Breaking News
Trending Tags

Bappeda Sukabumi Perkuat Perlindungan Tenaga Kerja untuk Tekan Pengangguran

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • visibility 25
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI, Mbinews.id– Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), memperkuat upaya penanganan pengangguran dengan menyusun program kerja yang lebih terarah dan kolaboratif, melalui Kelompok Kerja (Pokja) 5 Perlindungan Sosial Tenaga Kerja. Langkah ini menjadi bagian dari penguatan Tim Penanganan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Sukabumi.

Kegiatan yang digelar Bappeda Kota Sukabumi itu dipimpin Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA) Bappeda Kota Sukabumi, Erni Agus Riyani, serta melibatkan sejumlah pemangku kepentingan yang memiliki peran dalam perlindungan dan pemberdayaan tenaga kerja.

Erni mengatakan, penyusunan program kerja Pokja 5, bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus mendorong optimalisasi perlindungan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat dan pekerja di Kota Sukabumi.

“Penyusunan program kerja ini bertujuan menyusun langkah strategis, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta mendorong optimalisasi perlindungan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat dan pekerja di Kota Sukabumi,”ujarnya. Jumat, (5/6/2026).

Menurut Erni, perlindungan sosial ketenagakerjaan merupakan instrumen penting untuk menjaga kesejahteraan pekerja sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Karena itu, sinergi antarinstansi dinilai menjadi faktor utama agar program yang dijalankan mampu memberikan dampak nyata terhadap penurunan angka pengangguran.

Dalam forum tersebut, berbagai program dan agenda kerja dibahas guna memastikan seluruh pekerja, khususnya kelompok rentan, memperoleh akses perlindungan sosial yang memadai. Selain itu, koordinasi antarperangkat daerah dan pemangku kepentingan juga diperkuat untuk mendukung implementasi program secara berkelanjutan.

“Koordinasi antarperangkat daerah dan pemangku kepentingan terus diperkuat agar pelaksanaan program perlindungan sosial tenaga kerja dapat berjalan optimal dan berkelanjutan,”katanya.

Erni menjelaskan, Pokja 5 beranggotakan unsur Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Dinas Sosial (Dinsos), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), BPJS Ketenagakerjaan, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), serta Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI).

Pokja tersebut bertugas mengoordinasikan perencanaan, pelaksanaan, dan sinergi program perlindungan sosial tenaga kerja. Beberapa program yang menjadi fokus antara lain penyusunan regulasi perlindungan pekerja migran, pengawasan penerapan Upah Minimum Kota (UMK), penanganan pengaduan dan mediasi ketenagakerjaan, hingga perlindungan bagi pekerja migran.

Selain itu, sambungnya, Pokja 5 juga memiliki tanggung jawab melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap capaian program perlindungan sosial tenaga kerja yang berkaitan dengan upaya penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Sukabumi.

“Pokja 5 juga menyusun laporan pelaksanaan program serta memberikan rekomendasi kebijakan kepada pimpinan terkait penanganan TPT melalui program perlindungan sosial tenaga kerja,”jelasnya.

Bappeda Kota Sukabumi menilai keberhasilan program perlindungan sosial tenaga kerja tidak hanya berdampak pada peningkatan kesejahteraan pekerja, tetapi juga memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat secara keseluruhan.

Melalui program kerja yang terarah dan kolaboratif, pemerintah daerah berharap dapat menghadirkan dukungan nyata bagi peningkatan kesejahteraan tenaga kerja sekaligus menekan angka pengangguran secara berkelanjutan.

“Dengan koordinasi yang semakin kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pihak terkait, upaya menekan angka pengangguran terbuka di Kota Sukabumi diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,”pungkas Erni.ardan/mbi.

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Urai Macet Ciwastra, Asep Sudrajat Dorong Pembukaan Akses Jalan Inspeksi Sungai Cidurian

    Urai Macet Ciwastra, Asep Sudrajat Dorong Pembukaan Akses Jalan Inspeksi Sungai Cidurian

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Bandung || MBInews.id — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung, Asep Sudrajat S.A.P., berharap akses jalan inspeksi Sungai CIdurian dapat segera digunakan oleh warga. Sebab, akses jalan yang sempat terbengkalai tersebut, dapat membantu mengurai kemacetan di Kawasan Ciwastra, Kota Bandung. Menurut Kang Upep, sapaan akrab Asep Sudrajat, dalam waktu dekat jalan tersebut sudah […]

  • Terkait Edaran Surat  Walikota Sukabumi,  Kamal :  DPRD Tidak Bisa Ditunda Kungker Daerah

    Terkait Edaran Surat Walikota Sukabumi, Kamal : DPRD Tidak Bisa Ditunda Kungker Daerah

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 24
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Ketua DPRD Kota Sukabumi Kamal Suherman mengatakan, di isu wabah COVID-19 saat ini, pihaknya tidak bisa melakukan penundaan pemberangkatan kerja ke luar daerah. Pasalnya, agenda DPRD Kota Sukabumi telah disusun melalui badan musyawarah (banmus) selama 1 bulan kedepan. Meskipun diakui Kamal, ada sebagin anggota dewan saat ini tengah melakukan kunjungan kerja (kunker) […]

  • Pekan Ini, Lima Komoditi Naik Harga Di Kota Sukabumi

    Pekan Ini, Lima Komoditi Naik Harga Di Kota Sukabumi

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 25
    • 0Komentar

    SUKABUMI- Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindutrian (Diskopdagrin) Kota Sukabumi menemukan lima komoditi alami penaikan harga saat lakukan pemantauan disejumlah Pasar Tradisioanl setemapt. Ke lima komoditi tersebut yakni,Cabai merah besar TW dari Rp28.000 menjadi Rp30 ribu/kg,Cabai merah besar lokal dari semula Rp40.000 menjadi Rp46 ribu/kg, kemudian cabai keriting hijau saat ini dijual Rp18 ribu atau […]

  • Lagi, Pemkot Bandung Gelar Operasi Minyak Goreng Curah

    Lagi, Pemkot Bandung Gelar Operasi Minyak Goreng Curah

    • calendar_month Selasa, 22 Mar 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 27
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) menggelar operasi pasar untuk minyak goreng curah di Pasar Ciwastra, Senin 21 Maret 2022. Dalam operasi pasar ini, satu liter minyak goreng curah dijual seharga Rp13.000. Minyak goreng curah ini didistribusikan kepada para pedagang. Pemkot Bandung merekomendasikan minyak goreng ini untuk dijual […]

  • Telah Dilantik Sebagai Anggota DPRD, Asep Rukmansyah Gelar Syukuran

    Telah Dilantik Sebagai Anggota DPRD, Asep Rukmansyah Gelar Syukuran

    • calendar_month Minggu, 1 Sep 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Mbinews.id, Cimahi– Anggota DPRD yang terpilih melakukan syukuran dalam konteks keberhasilannya setelah terpilih atau dilantik sebagai Anggota DPRD Kota Cimahi periode 2019-2024. Seperti halnya Asep Rukmansyah yang menjadi anggota dewan melakukan tasyakur bi nikmat sekaligus memperingati tahun baru 1441 Hijriyah, Minggu (1/9/2019) di perumahan Nata Endah Cbabat Cimahi Utara. Diketahui sebelumnya, sebanyak 45 Anggota DPRD […]

  • Ketua TP PKK dan Posyandu Kota Bandung 2025-2030: akan Ciptakan Keluarga Sejahtera dan Berdaya

    Ketua TP PKK dan Posyandu Kota Bandung 2025-2030: akan Ciptakan Keluarga Sejahtera dan Berdaya

    • calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 33
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menilai, menjadi pengurus dan kader Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) merupakan tugas mulia. Pasalnya, kerja-kerja para pengurus dan kader PKK berdampak pada pemberdayaan keluarga dan generasi mendatang. Beberapa program penting yang harus diperhatikan , diantaranya pemberantasan stunting, pengelolaan sampah berbasis keluarga, serta penguatan ketahanan pangan dan […]

expand_less