Disnaker Bandung Perkuat Produktivitas UMKM Lewat Pelatihan Intensif Lima Hari
- account_circle MBI Admin
- calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
- visibility 26
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANDUNG,Mbinews – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung terus memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui Pelatihan Peningkatan Produktivitas (P3) yang diikuti puluhan pelaku usaha dan calon wirausaha baru. Program ini menjadi langkah strategis untuk mencetak UMKM yang lebih produktif, inovatif, dan mampu bersaing di era ekonomi digital.
Pelatihan yang berlangsung di Hotel Oakwood Merdeka Bandung tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Bandung dalam memperkuat fondasi ekonomi berbasis masyarakat sekaligus mendorong lahirnya pelaku usaha yang tangguh dan berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, menegaskan bahwa UMKM memiliki peran vital sebagai penggerak utama perekonomian daerah.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi kita. Ketika UMKM kuat, maka ekonomi Kota Bandung juga akan melesat,” ujar Yayan.
Menurutnya, tantangan dunia usaha saat ini semakin kompleks. Pelaku UMKM tidak hanya menghadapi kompetisi di tingkat lokal, tetapi juga harus mampu bersaing dengan produk-produk global yang semakin mudah diakses masyarakat melalui platform digital.
“Kita tidak lagi hanya bersaing dengan tetangga sebelah. Saat ini kita bersaing dengan produk dari berbagai negara yang hadir hanya melalui genggaman ponsel,” katanya.
Ubah Pola Pikir, Bangun Bisnis Berkelanjutan
Yayan menjelaskan, Pelatihan Peningkatan Produktivitas tidak hanya berfokus pada aspek teknis usaha, tetapi juga mendorong perubahan pola pikir para peserta agar mampu membangun bisnis yang berkelanjutan dan berorientasi pada pertumbuhan.
Menurutnya, pelaku UMKM perlu bertransformasi dari sekadar menjalankan usaha untuk memenuhi kebutuhan harian menjadi membangun bisnis yang memiliki visi jangka panjang.
“Pelatihan ini bertujuan mengubah cara pandang dari sekadar berjualan untuk hari ini menjadi membangun bisnis yang berkelanjutan. Kita ingin UMKM Bandung naik kelas, bukan hanya jago kandang, tetapi siap bersaing hingga pasar ekspor,” ungkapnya.
Selain penguatan mindset kewirausahaan, peserta juga mendapatkan pembekalan terkait efisiensi operasional, pengendalian kualitas produk, strategi peningkatan produktivitas, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas pasar dan meningkatkan keuntungan usaha.
Perkuat Kolaborasi dan Ekosistem Usaha
Dalam kesempatan tersebut, Yayan juga menekankan pentingnya membangun kolaborasi antar pelaku usaha. Menurutnya, kemitraan yang kuat akan menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan momentum pelatihan untuk memperluas jaringan bisnis dan membuka peluang kerja sama.
“Jangan melihat peserta lain sebagai kompetitor. Jadikan mereka mitra kolaborasi. Ekonomi Bandung akan semakin kuat jika kita tumbuh bersama dan saling sauyunan,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Kerja Disnaker Kota Bandung, Rina Indrisari Nugraha, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu program prioritas tahun 2026 dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan pelaku usaha di Kota Bandung.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap para peserta mampu mengembangkan usaha secara lebih produktif, adaptif, dan memiliki daya saing yang kuat, baik di tingkat lokal maupun nasional,” ujarnya.
Pelatihan Peningkatan Produktivitas (P3) berlangsung selama lima hari, mulai 18 hingga 22 Mei 2026, dengan melibatkan 60 peserta yang berasal dari pelaku UMKM dan calon wirausaha baru di Kota Bandung.
Program ini diharapkan menjadi salah satu motor penggerak lahirnya UMKM unggul yang mampu berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di Kota Bandung.
Saat ini belum ada komentar