Breaking News
Trending Tags

Kasus Baru HIV di Kota Sukabumi Menurun, Kabid P2P Kota Sukabumi: Jauhi Penyakitnya Bukan Penderitanya

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Senin, 29 Nov 2021
  • visibility 63
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI, Mbinews.id – Perkembangan terbaru kasus baru HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) di Kota Sukabumi, sejak bulan Januari 2021 hingga bulan Oktober 2021 mengalami penurunan jika dibandingkan, bulan yang sama pada tahun sebelumnya, Senin (29/11/2021).

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi Lulis Delawati mengatakan, berdasarkan data terakhir tercatat ada 123 kasus baru HIV-AIDS di Kota Sukabumi.

“Untuk penambahan kasus baru memang relatif menurun. Dan itu pun mayoritas sebanyak 60 persen adalah warga luar Kota Sukabumi,” ujar Lulis saat usai menghadiri acara pembukaan seminar terkait HIV-AIDS.

Lanjutnya, saat ini Pemerintah Kota Sukabumi juga telah melakukan penanganan dan perawatan, bagi para penyintas HIV-AIDS atau lebih dikenal dengan ODHA (Orang dengan HIV-AIDS).

“Saat ini Perawatan Dukungan Pengobatan (PDP) HIV-AIDS di Kota Sukabumi, ada di 4 fasilitas kesehatan. Di Rumah Sakit (RS) R Syamsudin, RS As Syfa, RS Al Mulk dan RS Secapa,” jelasnya.

Nantinya, para ODHA yang sudah terdata, bisa mengambil obat khusus bagi mereka, yang kerap disebut Obat Antiretroviral (ARV) di PDP Pemerintah Kota Sukabumi tersebut.

“Selain itu, untuk langkah antisipasi awal, Pemerintah Kota Sukabumi juga menyediakan layanan konseling dan juga VCT (Voluntary counselling and testing) sebagai deteksi dini bagi HIV-AIDS, di seluruh Puskesmas yang berada di Kota Sukabumi,” paparnya.

Masih menurut Lulis, penambahan kasus yang terjadi saat ini trennya dikarenakan penyebab dari prilaku LSL (Lelaki Seks dengan Lelaki).

“Secara nasional juga sama, kasus baru HIV-AIDS dominan lebih disumbang karena populasi LSL,” tandasnya. Ardan/Wan/Mbi

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lindungi Korban Pelecehan Seksual dan Seret Pelaku ke Polisi

    Lindungi Korban Pelecehan Seksual dan Seret Pelaku ke Polisi

    • calendar_month Selasa, 1 Okt 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 57
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews — Pimpinan DPRD Kota Bandung Dr. H. Edwin Senjaya, S.E., M.M., memberikan perlindungan bagi anak di bawah umur korban pelecehan seksual dan pencabulan di Bandung Kidul, Selasa, 1 Oktober 2024. Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Dr.H Edwin Senjaya SE.MM ,menerima laporan dari warga Kecamatan Bandung Kidul Kota Bandung , ada seorang anak di […]

  • Dorong Pemulihan Ekonomi Masyarakat, Syamsul Bachri: Optimis Pariwisata Jawa Barat Akan Bangkit

    Dorong Pemulihan Ekonomi Masyarakat, Syamsul Bachri: Optimis Pariwisata Jawa Barat Akan Bangkit

    • calendar_month Sabtu, 19 Mar 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 55
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat , H. Syamsul Bachri SH, MBA optimis pada tahun 2022 ini sector kaperiwisataan Jawa Barat akan terus bangkit. Untuk itu, Kita harus optimis dan mendorong pemulihan ekonomi masyarakat terutama untuk sector kepariwisataan. Di tahun 2022, pemerintah daerah mulai memberikan ijin buka untuk pusat perbelanjaan , Restoraan/café, […]

  • Merasa Dibohongi DPRD Kota Sukabumi, Mahasiswa Akan Usut Tuntas

    Merasa Dibohongi DPRD Kota Sukabumi, Mahasiswa Akan Usut Tuntas

    • calendar_month Sabtu, 10 Okt 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 57
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Aksi damai menolak UU Cipta Kerja elemen masyarakat di Kota Sukabumi membuahkan hasil. Namu tidak sesuai yang diharapkan. ” Meskipun DPRD Kota Sukabumi dalam aksi demonstrasi kemarin telah mengeluarkan surat secara kelembagaan, yang dianggap rancu. Akan tetapi itu bukan tujuan puncak kita dan belum bisa dikatakan menang dalam perjuangan penolakan Omnibus Law […]

  • Terkait Karantina Lokal, Pemkot Bandung  Terus Berkoordinasi Dengan Pemda Tetangga

    Terkait Karantina Lokal, Pemkot Bandung Terus Berkoordinasi Dengan Pemda Tetangga

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 47
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah tetangga untuk mencegah penyebaran virus corona. Termasuk juga berkoordinasi kemungkinan diberlakukannya karantina lokal. “Untuk antar wilayah, Kota Bandung sudah berdiskusi dengan Cimahi, Sumedang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Kami berdiskusi dengan kepala daerah yang lain. Kita sedang melihat situasi perkembangan seperti apa,” kata Wali […]

  • Sambut Kemerdekaan RI ke 76, HDCI Sukabumi Peduli, Bagikan Paket Sembako Ke Masyarakat

    Sambut Kemerdekaan RI ke 76, HDCI Sukabumi Peduli, Bagikan Paket Sembako Ke Masyarakat

    • calendar_month Jumat, 13 Agt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 58
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Dalam Rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-76, Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Sukabumi, melakukan Bakti Sosial (Baksos) membagikan sembako kepada warga di beberapa Kelurahan Kota Sukabumi. Jumat (13/08/2021). Kegiatan tersebut dilaksanakan secara konvoi menuju beberapa Kelurahan di Kota Sukabumi, yakni Kelurahan Cibeureum, Kelurahan Baros, Kelurahan Cikundul, dan Kelurahan Warudoyong. Ketua HDCI Sukabumi, Sri Widagdo […]

  • Awal Pekan Tahun, Komoditas Harga cabe Rawit Merah  Di Sukabumi Alami Kenaikan

    Awal Pekan Tahun, Komoditas Harga cabe Rawit Merah Di Sukabumi Alami Kenaikan

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 50
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id –  Harga cabe rawit merah di awal pekan tahun 2020 ini terus meroket, saat ini komoditi tersebut dibandrol Rp70 ribu per kilogramnya. Sebelumnya harga cabe rawit merah berada dikisaran Rp48 ribu per kilonya. Harga tersebut juga tergolong tinggi dari harga normalnya sekitar Rp40 ribu per kilonya. Kabid  Perdagangan Dinas Koperasi perdagangan dan Perindustrian […]

expand_less