Disdik Bandung Intensifkan Sosialisasi SPMB 2026, Orang Tua Diminta Siapkan Dokumen dan Pahami Aturan
- account_circle MBI Admin
- calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
- visibility 23
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANDUNGMbinews – Dinas Pendidikan Kota Bandung terus mengintensifkan sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 guna memastikan proses penerimaan peserta didik berjalan lancar, transparan, dan dapat diakses seluruh masyarakat secara adil.
Melalui talkshow yang diselenggarakan Radio Sonata, Selasa (7/4/2026), Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung, Edy Suparjoto, mengingatkan para orang tua agar tidak menunda persiapan administrasi serta memahami seluruh mekanisme penerimaan sejak jauh hari sebelum pendaftaran dibuka.
Menurut Edy, masih tersedia waktu sekitar satu bulan bagi masyarakat untuk mempersiapkan seluruh kebutuhan yang diperlukan. Namun ia menegaskan, proses persiapan sebaiknya dilakukan sedini mungkin agar tidak menimbulkan kendala saat pendaftaran berlangsung.
“Persyaratan utama itu harus disiapkan dari sekarang. Jika ada dokumen yang belum diperbarui, segera diperbarui agar tidak menghambat proses pendaftaran,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejumlah dokumen penting yang harus dipastikan valid dan sesuai data kependudukan antara lain Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, serta Kartu Tanda Penduduk (KTP) orang tua atau wali murid.
Kesalahan data administrasi, menurutnya, masih menjadi salah satu kendala yang kerap ditemukan saat proses penerimaan murid baru berlangsung. Karena itu, masyarakat diminta melakukan pengecekan lebih awal untuk menghindari persoalan teknis di kemudian hari.
Selain melengkapi dokumen, Edy juga mengimbau masyarakat agar memahami secara menyeluruh regulasi, tahapan, jadwal, dan prosedur SPMB yang akan diterapkan tahun ini. Pemahaman yang baik dinilai sangat penting agar orang tua dapat memilih jalur pendaftaran yang sesuai dengan kondisi dan peluang masing-masing calon peserta didik.
“Pemahaman terhadap jadwal dan mekanisme menjadi kunci agar tidak terjadi kesalahan dalam proses pendaftaran,” katanya.
Untuk mendukung kebutuhan informasi masyarakat, Dinas Pendidikan Kota Bandung telah menyiapkan berbagai kanal informasi resmi, mulai dari website, media sosial, hingga panduan teknis yang dapat diakses secara terbuka oleh masyarakat.
Berbagai tutorial dan petunjuk teknis juga disediakan agar orang tua dapat memahami tahapan pendaftaran secara lebih mudah dan terarah.
Tak hanya itu, Dinas Pendidikan juga menyiapkan layanan pendampingan bagi masyarakat yang mengalami kesulitan dalam proses pendaftaran. Sekolah negeri terdekat akan menyediakan bantuan melalui operator sekolah yang siap memberikan pendampingan secara langsung.
Selain layanan di sekolah, pemerintah juga menghadirkan help desk yang beroperasi selama 24 jam untuk menjawab berbagai pertanyaan dan keluhan masyarakat terkait pelaksanaan SPMB.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan yang mudah, cepat, dan responsif kepada masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Edy juga memberikan peringatan tegas kepada masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang mengaku dapat membantu meloloskan calon siswa melalui jalur tertentu dengan meminta imbalan.
Ia memastikan bahwa sistem penerimaan murid baru saat ini telah dirancang secara transparan, objektif, dan berbasis teknologi sehingga seluruh proses dapat dipantau secara terbuka.
“Tidak ada praktik titip-menitip atau jalur tidak resmi. Semua proses dilakukan melalui sistem yang dapat dipantau secara terbuka. Jika ada hal yang dirasa merugikan, masyarakat dapat langsung melapor dan akan segera ditindaklanjuti,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa tidak ada ruang bagi praktik percaloan maupun penyalahgunaan wewenang dalam proses penerimaan peserta didik baru di Kota Bandung.
Selain membahas SPMB, Edy juga menyoroti meningkatnya minat masyarakat terhadap pendidikan nonformal, termasuk homeschooling. Menurutnya, fenomena tersebut merupakan perkembangan yang positif selama kualitas pendidikan dan pemenuhan hak belajar anak tetap menjadi prioritas utama.
Ia menilai setiap jalur pendidikan memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak sesuai kebutuhan dan karakter masing-masing.
Pada akhirnya, kata Edy, tujuan utama pemerintah bukan hanya memastikan proses penerimaan berjalan baik, tetapi juga menjamin seluruh anak usia sekolah mendapatkan akses pendidikan yang layak tanpa terkecuali.
“Tidak boleh ada anak usia sekolah yang tidak bersekolah, baik melalui jalur formal, nonformal, maupun swasta. Semua akan kami layani,” pungkasnya.
Melalui sosialisasi yang terus digencarkan, Pemerintah Kota Bandung berharap masyarakat semakin memahami mekanisme SPMB serta mampu mempersiapkan seluruh kebutuhan dengan baik. Dengan demikian, proses penerimaan murid baru tahun 2026 dapat berlangsung tertib, transparan, dan memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh calon peserta didik di Kota Bandung.
Saat ini belum ada komentar