Breaking News
Trending Tags

OJK, Pemkot Bandung, dan Komunitas Disabilitas Bersinergi Wujudkan Akses Keuangan Setara

  • account_circle MBI Admin
  • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
  • visibility 123
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG,Mbinews  – Komitmen membangun kota yang inklusif dan ramah bagi seluruh warganya terus diperkuat Pemerintah Kota Bandung. Bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat dan komunitas penyandang disabilitas, Pemkot Bandung mendorong penguatan literasi serta inklusi keuangan sebagai fondasi penting dalam mewujudkan kemandirian kelompok disabilitas.

Komitmen tersebut tercermin dalam kegiatan senam bersama, dialog interaktif, dan halal bihalal yang digelar di Kantor OJK Jawa Barat, Jalan Ir. H. Juanda, Sabtu (11/4/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 100 peserta itu menjadi bagian dari rangkaian kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, regulator, dan komunitas dalam memperluas akses layanan keuangan yang setara bagi penyandang disabilitas.

Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, pertemuan tersebut menjadi ruang konsolidasi sekaligus evaluasi atas berbagai program yang telah berjalan selama beberapa tahun terakhir dalam mendorong pemberdayaan kelompok disabilitas.

Manager Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Jawa Barat, Zam Zam Fuadain, mengatakan sinergi antara OJK dan Pemerintah Kota Bandung telah berlangsung cukup lama dan kini memasuki fase penguatan melalui program Dia Kita (Disabilitas Berdaya, Keuangan Inklusif Tercipta).

“Kolaborasi ini bukan hal baru, tetapi terus berkembang. Kegiatan hari ini adalah bukti bahwa program yang dicanangkan bersama Pemkot Bandung tidak berhenti pada seremoni, tetapi berlanjut dalam aksi nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Menurut Zam Zam, fokus kolaborasi saat ini tidak hanya sebatas memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan, tetapi juga memastikan penyandang disabilitas memperoleh akses yang lebih mudah terhadap berbagai layanan keuangan formal.

Salah satu langkah konkret yang tengah dipersiapkan adalah pelatihan bahasa isyarat bagi petugas layanan di sektor jasa keuangan. Langkah ini dinilai penting untuk menghilangkan hambatan komunikasi yang selama ini masih dihadapi sebagian penyandang disabilitas saat mengakses layanan perbankan maupun lembaga keuangan lainnya.

“Ke depan, kami ingin memastikan teman-teman disabilitas dapat mengakses layanan keuangan secara setara. Bahkan petugas layanan terdepan nantinya akan dibekali kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat,” jelasnya.

Upaya tersebut menjadi bagian dari transformasi layanan keuangan yang lebih inklusif, di mana setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh akses terhadap produk dan layanan keuangan tanpa diskriminasi.

Sementara itu, Ketua Dilans Indonesia, Farhan Hemly, menilai kolaborasi yang telah berjalan lebih dari dua tahun ini menunjukkan perkembangan yang semakin positif. Menurutnya, keberhasilan program tidak terlepas dari keterlibatan aktif komunitas disabilitas dalam setiap proses perencanaan dan pelaksanaan kegiatan.

“Dulu mungkin kami hanya menjadi objek kegiatan. Sekarang kami menjadi subjek yang terlibat langsung dalam prosesnya. Ini yang membuat kolaborasi dengan OJK dan Pemkot Bandung menjadi lebih bermakna,” ungkapnya.

Farhan menjelaskan, sejak akhir tahun lalu fokus program diarahkan pada penguatan literasi keuangan bagi penyandang disabilitas dan kelompok lanjut usia (lansia). Kedua kelompok tersebut dinilai memiliki tingkat kerentanan yang cukup tinggi terhadap berbagai modus penipuan keuangan serta masih menghadapi keterbatasan dalam mengakses layanan keuangan formal.

Karena itu, peningkatan pemahaman mengenai produk keuangan, investasi, hingga keamanan transaksi digital menjadi salah satu prioritas utama dalam program yang dijalankan.

Lebih jauh, Farhan menekankan bahwa keberhasilan pembangunan inklusif tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah semata, tetapi juga memerlukan dukungan aktif dari masyarakat.

Menurutnya, gerakan inklusi harus tumbuh dari tingkat paling bawah agar mampu menciptakan perubahan yang berkelanjutan.

“Kami melihat sekarang ada lompatan yang sangat baik. Pemkot Bandung mendorong gerakan hingga ke tingkat RW. Jadi bukan hanya komunitas yang bergerak, tetapi masyarakat secara langsung ikut terlibat. Ini menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan program,” katanya.

Pendekatan berbasis kewilayahan tersebut dinilai mampu memperluas jangkauan program sekaligus membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesetaraan dan pemberdayaan kelompok rentan.

Kegiatan yang secara rutin diselenggarakan setiap bulan di berbagai lokasi ini juga menjadi sarana mempererat jejaring antara pemerintah, regulator, organisasi masyarakat, serta komunitas disabilitas. Melalui forum tersebut, berbagai aspirasi dan kebutuhan kelompok disabilitas dapat disampaikan secara langsung untuk kemudian menjadi bahan perbaikan kebijakan dan program di masa mendatang.

Pemilihan Kantor OJK Jawa Barat sebagai lokasi kegiatan kali ini juga memiliki makna khusus, yakni memperkuat aspek literasi dan inklusi keuangan sebagai salah satu instrumen penting dalam membangun kemandirian ekonomi penyandang disabilitas.

Melalui kolaborasi yang terus diperkuat, Pemerintah Kota Bandung berharap penyandang disabilitas tidak hanya memperoleh perlindungan sosial, tetapi juga memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, berkarya, dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan.

Dengan dukungan berbagai pihak, Bandung terus bergerak menuju kota yang lebih inklusif, di mana setiap warga, tanpa terkecuali, memiliki akses yang setara terhadap pendidikan, pekerjaan, layanan publik, dan kesempatan ekonomi yang dapat meningkatkan kualitas hidup mereka.

Penulis

Mengabarkan Berita Infomatif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komisi II Kecewa Tak Dilibatkan Rapat Berakhirnya Pasar Pelita

    Komisi II Kecewa Tak Dilibatkan Rapat Berakhirnya Pasar Pelita

    • calendar_month Rabu, 2 Jun 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 112
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Berakhirnya masa perjanjian kerjasama pembangunan Pasar Pelita dengan pihak ketiga per tanggal 31 mei 2021. Jajaran komisi II DPRD Kota Sukabumi merasa kecewa. Pasalnya, mereka tidak dilibatkan dalam rapat pembahasan Pasar Pelita yang dilakukan oleh Pemkot Sukabumi. “Sebagi fungsi pengawasan, jelas kecewa kami dong, khusunya Komisi II terkait adnaya rapat khusus mengenai […]

  • Yuk Ikut Sayembara Gagasan Desain Fasilitas Olah Sampah, Ini Kriterianya

    Yuk Ikut Sayembara Gagasan Desain Fasilitas Olah Sampah, Ini Kriterianya

    • calendar_month Kamis, 21 Okt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 160
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyelenggarakan Sayembara Gagasan Desain Fasilitas Olah Sampah Kang Pisman Resik dan Hejo. Perlombaan ini sebagai ruang untuk menampung gagasan sekaligus membangun kesadaran mengenai pengelolaan sampah di Kota Bandung. Kepala Sub Bagian Penyusunan Program pada Bagian Administrasi Pembangunan Kota Bandung, Elvi Efriani menuturkan, Pemkot Bandung memiliki program Kurangi Pisahkan […]

  • Bandung Bersiap Masuki Era AI, Farhan: Teknologi Harus Bekerja untuk Rakyat

    Bandung Bersiap Masuki Era AI, Farhan: Teknologi Harus Bekerja untuk Rakyat

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 243
    • 0Komentar

      BANDUNG,Mbinews  – Pemerintah Kota Bandung terus mempersiapkan diri menghadapi era kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan Bandung memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu kota terdepan dalam penerapan AI yang berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan Farhan saat membuka kegiatan NGULIK (Ngobrol […]

  • Bandung Kota Angklung, Ini Sejarah Singkat Dan Jenisnya

    Bandung Kota Angklung, Ini Sejarah Singkat Dan Jenisnya

    • calendar_month Kamis, 19 Mei 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 221
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Pada 21 Mei 2022 mendatang, Kota Bandung akan mendeklarasikan diri sebagai Kota Angklung. Rencananya, acara ini akan digelar secara hibrid di Plaza Balai Kota pada 21 Mei 2022 dan melibatkan seniman serta pegiat angklung di Kota Bandung. Sejak tahun 2010, angklung telah menjadi Warisan Budaya Lisan dan Takbenda Manusia United Nations Educational, […]

  • Pansus III DPRD Jawa Barat Konsultasikan 2 Ranperda ke Dirjen Otda Kemendagri RI

    Pansus III DPRD Jawa Barat Konsultasikan 2 Ranperda ke Dirjen Otda Kemendagri RI

    • calendar_month Rabu, 3 Mei 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 143
    • 0Komentar

    DKI Jakarta – Pimpinan dan Anggota Panitia Khusus (Pansus) III DPRD Jawa Barat melakukan kunjungan kerja ke Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, Jakarta, Rabu (3/5/2023). Kunjungan kerja tersebut dilakukan dalam rangka  pembahasan 2 Rancangan Perda (Ranperda) tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 21 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan […]

  • Aryatri Benarto, Perlunya Optimalisasi Implementasi Posyandu Berbasis Enam SPM

    Aryatri Benarto, Perlunya Optimalisasi Implementasi Posyandu Berbasis Enam SPM

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 167
    • 0Komentar

    BANDUNG,MBINEWS – Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Bandung, Aryatri Benarto menilai perlunya optimalisasi implementasi Posyandu berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Pasalnya, posyandu saat ini tidak lagi hanya berfokus pada layanan kesehatan, tetapi telah berkembang mencakup enam bidang pelayanan, yaitu kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, serta sosial. Untuk itu, […]

expand_less