Breaking News
Trending Tags

OJK, Pemkot Bandung, dan Komunitas Disabilitas Bersinergi Wujudkan Akses Keuangan Setara

  • account_circle MBI Admin
  • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
  • visibility 124
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG,Mbinews  – Komitmen membangun kota yang inklusif dan ramah bagi seluruh warganya terus diperkuat Pemerintah Kota Bandung. Bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat dan komunitas penyandang disabilitas, Pemkot Bandung mendorong penguatan literasi serta inklusi keuangan sebagai fondasi penting dalam mewujudkan kemandirian kelompok disabilitas.

Komitmen tersebut tercermin dalam kegiatan senam bersama, dialog interaktif, dan halal bihalal yang digelar di Kantor OJK Jawa Barat, Jalan Ir. H. Juanda, Sabtu (11/4/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 100 peserta itu menjadi bagian dari rangkaian kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, regulator, dan komunitas dalam memperluas akses layanan keuangan yang setara bagi penyandang disabilitas.

Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, pertemuan tersebut menjadi ruang konsolidasi sekaligus evaluasi atas berbagai program yang telah berjalan selama beberapa tahun terakhir dalam mendorong pemberdayaan kelompok disabilitas.

Manager Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Jawa Barat, Zam Zam Fuadain, mengatakan sinergi antara OJK dan Pemerintah Kota Bandung telah berlangsung cukup lama dan kini memasuki fase penguatan melalui program Dia Kita (Disabilitas Berdaya, Keuangan Inklusif Tercipta).

“Kolaborasi ini bukan hal baru, tetapi terus berkembang. Kegiatan hari ini adalah bukti bahwa program yang dicanangkan bersama Pemkot Bandung tidak berhenti pada seremoni, tetapi berlanjut dalam aksi nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Menurut Zam Zam, fokus kolaborasi saat ini tidak hanya sebatas memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan, tetapi juga memastikan penyandang disabilitas memperoleh akses yang lebih mudah terhadap berbagai layanan keuangan formal.

Salah satu langkah konkret yang tengah dipersiapkan adalah pelatihan bahasa isyarat bagi petugas layanan di sektor jasa keuangan. Langkah ini dinilai penting untuk menghilangkan hambatan komunikasi yang selama ini masih dihadapi sebagian penyandang disabilitas saat mengakses layanan perbankan maupun lembaga keuangan lainnya.

“Ke depan, kami ingin memastikan teman-teman disabilitas dapat mengakses layanan keuangan secara setara. Bahkan petugas layanan terdepan nantinya akan dibekali kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat,” jelasnya.

Upaya tersebut menjadi bagian dari transformasi layanan keuangan yang lebih inklusif, di mana setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh akses terhadap produk dan layanan keuangan tanpa diskriminasi.

Sementara itu, Ketua Dilans Indonesia, Farhan Hemly, menilai kolaborasi yang telah berjalan lebih dari dua tahun ini menunjukkan perkembangan yang semakin positif. Menurutnya, keberhasilan program tidak terlepas dari keterlibatan aktif komunitas disabilitas dalam setiap proses perencanaan dan pelaksanaan kegiatan.

“Dulu mungkin kami hanya menjadi objek kegiatan. Sekarang kami menjadi subjek yang terlibat langsung dalam prosesnya. Ini yang membuat kolaborasi dengan OJK dan Pemkot Bandung menjadi lebih bermakna,” ungkapnya.

Farhan menjelaskan, sejak akhir tahun lalu fokus program diarahkan pada penguatan literasi keuangan bagi penyandang disabilitas dan kelompok lanjut usia (lansia). Kedua kelompok tersebut dinilai memiliki tingkat kerentanan yang cukup tinggi terhadap berbagai modus penipuan keuangan serta masih menghadapi keterbatasan dalam mengakses layanan keuangan formal.

Karena itu, peningkatan pemahaman mengenai produk keuangan, investasi, hingga keamanan transaksi digital menjadi salah satu prioritas utama dalam program yang dijalankan.

Lebih jauh, Farhan menekankan bahwa keberhasilan pembangunan inklusif tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah semata, tetapi juga memerlukan dukungan aktif dari masyarakat.

Menurutnya, gerakan inklusi harus tumbuh dari tingkat paling bawah agar mampu menciptakan perubahan yang berkelanjutan.

“Kami melihat sekarang ada lompatan yang sangat baik. Pemkot Bandung mendorong gerakan hingga ke tingkat RW. Jadi bukan hanya komunitas yang bergerak, tetapi masyarakat secara langsung ikut terlibat. Ini menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan program,” katanya.

Pendekatan berbasis kewilayahan tersebut dinilai mampu memperluas jangkauan program sekaligus membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesetaraan dan pemberdayaan kelompok rentan.

Kegiatan yang secara rutin diselenggarakan setiap bulan di berbagai lokasi ini juga menjadi sarana mempererat jejaring antara pemerintah, regulator, organisasi masyarakat, serta komunitas disabilitas. Melalui forum tersebut, berbagai aspirasi dan kebutuhan kelompok disabilitas dapat disampaikan secara langsung untuk kemudian menjadi bahan perbaikan kebijakan dan program di masa mendatang.

Pemilihan Kantor OJK Jawa Barat sebagai lokasi kegiatan kali ini juga memiliki makna khusus, yakni memperkuat aspek literasi dan inklusi keuangan sebagai salah satu instrumen penting dalam membangun kemandirian ekonomi penyandang disabilitas.

Melalui kolaborasi yang terus diperkuat, Pemerintah Kota Bandung berharap penyandang disabilitas tidak hanya memperoleh perlindungan sosial, tetapi juga memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, berkarya, dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan.

Dengan dukungan berbagai pihak, Bandung terus bergerak menuju kota yang lebih inklusif, di mana setiap warga, tanpa terkecuali, memiliki akses yang setara terhadap pendidikan, pekerjaan, layanan publik, dan kesempatan ekonomi yang dapat meningkatkan kualitas hidup mereka.

Penulis

Mengabarkan Berita Infomatif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kongres PWI Persatuan Sukses Digelar, Menkomdigi: Agar Betul Bersatu Perlu Merangkul Kepengurusan Hendry Ch Bangun

    Kongres PWI Persatuan Sukses Digelar, Menkomdigi: Agar Betul Bersatu Perlu Merangkul Kepengurusan Hendry Ch Bangun

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Jakarta || MBInews.id —  Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengaku senang dan menyambut baik terselenggaranya Kongres Persatuan PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) yang berlangsung lancar dan demokratis, pada Sabtu, 30 Agustus 2025 kemarin. “Kami tentu senang, mendapat kabar Kongres Persatuan PWI berjalan lancar dan demokratis. Semoga PWI betul-betul bersatu lagi dan kembali fokus untuk […]

  • Kerap Terjadinya Tawuran Pelajar, Berikut Atisipasi Disdikbud Kota Sukabumi

    Kerap Terjadinya Tawuran Pelajar, Berikut Atisipasi Disdikbud Kota Sukabumi

    • calendar_month Rabu, 24 Jan 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 197
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Marak terjadi kembali tawuran yang dilakukan pelajar saat usai jam sekolah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi mengkonfirmasi, bahwa pihaknya telah melakukan langkah pencegahan untuk menghindari terjadinya kejadian tersebut. Kepala Disdikbud Kota Sukabumi, Punjul Saepul Hayat mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya pencegahan tauran pelajar. Baik itu berupa kegiatan yang berada […]

  • Dongkrak Pertumbuhan Pelaku UMKM, Sukabumi Culinary Night 2023 Resmi Dibuka

    Dongkrak Pertumbuhan Pelaku UMKM, Sukabumi Culinary Night 2023 Resmi Dibuka

    • calendar_month Jumat, 24 Nov 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 94
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Dibuka langsung oleh Penjabat (Pj) Walikota Sukabumi, Kusmana Hartadji, Sukabumi Culinary Night 2023 resmi dibuka selama 3 hari kedepan. Kegiatan acara yang digawangi oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi tersebut, berlangsung di lokasi ex Terminal Sudirman Kota Sukabumi. Dan kegiatan ini merupakan suatu upaya Pemerintah Kota Sukabumi […]

  • NP Meninggal di Sungai Cimandiri, Kapolres Sukabumi Kota: Tersangka Pembunuh dari Keluarga Angkatnya?

    NP Meninggal di Sungai Cimandiri, Kapolres Sukabumi Kota: Tersangka Pembunuh dari Keluarga Angkatnya?

    • calendar_month Senin, 30 Sep 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 141
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id — NP anak 5 tahun yang meninggal di Sungai Cimandiri Lembursitu, Kota Sukabumi 5 Agustus lalu disebabkan dibunuh oleh keluarga angkatnya tersebut, kini mulai menemukan titik terang. Demikian dikatakan Kapoles Sukabumi Kota, Wisnu Prabowo usai dilakukan rekontruksi di Mapolres Sukabumi Kota, Senin (30/09/19) sore. “Telah melakukan rekonstruksi terhadap pembunuhan anak yang dilakukan oleh […]

  • Deni Nursani Resmi Dilantik Menjadi Anggota DPRD Kota Bandung Gantikan Yudi Cahyadi Lewat Pengganti Antar Waktu

    Deni Nursani Resmi Dilantik Menjadi Anggota DPRD Kota Bandung Gantikan Yudi Cahyadi Lewat Pengganti Antar Waktu

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Bandung || MBInews.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung menyelenggarakan rapat paripurna terkait pengucapan sumpah janji Deni Nursani, S.Pdi., sebagai anggota DPRD Kota Bandung sisa masa jabatan tahun 2024-2029 melalui mekanisme Pengganti Antarwaktu (PAW), pada Rabu, 17 September 2025. Rapat paripurna ini dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Bandung H. Asep Mulyadi, S.H., didampingi […]

  • Selamat! Ema Sumarna Raih Gelar Doktor Administrasi Publik dari Universitas Padjadjaran

    Selamat! Ema Sumarna Raih Gelar Doktor Administrasi Publik dari Universitas Padjadjaran

    • calendar_month Jumat, 12 Agt 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 162
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna meraih gelar Doktor Administrasi Publik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) dengan predikat Sangat Memuaskan. Gelar tersebut diraihnya setelah mempertahankan disertasi yang berjudul “Tata Kelola Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota Bandung dalam Perspektif New Public Service”. Sidang promosinya dilaksanakan di Ruang Sidang Program Pascasarjana Fakuktas Ilmu Sosial […]

expand_less