Bandung Perangi Zero Dose, Farhan Ajak Semua Pihak Lawan Hoaks Vaksin
- account_circle MBI Admin
- calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
- visibility 28
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANDUNG,Mbinews – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa persoalan anak zero dose atau anak yang belum pernah menerima satu pun imunisasi dasar bukan sekadar persoalan angka statistik, melainkan menyangkut masa depan generasi bangsa yang harus dilindungi bersama.
Hal tersebut disampaikan Farhan saat mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, dalam kegiatan Kunjungan Lapangan Tematik dan Media Briefing “Mengejar Anak Zero Dose” di UPTD Pelatihan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Selasa (12/5/2026).
“Fenomena anak zero dose bukan sekadar angka statistik. Di balik istilah itu ada masa depan anak-anak yang harus kita jaga bersama,” kata Farhan.
Menurutnya, tantangan terbesar dalam upaya meningkatkan cakupan imunisasi saat ini bukan hanya akses layanan kesehatan, tetapi juga masih kuatnya penolakan vaksin dan maraknya disinformasi yang berkembang di masyarakat.
Farhan mengakui masih terdapat sebagian kelompok masyarakat yang menolak imunisasi karena perbedaan pandangan maupun terpengaruh informasi yang tidak benar mengenai vaksin.
Karena itu, ia menilai penyelesaian masalah tersebut tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dan tenaga kesehatan. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk membangun pemahaman yang benar tentang pentingnya imunisasi bagi anak.
“Kerja sama 360 derajat menjadi sangat penting agar anak-anak kita tidak kehilangan hak mendapatkan imunisasi dasar,” ujarnya.
Ia menyebut tokoh agama, tokoh masyarakat, kader Posyandu, akademisi, media massa, hingga pengurus kewilayahan seperti RT dan RW memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap program imunisasi.
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, mengungkapkan Indonesia masih menghadapi tantangan serius terkait tingginya jumlah anak yang belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap.
Berdasarkan data tahun 2025, terdapat sekitar 2,3 juta anak di Indonesia yang masuk kategori zero dose. Anak-anak tersebut belum memperoleh imunisasi dasar seperti campak, polio, DPT, maupun vaksin penting lainnya.
“Cakupan imunisasi nasional memang sudah mencapai sekitar 80 persen. Namun untuk menciptakan kekebalan komunal atau herd immunity, diperlukan cakupan minimal 90 persen,” jelas Dante.
Menurutnya, masih ditemukannya kasus campak dan sejumlah penyakit menular lainnya menjadi bukti bahwa masih terdapat celah perlindungan kesehatan bagi anak-anak Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Dante memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang berhasil menurunkan jumlah anak zero dose secara signifikan dalam satu tahun terakhir.
Dari sekitar 102 ribu anak pada tahun sebelumnya, jumlah tersebut berhasil ditekan menjadi 67 ribu anak pada 2025.
“Penurunannya hampir 40 ribu anak. Ini capaian yang luar biasa dan menunjukkan kerja keras semua pihak,” ujarnya.
Dante menilai Kota Bandung memiliki potensi besar menjadi model nasional dalam percepatan penanganan anak zero dose melalui inovasi layanan kesehatan, penguatan peran Posyandu, serta kolaborasi lintas sektor yang terus diperkuat.
Ia juga mengajak media massa untuk mengambil peran aktif dalam melawan hoaks dan disinformasi terkait vaksin yang masih banyak beredar di media sosial.
“Media harus menjadi bagian dari solusi dengan menghadirkan informasi yang benar tentang pentingnya imunisasi,” tegasnya.
Di akhir kunjungannya, Dante menekankan bahwa pemenuhan hak kesehatan anak merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.
Karena itu, ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, media, dan masyarakat dapat terus diperkuat agar tidak ada lagi anak yang kehilangan hak memperoleh imunisasi dasar.
“Melindungi anak dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi adalah investasi terbaik untuk masa depan bangsa,” pungkasnya.
Saat ini belum ada komentar