun, Kota Bandung Tetap Lakukan Relaksasi Bertahap

    • calendar_month Kamis, 2 Sep 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 51
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Wali Kota Bandung, Oded M. Danial yang juga selaku Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 Kota Bandung memohon kesabaran para pelaku di beberapa sektor yang belum memperoleh relaksasi atau masih dibatasi. Meski pun status Kota Bandung menurun dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 ke Level 3, Kota Bandung tetap melakukan relaksasi […]

  • Ribuan Bobotoh Tumpah Ruah Rayakan Persib Juara BRI Liga

    Ribuan Bobotoh Tumpah Ruah Rayakan Persib Juara BRI Liga

    • calendar_month Minggu, 25 Mei 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 41
    • 0Komentar

    BANDUNG,Mbinews – Kota Bandung kembali menjadi lautan biru. Ribuan Bobotoh yang sebagian besar menggunakan baju berwarna biru memadati berbagai sudut kota, terutama kawasan Balai Kota Bandung, Minggu, 25 Mei 2025, untuk merayakan keberhasilan Persib Bandung meraih gelar juara BRI Liga 1 2024/2025. Euforia makin terasa karena Persib berhasil mencatatkan sejarah sebagai juara back to back, […]

  • Transparansi Pajak Daerah: BPKPD Kota Sukabumi Sebut Realisasi PBJT 2022–2025 Memuaskan

    Transparansi Pajak Daerah: BPKPD Kota Sukabumi Sebut Realisasi PBJT 2022–2025 Memuaskan

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 56
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id-  Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kota Sukabumi (BPKPD) merilis laporan realisasi Pajak Daerah dan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) Tahun Anggaran 2022 hingga 2025. Dalam periode tersebut, capaian penerimaan dilaporkan melampaui target yang telah ditetapkan setiap tahunnya. Kepala BPKPD Kota Sukabumi, Galih Marelia Anggraeni, mengatakan publikasi ini […]

  • TA 2025 Transformasi Angkota di Kota Bandung jadi Mikrobus

    TA 2025 Transformasi Angkota di Kota Bandung jadi Mikrobus

    • calendar_month Kamis, 9 Jan 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 42
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews –Komisi III DPRD Kota Bandung menggelar rapat kerja bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung terkait evaluasi program kerja T.A 2024 dan rencana program kerja T.A. 2025 serta rencana transformasi angkot menjadi mikrobus. Rapat kerja juga dilakukan bersama Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Bandung , membahas terkait evaluasi program kerja T.A 2024 dan […]

expand_less