Bandung Jadi Daerah Pertama Program Perintis Berdaya Connect, UMKM Siap Naik Kelas
- account_circle MBI Admin
- calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
- visibility 187
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANDUNG,Mbinews – Kota Bandung dipercaya menjadi daerah pertama di Indonesia yang melaksanakan Program Perintis Berdaya Connect, sebuah program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang digagas Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM).
Program ini dirancang sebagai solusi terpadu atau one stop solution untuk memperkuat kapasitas UMKM, ekonomi kreatif, koperasi, hingga pelaku usaha masyarakat agar lebih produktif, berdaya saing, dan mandiri secara ekonomi.
Peluncuran program tersebut berlangsung di Bandung Creative Hub, Selasa (12/5/2026), dan dihadiri berbagai pemangku kepentingan dari pemerintah pusat maupun daerah.
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison, mengatakan Perintis Berdaya Connect hadir sebagai wadah kolaborasi yang mengintegrasikan berbagai bentuk dukungan bagi pelaku usaha masyarakat.
“Perintis Berdaya Connect ini merupakan one stop solution bagi pemerintah pusat dan daerah dalam membantu memberdayakan UMKM, ekonomi kreatif, koperasi, serta usaha masyarakat lainnya agar semakin produktif,” ujar Leontinus.
Ia menjelaskan, program tersebut mencakup sejumlah pilar utama, mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia (capacity building), akses usaha, pembiayaan, hingga perluasan pasar.
Melalui program ini, pelaku usaha akan mendapatkan pendampingan untuk memperoleh akses bahan baku, teknologi produksi, pemasaran berbasis omnichannel, legalitas usaha, hingga perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
Tak hanya itu, pelaku usaha yang telah menunjukkan perkembangan juga akan difasilitasi untuk mendapatkan akses pembiayaan guna memperbesar skala usahanya.
Menurut Leontinus, keberhasilan program tidak hanya diukur dari peningkatan omzet, tetapi juga dari kemampuan pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi, menciptakan lapangan kerja baru, dan meningkatkan daya saing produk.
“Harapannya mereka tidak hanya mampu mempertahankan bisnis, tetapi juga naik kelas. Yang sebelumnya belum memanfaatkan teknologi bisa mulai beradaptasi, dan yang belum memiliki akses pembiayaan akan kita bantu agar bisa berkembang lebih cepat,” katanya.
Program Perintis Berdaya Connect juga menjadi bagian dari strategi nasional pengentasan kemiskinan sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 8. Pemerintah menargetkan masyarakat tidak hanya menjadi penerima bantuan sosial, tetapi mampu tumbuh menjadi pelaku ekonomi yang mandiri dan produktif.
“Target akhirnya adalah masyarakat Indonesia tidak bergantung pada bantuan sosial, tetapi mampu berdaya dan mandiri secara ekonomi,” tegasnya.
Bandung dipilih sebagai daerah pertama pelaksanaan program karena dinilai memiliki ekosistem ekonomi kreatif yang kuat dan berkembang pesat. Kota ini dikenal sebagai salah satu pusat industri kreatif nasional dengan kekuatan pada sektor kuliner, fesyen, kriya, hingga pariwisata.
Menurut Leontinus, pendekatan pemberdayaan ekonomi harus disesuaikan dengan karakteristik dan potensi unggulan masing-masing daerah agar hasilnya lebih optimal.
“Bandung memiliki kreativitas yang luar biasa. Wisatawan dari berbagai daerah bahkan mancanegara datang setiap akhir pekan. Potensi inilah yang harus terus diperkuat dan dikembangkan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, menyambut baik penunjukan Kota Bandung sebagai pilot project Program Perintis Berdaya Connect.
Menurutnya, program tersebut akan menjadi peluang besar untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Kota Bandung.
“Kami mengapresiasi Kemenko PM yang telah mempercayakan Bandung sebagai daerah pertama pelaksanaan program ini. Berbagai peluang untuk memajukan ekonomi kreatif akan kami kolaborasikan bersama seluruh pemangku kepentingan,” katanya.
Adi berharap program ini tidak hanya menyasar subsektor kuliner, fesyen, dan kriya, tetapi juga mampu menjangkau sektor kreatif berbasis teknologi seperti media digital, konten kreatif, animasi, dan industri kreatif masa depan lainnya.
Dengan dukungan pemerintah pusat dan kolaborasi lintas sektor, Perintis Berdaya Connect diharapkan menjadi motor penggerak lahirnya pelaku usaha baru yang lebih tangguh, inovatif, dan mampu bersaing di pasar nasional maupun global.
Saat ini belum ada komentar