GPM Digelar di 35 Lokasi, Pemkot Sukabumi Tekan Inflasi dan Dorong UMKM
- account_circle mbiredaktur
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 49
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUKABUMI,Mbinews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi memperluas pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai salah satu strategi menjaga stabilitas harga pangan sekaligus mengendalikan inflasi daerah. Tahun ini, program yang digelar Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi tersebut ditargetkan berlangsung di 35 lokasi yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Pelaksanaan GPM berlangsung di kawasan Cipelang Herang, Kelurahan Karang Tengah, Kota Sukabumi, Selasa (11/8/2026), dan dipantau langsung oleh Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli sejumlah kebutuhan pangan pokok, seperti beras, minyak goreng, dan daging ayam dengan harga di bawah harga pasar.
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki mengatakan, GPM merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menjaga keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat sekaligus mengendalikan tekanan inflasi.
Menurut Ayep, pelaksanaan GPM kali ini dibiayai dari hadiah penghargaan yang diterima Pemkot Sukabumi setelah meraih peringkat terbaik kedua dalam penanganan inflasi tingkat Jawa-Bali dari Kementerian Dalam Negeri.
“GPM kami dorong untuk terus berlanjut, karena manfaatnya tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan pangan dengan harga yang lebih terjangkau, tetapi juga mampu menggerakkan aktivitas ekonomi di lingkungan sekitar,”ujar Ayep.
Ia menilai, keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam kegiatan GPM turut memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Kehadiran UMKM dalam kegiatan tersebut memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk memasarkan produknya sekaligus meningkatkan transaksi.
“GPM bukan hanya instrumen untuk membantu masyarakat mendapatkan pangan murah. Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi UMKM untuk berjualan sehingga perputaran ekonomi di sekitar lokasi dapat semakin meningkat,”kata Ayep.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Kota Sukabumi, Ade Darmawan, mengatakan, pihaknya menargetkan pelaksanaan GPM tahun ini dapat menjangkau 35 lokasi di berbagai kecamatan.
Selain memperluas cakupan wilayah, DKP3 juga menargetkan kegiatan tersebut dapat dilaksanakan secara rutin dengan frekuensi sekitar empat hingga delapan kali dalam sebulan.
“Frekuensi pelaksanaan akan kami tingkatkan agar masyarakat di berbagai wilayah Kota Sukabumi memiliki akses yang lebih mudah terhadap bahan pangan pokok dengan harga yang terjangkau,”ujar Ade.
Ade menjelaskan, sejumlah komoditas yang disediakan dalam GPM di antaranya beras, minyak goreng, dan daging ayam. Harga komoditas tersebut ditawarkan di bawah harga pasar sehingga diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
Menurut dia, keberlanjutan GPM juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Dengan frekuensi yang lebih tinggi serta lokasi yang tersebar, manfaat program diharapkan dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas.
Di sisi lain, keterlibatan UMKM menjadi nilai tambah dalam pelaksanaan GPM. Para pelaku usaha lokal mendapatkan kesempatan meningkatkan penjualan sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat di lokasi kegiatan.
“GPM kami harapkan tidak berhenti sebagai program pengendalian inflasi, tetapi juga mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat. Dengan demikian, manfaatnya dapat dirasakan baik oleh konsumen maupun pelaku usaha,”pungkas Ade.ardan/mbi.
- Penulis: mbiredaktur
Saat ini belum ada komentar