Breaking News
Trending Tags

Lima Kota Kabupaten Bergabung, Masalah Pokok Cekungan Bandung Terselesaikan

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Jumat, 1 Apr 2022
  • visibility 149
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews.id – Permasalahan seperti banjir, kemacetan, dan sampah kerap kali terjadi irisan antar wilayah. Untuk menyelesaikannya, pemerintah kota (Pemkot) maupun kabupaten sering terkendala pada regulasi yang ada di wilayah masing-masing.

Melalui Perpres nomor 45 tahun 2018 dan Pergub Jawa Barat nomor 86 tahun 2020 dibentuklah Badan Pengelola Kawasan Perkotaan Cekungan Kota Bandung. Aglomerasi kawasan seluas 349.750 ha ini meliputi lima wilayah kota dan kabupaten, yakni Kota Bandung dan Kota Cimahi sebagai kawasan inti. Lalu tiga kabupaten lainnya, antara lain Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, dan sebagian Kabupaten Sumedang.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota, Yana Mulyana menyambut baik aglomerasi cekungan Bandung ini.

Menurut Yana, dengan bergabungnya lima wilayah tersebut, regulasi-regulasi yang kerap membatasi gerak untuk mengambil kebijakan akan menjadi lebih cair.

“Justru sebetulnya dengan aglomerasi ini masalah batas wilayah itu menjadi cair. Koordinasi di Badan Pengelola Kawasan Perkotaan Cekungan Kota Bandung sudah tidak boleh ada lagi ego sektoral antar wilayah. Kadang administratif dari regulasi kewenangan yang membuat kita jadi terbatas untuk bergerak,” ungkap Yana, pada Kamis, 31 Maret 2022 di Aula Timur Gedung Sate.

Bahkan, sebelum badan pengelola terbentuk, para pimpinan telah sepakat untuk menyelesaikan masalah bersama.

“Alhamdulillah sudah diwadahi oleh pemerintah provinsi lewat badan cekungan ini, yang terdiri dari lima wilayah, salah satunya Kota Bandung,” ujarnya.

Pada rapat koordinasi bersama para kepala daerah yang tergabung dalam cekungan Kota Bandung, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyampaikan, dengan adanya badan pengelola ini pimpinan dari lima daerah yang sering bersinggungan, bisa saling berkoordinasi dan diskusi.

“Salah satunya yang sudah kita selesaikan bersama itu Sungai Citarum. Lalu Kota Bandung dengan Cimahi juga bangun kolam retensi untuk atasi banjir,” ucap Ridwan.

Namun, karena isu yang terjadi sangat beragam dan kompleks, Ridwan mengatakan, ada empat aspek yang telah disepakati untuk diselesaikan bersama.

“Empat aspek permasalahan itu, antara lain tentang air, tata ruang, transportasi dan persampahan. Kalau itu saja kompak rutin kita selesaikan, insyaAllah semua warga di lima wilayah ini akan merasakan manfaatnya,” ungkapnya.

Ridwan menambahkan, aspek pertama yang akan diselesaikan mulai dari permasalahan yang paling krisis dan rutin dialami, yaitu banjir. Selanjutnya permasalahan sampah. Lalu fokus ketiga ialah transportasi dan terakhir tata ruang.

“Urang ngariung bahas masalah-masalah yang ada di sekitar lima wilayah ini. Kita bisa mengelola tata ruang, air minum yang layak, sampah, juga masalah-masalah lain seperti banjir dan sungai,” imbuhnya.

Sementara itu, Plt Kepala Pelaksana Badan Pengelola Kawasan Perkotaan Cekungan Kota Bandung, Muhammad Taufik Budi Santoso memaparkan, tim ini telah aktif bekerja sejak September 2021. Tim telah melakukan sinkronisasi dan koordinasi program-program perencanaan yang ada di cekungan Bandung.

“Kita telah melakukan lima metode pelaksanaan, yakni mengoptimasi, akselerasi, membantu memecahkan hambatan, monitoring evaluasi untuk mengendalikan gap antara pelaksanaan dengan yang direncanakan, serta memberikan rekomendasi untuk bahan pertimbangan bagi para kepala daerah,” tutur Taufik.

Beberapa program yang sudah dan sedang berjalan di cekungan Kota Bandung ini antara lain, Floodway Cisangkuy Bandung, Retensi Cieunteung Bandung, pembangunan jalur kereta api cepat dan flyover, serta sanitasi juga pengelolaan sampah di Kota Bandung. (din-pipi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dishub Kabupaten Bandung Melalui Unit Pelayanan Soreang, Lakukan Uji Layak Bus Angkutan Lebaran

    Dishub Kabupaten Bandung Melalui Unit Pelayanan Soreang, Lakukan Uji Layak Bus Angkutan Lebaran

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2025
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Kab. Bandung, Mbinews.id – Dishub Kab Bandung melaksanakan dan pemeriksaan uji Emisi dan uji laik jalan Bus angkutan Lebaran , “Ungkap Drajat Wijaya S. Sos, Penanggung Jawab Pengujian Kendaraan Bermotor Pelayanan Soreang, Kamis (20/3/2025). Drajat mengatakan, pemeriksaan kendaraan untuk angkutan Bus, angkutan lebaran tahun 2025 , kami dari Dinas Perhubungan melalui Pengujian Kendaraan Bermotor memeriksa […]

  • Umat Muslim Kota Bandung Diizinkan Salat Tarawih Di Masjid, Ini Syaratnya

    Umat Muslim Kota Bandung Diizinkan Salat Tarawih Di Masjid, Ini Syaratnya

    • calendar_month Jumat, 1 Apr 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 167
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Pelaksana Tugas Wali Kota Bandung, Yana Mulyana memastikan umat muslim bisa melaksanakan salat tarawih di masjid selama Ramadan tahun ini. Tak hanya itu, umat muslim juga bisa melaksanakan salat Idul Fitri pada 1 Syawal mendatang. Hal itu ditegaskan Yana saat bersilaturahmi dengan para ulama dan umara di Aula Pendopo Kota Bandung, Rabu […]

  • Walikota Sukabumi: Tahun depan,  Dana Transfer Daerah Dari Pusat Akan Berkurang

    Walikota Sukabumi: Tahun depan, Dana Transfer Daerah Dari Pusat Akan Berkurang

    • calendar_month Selasa, 9 Nov 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 149
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Tahun depan, Pemerintah Kota Sukabumi akan alami pengurangan dalam penerimaan dana transfer daerah dari Pemerintah pusat. Kondisi itu, tentunya akan sangat berpengaruh kedepanya. “Iya, kami mendapatkan infromasi, jika dana transfer daerah yang akan diberikan oleh pemeirntah pusat di tahun depan untuk Kota Sukabumi akan terjadi penurunan,”ujar Walikota Sukabumi Achmad Fahmi, usai Rapat Paripurna tentang […]

  • Dinsos dan BPBD Kota Bandung Menyalurkan Bantuan Logistik Kepada Warga Terdampak Bencana Angin Puting Beliung

    Dinsos dan BPBD Kota Bandung Menyalurkan Bantuan Logistik Kepada Warga Terdampak Bencana Angin Puting Beliung

    • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Bandung || MBInews.id — Dinas Sosial (Dinsos) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak bencana angin puting beliung yang melanda sejumlah wilayah pada Selasa, 2 November 2025. Bencana angin puting beliung itu meninggalkan jejak kerusakan yang cukup luas. Berdasarkan data BPBD Kota Bandung terdapat 299 rumah rusak dan 1.196 jiwa […]

  • KPA Diminta Wakil Walikota Tingkatkan Program HEBAT!

    KPA Diminta Wakil Walikota Tingkatkan Program HEBAT!

    • calendar_month Senin, 13 Mei 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 158
    • 0Komentar

    BANDUNG, BEDAnews – Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana meminta Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandung untuk melanjutkan program HEBAT! (Hidup Bersama Sahabat). Menurutnya, program yang sudah berjalan selama 9 tahun itu sangat bagus dan bermanfaat. Program HEBAT! merupakan kurikulum pencegahan HIV kepada siswa kelas VIII SMP melalui berbagai pendekatan pengajaran. Tak hanya tatap muka […]

  • Reformasi ASN Dipacu, Pemkot Sukabumi Gandeng BKN Terapkan Manajemen Talenta

    Reformasi ASN Dipacu, Pemkot Sukabumi Gandeng BKN Terapkan Manajemen Talenta

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 629
    • 0Komentar

    SUKABUMI,MBinews.id– Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi mempercepat reformasi birokrasi dengan menandatangani komitmen bersama penerapan sistem manajemen talenta dan e-kinerja harian bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN),  di Balai Kota Sukabumi. Senin (27/4)/2025. Langkah ini menegaskan, pergeseran pola pengelolaan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari pendekatan subjektif menuju sistem berbasis kompetensi, kinerja, dan potensi yang terukur. Wali Kota Sukabumi, […]

expand_less