Breaking News
Trending Tags

Hari Kesaktian Pancasila, Sekda Imbau Pemuda Seimbangkan IQ, EQ, dan SQ

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Sabtu, 1 Okt 2022
  • visibility 155
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, MBInews.id – Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober menjadi momen untuk seluruh masyarakat berkontemplasi dalam mengimplementasi nilai-nilai dasar negara ini.

Terutama bagi para generasi muda yang akan menjadi tonggak penerus bangsa. Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna seusai upacara di Balai Kota Bandung, Sabtu 1 Oktober 2022.

“Kita terus berupaya untuk menjaga nilai-nilai ini agar bisa diaplikasikan juga oleh kalangan muda, salah satunya melalui Dinas Pendidikan. Supaya mereka bisa menjadi generasi penerus yang tidak hanya cerdas dalam sisi IQ, tapi juga EQ dan SQ-nya,” jelas Ema.

Dengan begitu, para generasi muda mampu mengaktualisasikan diri bukan hanya cerdas dalam sisi berpelajaran, tapi juga dalam berperilaku.

“Ini yang harus menjadi fokus kita. Bagaimana menyiapkan generasi mendatang agar jauh lebih baik melalui pendidikan baik formal maupun nonformal,” ujarnya.

Walaupun ia mengakui, dalam kehidupan bermasyarakat, masih ada hal-hal tidak terpuji yang dilakukan oleh generasi muda. Salah satunya aksi vandalisme yang mulai marak terjadi kembali.

Menurutnya, tidak ada nilai baik dalam aksi vandalisme. Sekalipun mereka ingin eksis, tapi dengan cara dan gaya seperti ini malah mendatangkan nilai-nilai yang bertentangan dengan Pancasila.

“Saya pikir ini yang harus kita berantas. Diskominfo bahkan sampai membuat sayembara terkait ini, dan kita akan dukung,” tegasnya.

Ia mengatakan, jika ditemukan kebenarannya melalui CCTV, maka Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan mengambil langkah hukum agar menimbulkan efek jera bagi para pelaku.

“CCTV akan kita pantau agar tidak salah bertindak secara objektif. Kami akan laporkan kepada aparat hukum untuk memproses tindakan kriminal ini,” ucapnya.

Selain itu, bagi Ema, nilai-nilai Pancasila secara general sudah berjalan sangat baik di Kota Bandung. Terutama dalam kehidupan beragama di Kota Bandung sudah sangat damai dan kondusif. Apalagi dengan hadirnya beberapa kampung toleransi di Kota Bandung.

“Itu menjadi bukti bahwa kerukunan kehidupan yang berlandaskan agama sudah berjalan dengan baik. Setiap warga bisa beribadah sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing. Sudah tidak ada lagi bicara tentang unsur SARA,” tuturnya.

Terlebih dalam momentum Hari Jadi Kota Bandung (HJKB), kebersamaan masyarakat sangat terasa dalam gerakan Bebersih Kota Bandung. Kolaborasi dari berbagai pihak pun terjalin.

“Ini menunjukkan rasa kebersatuan yang terjalin antara kita. Tidak ada tindakan yang berbau diskriminatif. Nilai kemanusiaan seperti rasa berbagi dan peduli terus terjaga di masyarakat Kota Bandung,” ungkapnya.

Selanjutnya, tidak ada kebijakan yang bersifat otoritarian yang memaksakan kehendak, sehingga merugikan masyarakat.

Meski ia mengakui, masih ada kekurangan dan ketidakpuasan yang dirasakan masyarakat, tapi itu sebuah kewajaran. Namun, secara keseluruhan proses mekanismenya tetap diaga kondusif.

“Di dalam pemerintahan juga mekanisme berjalan. Tidak ada yang saling overlap. Tidak ada yang saling merasa berkuasa dan berkekuatan,” katanya.

“Semuanya dilaksanakan secara proporsional dan sejalan sesuai dengan tugas dan pokok fungsi juga peran serta tanggung jawab mereka,” imbuhnya.

Hal ini merupakan satu ukuran nilai-nilai Pancasila di Kota Bandung sudah berjalan dengan baik. Apalagi dalam implementasinya pun, Pemkot Bandung dibantu dengan beragam organisasi, seperti FKUB, organisasi yang khusus menangani agar masyarakat terus bisa mempererat rasa persatuan dan kebangsaan.

“Di kita ada MUI dan aparat penegak hukum. Jika ada hal yang menyimpang dari landasan ideal Pancasila, sudah ada ukuran-ukuran dan tindakannya seperti apa,” ujarnya.

Ema berpesan, agar semua perilaku setiap lapisan masyarakat harus berlandaskan kepada kekuatan berkeTuhanan, artinya semua beragama.

“Kalau sudah landasannya agama, tidak ada nilai dan ajaran agama yang jelek. Kita harus selalu dalam kehidupan kerukunan dalam bingkai NKRI,” ucapnya.

Ia melanjutkan, masyarakat Kota Bandung juga harus terus peduli dan berperikemanusiaan, tidak merasa saling super power.

“Kita terus berbagi secara proporsional. Mudah-mudahan nilai ini bisa diterapkan ke seluruh lapisan usia tapi tentunya dengan porsi dan cara masing-masing,” harapnya. (din-pipi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Triwulan I 2022, Bank Bjb Catatkan Pertumbuhan Laba 28,6% Year On Year

    Triwulan I 2022, Bank Bjb Catatkan Pertumbuhan Laba 28,6% Year On Year

    • calendar_month Senin, 9 Mei 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 102
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) berhasil mencatatkan kinerja positif pada triwulan I tahun 2022 berkat kolaborasi serta inovasi digitalisasi. Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi mengatakan bank bjb menunjukan performa positif dan tumbuh lebih tinggi pada triwulan pertama tahun ini. Kinerja cemerlang ini berkat kerja keras […]

  • Study Tour Sekolah di Kota Bandung Tidak boleh dipaksa

    Study Tour Sekolah di Kota Bandung Tidak boleh dipaksa

    • calendar_month Sabtu, 25 Jan 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 155
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Menanggapi rencana SMP Negeri 2 Kota Bandung yang akan melaksanakan kegiatan study tour ke pulau Bali. Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung Andri Gunawan menegaskan bahwa pihak sekolah tidak boleh memaksakan kehendak kepada siswa yang menolak mengikuti kegiatan study tour yang sifatnya “tidak wajib”. Gak boleh maksa, soal study tour itu gak […]

  • Tiga Kandidat Ikuti Wawancara Calon Kepala Dukcapil Kota Sukabumi oleh Kemendagri

    Tiga Kandidat Ikuti Wawancara Calon Kepala Dukcapil Kota Sukabumi oleh Kemendagri

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 167
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Pemerintah Kota Sukabumi memfasilitasi pelaksanaan wawancara bagi calon Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) oleh tim dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Senin (09/03/2026). Tahapan ini menjadi bagian penting dalam proses pengisian jabatan Kepala Dinas Dukcapil Kota Sukabumi yang saat ini masih dijabat oleh pelaksana tugas (Plt). […]

  • Hendry Ch. Bangun Tidak Berhak Ajukan Proposal Terkait PWI Pusat

    Hendry Ch. Bangun Tidak Berhak Ajukan Proposal Terkait PWI Pusat

    • calendar_month Selasa, 19 Nov 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 148
    • 0Komentar

    JAKARTA, Mbinews – Surat Administrasi Hukum Umum (AHU) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) kini telah resmi diblokir, yang secara hukum menguatkan keputusan bahwa Hendry Ch Bangun tidak lagi memiliki hak untuk mengajukan proposal atau tindakan administratif lainnya atas nama PWI Pusat. Jakart 17 Nopember 2024. Pemblokiran ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas keputusan pemberhentian Hendry Ch […]

  • Fahmi Serahkan Hasil Udunan Online Untuk Palestina

    Fahmi Serahkan Hasil Udunan Online Untuk Palestina

    • calendar_month Selasa, 8 Jun 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 152
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id– WaliKota Sukabumi Achmad Fahmi, menyerahkan bantuan Donasi Palestina melalui Udunan Online yang dikelola Forum Silih Asah Asuh secara simbolis ke Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Jawa Barat di Balai Kota Sukabumi, Selasa (8/6/2021). Langkah penggalangan donasi ini sebelumnya digagas sebagai bentuk kepedulian warga Sukabumi kepada rakyat Palestina yang menjadi korban penyerangan Israel […]

  • Berebut Nafas di Dalam Lapas Sukabumi

    Berebut Nafas di Dalam Lapas Sukabumi

    • calendar_month Minggu, 12 Sep 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 144
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Akibat kecilnya lahan yang ada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-B Sukabumi, membuat tidak adanya sisa bidang tanah yang bisa dibangun untuk kamar hunian warga binaan pemayarakatan (wbp). Sedangkan kondisi wbp yang berada di Lapas Kelas II-B Sukabumi saat ini, jumlahnya sudah melebihi kapasitas bangunan yang ada, Minggu (12/9/2021). “Saat ini, kondisi […]

expand_less