Breaking News
Trending Tags

Bandung Jadi Daerah Pertama Program Perintis Berdaya Connect, UMKM Siap Naik Kelas

  • account_circle MBI Admin
  • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
  • visibility 272
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG,Mbinews  – Kota Bandung dipercaya menjadi daerah pertama di Indonesia yang melaksanakan Program Perintis Berdaya Connect, sebuah program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang digagas Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM).

Program ini dirancang sebagai solusi terpadu atau one stop solution untuk memperkuat kapasitas UMKM, ekonomi kreatif, koperasi, hingga pelaku usaha masyarakat agar lebih produktif, berdaya saing, dan mandiri secara ekonomi.

Peluncuran program tersebut berlangsung di Bandung Creative Hub, Selasa (12/5/2026), dan dihadiri berbagai pemangku kepentingan dari pemerintah pusat maupun daerah.

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison, mengatakan Perintis Berdaya Connect hadir sebagai wadah kolaborasi yang mengintegrasikan berbagai bentuk dukungan bagi pelaku usaha masyarakat.

“Perintis Berdaya Connect ini merupakan one stop solution bagi pemerintah pusat dan daerah dalam membantu memberdayakan UMKM, ekonomi kreatif, koperasi, serta usaha masyarakat lainnya agar semakin produktif,” ujar Leontinus.

Ia menjelaskan, program tersebut mencakup sejumlah pilar utama, mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia (capacity building), akses usaha, pembiayaan, hingga perluasan pasar.

Melalui program ini, pelaku usaha akan mendapatkan pendampingan untuk memperoleh akses bahan baku, teknologi produksi, pemasaran berbasis omnichannel, legalitas usaha, hingga perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

Tak hanya itu, pelaku usaha yang telah menunjukkan perkembangan juga akan difasilitasi untuk mendapatkan akses pembiayaan guna memperbesar skala usahanya.

Menurut Leontinus, keberhasilan program tidak hanya diukur dari peningkatan omzet, tetapi juga dari kemampuan pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi, menciptakan lapangan kerja baru, dan meningkatkan daya saing produk.

“Harapannya mereka tidak hanya mampu mempertahankan bisnis, tetapi juga naik kelas. Yang sebelumnya belum memanfaatkan teknologi bisa mulai beradaptasi, dan yang belum memiliki akses pembiayaan akan kita bantu agar bisa berkembang lebih cepat,” katanya.

Program Perintis Berdaya Connect juga menjadi bagian dari strategi nasional pengentasan kemiskinan sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 8. Pemerintah menargetkan masyarakat tidak hanya menjadi penerima bantuan sosial, tetapi mampu tumbuh menjadi pelaku ekonomi yang mandiri dan produktif.

“Target akhirnya adalah masyarakat Indonesia tidak bergantung pada bantuan sosial, tetapi mampu berdaya dan mandiri secara ekonomi,” tegasnya.

Bandung dipilih sebagai daerah pertama pelaksanaan program karena dinilai memiliki ekosistem ekonomi kreatif yang kuat dan berkembang pesat. Kota ini dikenal sebagai salah satu pusat industri kreatif nasional dengan kekuatan pada sektor kuliner, fesyen, kriya, hingga pariwisata.

Menurut Leontinus, pendekatan pemberdayaan ekonomi harus disesuaikan dengan karakteristik dan potensi unggulan masing-masing daerah agar hasilnya lebih optimal.

“Bandung memiliki kreativitas yang luar biasa. Wisatawan dari berbagai daerah bahkan mancanegara datang setiap akhir pekan. Potensi inilah yang harus terus diperkuat dan dikembangkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, menyambut baik penunjukan Kota Bandung sebagai pilot project Program Perintis Berdaya Connect.

Menurutnya, program tersebut akan menjadi peluang besar untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Kota Bandung.

“Kami mengapresiasi Kemenko PM yang telah mempercayakan Bandung sebagai daerah pertama pelaksanaan program ini. Berbagai peluang untuk memajukan ekonomi kreatif akan kami kolaborasikan bersama seluruh pemangku kepentingan,” katanya.

Adi berharap program ini tidak hanya menyasar subsektor kuliner, fesyen, dan kriya, tetapi juga mampu menjangkau sektor kreatif berbasis teknologi seperti media digital, konten kreatif, animasi, dan industri kreatif masa depan lainnya.

Dengan dukungan pemerintah pusat dan kolaborasi lintas sektor, Perintis Berdaya Connect diharapkan menjadi motor penggerak lahirnya pelaku usaha baru yang lebih tangguh, inovatif, dan mampu bersaing di pasar nasional maupun global.

Penulis

Mengabarkan Berita Infomatif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BNK Sukabumi  Bentuk Satgas PPK  Bersih Narkoba

    BNK Sukabumi Bentuk Satgas PPK Bersih Narkoba

    • calendar_month Selasa, 3 Sep 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 130
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id -Badan Narkotika Kabupaten(BNK) Sukabumi lakukan inflementasi Perpres No.6 tahun 2018 tentang penguatan P4GN dilingkungan Dinas Pendidikan Kota dan Kabupaten Sukabumi yang digelar di Hotel Pangrango, Salabintana Kabupaten Sukabumi, Selasa (03/09/19). ” Inplementasi dari Perpres No. 6 tahun 2018 tentang penguatan P4GN dimana penguatan P4GN di antaranya harus diperkuat lingkup pendidikan, hari ini hadir […]

  • Co-Working Space Rancasari, Pusat UMKM Naikkan Level Marketing

    Co-Working Space Rancasari, Pusat UMKM Naikkan Level Marketing

    • calendar_month Sabtu, 23 Jul 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 140
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Lebih dari 200 UMKM di Kecamatan Rancasari, Kota Bandung tumbuh bersama meningkatkan kapasitas mereka di bidang marketing. Mulai dari yang baru akan merintis, sampai usaha yang sudah berkembang kumpul bersama di Co-Working Space (CWS) Rancasari. Ketua UMKM Rancasari Madani, Erna Herawati menyampaikan, rata-rata omzet para pelaku UMKM di sini mencapai Rp5 – […]

  • Bulan Nopember 2019, Kota Sukabumi Alami Inflasi Sebesar 0.28 Persen

    Bulan Nopember 2019, Kota Sukabumi Alami Inflasi Sebesar 0.28 Persen

    • calendar_month Sabtu, 28 Des 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 127
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Kota Sukabumi alami inflasi sebesar 0,28% di bulan November. Tentunya ini berbeda jika dibandingkan dengan dua bulan kebelakang, dimana Kota Sukabumi alami deflasi.”Memang kalau melihat dua bulan belakang, yakni September dan Oktober Kota Sukabumi alami deflasi. Sedangkan di bulan November alami inflasi sebesar 0,28 persen,”ujar Sekretaris Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota […]

  • Perlu Peningkatan Penegakan Hukum dan Aturan untuk Tertibkan Reklame di Kota Bandung

    Perlu Peningkatan Penegakan Hukum dan Aturan untuk Tertibkan Reklame di Kota Bandung

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 139
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews — Anggota Pansus 3 DPRD Kota Bandung Yoel Yosaphat, ST menyampaikan kepada MBInews.id, bahwa untuk mendorong upaya penegakan hukum, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung melalui Pansus 3, kini tengah di bahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Reklame, dikarenakan banyak Reklame di Kota Bandung yang tidak berizin. Sehimgga, perlu meningkatkan penegakkan […]

  • Wakil Wali Kota Bandung Resmikan Pos Kesehatan Pesantren, Garda Terdepan Kesehatan Santri

    Wakil Wali Kota Bandung Resmikan Pos Kesehatan Pesantren, Garda Terdepan Kesehatan Santri

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Bandung || MBInews.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung meresmikan Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) di Pondok Pesantren Nurul Iman, pada Rabu, 10 September 2025. Kehadiran Poskestren ini menjadi bagian dari gerakan Aksi Bergizi sekaligus peluncuran model Pesantren Sehat yang diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam meningkatkan kesehatan santri. Wakil Wali Kota Bandung, Erwin menyebut, kesehatan adalah […]

  • Tentukan Pilihan Yang Tetap, Serasi Achmad Fahmi-Dida Pasangan Yang Tepat Jadi Pilihan di Pilkada 2024 Kota Sukabumi

    Tentukan Pilihan Yang Tetap, Serasi Achmad Fahmi-Dida Pasangan Yang Tepat Jadi Pilihan di Pilkada 2024 Kota Sukabumi

    • calendar_month Rabu, 14 Agt 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 125
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id– Meskipun tidak mudah dalam menentukan sebuah pilihan, namun bagi dunia perpolitikan proses pikiran dan mental untuk menetukan pilihan terbaik akan memberikan satu hasil yang tepat. Hal itu juga dibuktikan dengan salah satu bakal calon (balon) Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, yang akhirnya menggandeng Dida Sembada untuk mendampinginya sebagai balon Wakil Wali Kota Sukabumi. […]

expand_less