Breaking News
Trending Tags

Pedagang Kecil di Kota Bandung Jangan Diabaikan Dengan Banyaknya Pusat Perbelanjaan dan Swalayan

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Sabtu, 9 Nov 2024
  • visibility 31
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews — Pusat perbelanjaan, toko swalayan dan mini market makin banyak di Kota Bandung. jarak nya pun berdekatan dengan pasar tradisional dan warung UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) milik warga.

Sehingga tak sedikit warung UMKM atau rumahan gulung tikar. Demikian Anggota DPRD Kota Bandung Rieke Suryaningsih, S.H. mengatakan kepada wartawan, Jum’at (08/11/2024).

Rieke Suryaningsih S.H sebagai Anggota Pansus (Panitia khusus) DPRD Kota Bandung saat pembahasan Peraturan Daerah (Perda) No.2 Tahun 2024 tentang Pedoman Pengembangan, Penataan dan Pembinaan Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan.

Menurut Politisi PDIP DPRD Kota Bandung, banyak pedagang kecil terutama warung rumahan kalah bersaing dengan toko modern.

Itulah yang menjadi salah satu alasan dihadirkan nya Perda No.2 Tahun 2024.

Sehingga Kota Bandung memiliki payung hukum dan bisa melakukan pengaturan terhadap toko modern, terutama dari sisi jarak.

“Ini jadi perlindungan bagi ekonomi lemah seperti warung kecil, bahkan jarak pun diatur antara pasar tradisional dengan toko swalayan berjarak 600 meter. Lalu disana juga ada aturan tidak boleh dekat pemukiman, dan mengingatkan para pengusaha dan kewilayahan juga.

Anggota Komisi B DPRD Kota Bandung lebih jauh mengatakan, belanja di warung rumahan dan pasar tradisional sangat bermanfaat.

Tak sekadar transaksi ekonomi, tapi juga terjadi interaksi sosial antar masyarakat. “Warung itu jadi pusat informasi, misal ada tetangga sakit bisa terinformasikan, kalau di toko swalayan mana bisa !. Harga bisa nawar, bahkan bisa kasbon atau berhutang dulu.

Sehingga dengan Perda itu. Pasalnya, keberadaan swalayan dan mini market harus bisa diatur agar tidak mematikan warung kecil. “Selain jarak, jam operasional juga diatur.

Diharapkan, swalayan dan mini market bisa menerima produk dari pelaku UMKM di wilayah itu. Bahkan, penyediaan ruang untuk UMKM bisa dijadikan salah satu syarat izin berjualan swalayan.

DPRD Kota Bandung akan dorong lagi Kadisnya agar bisa maksimalkan, memberikan dukungan kepada UMKM. Dengan Keterbatasan Pemerintah Kota Bandung, tapi minimal bisa membantu pengembangan UMKM.

Terkait sosialisasi, sudah dilakukan oleh Anggota Dewan, pada saat pembahasan, tentang sosialisasi, banyak masukan yang datang dari masyarakat. Sehingga pihaknya lebih pro aktif akan mengawal Perda tersebut.

“Diharapkan dilaksanakan Perda ini, bisa memperkuat ekonomi keluarga dan UMKM dan ujung-ujung daya tahan ekonomi kita terjaga. Diakui pengangguran banyak dengan adanya usaha mandiri atau warung ini bagus tapi perlu didukung” ujar Rieke.

Secara substansif, Perda ini mengatur tentang lokasi, jarak tempat usaha, jam operasional, dan kemitraan pelaku usaha dengan pusat perbelanjaan dan toko swalayan.

Sedangkan, dalam pengembangan dan penataan, Pemkot Bandung akan melakukan pembinaan dan pengawasan secara berkelanjutan melalui tim yang dibentuk Wali Kota.

Sedikit gambaran, pada pasal 8 dijelaskan pusat perbelanjaan dan toko swalayan harus memenuhi persyaratan seperti berjarak minimal 0,5 km dari pasar rakyat dan 0,5 km dari usaha kecil sejenis yang terletak di pinggir jalan kolektor primer atau arteri sekunder.

Kemudian, Supermarket dan Departement Store berjarak paling dekat 1,5 km dari pasar tradisional yang terletak di pinggir jalan kolektor primer atau arteri sekunder.

Hypermarket dan perkirakan berjarak paling dekat 2,5 km dari pasar rakyat yang terletak di pinggir jalan kolektor primer atau arteri sekunder.

Sedangkan, minimarket yang terletak di pinggir jalan lingkungan dengan luas gerak sampai dengan 200 meter persegi berjarak paling dekat 0,5 km dari pasar rakyat.

Ketersediaan pusat perbelanjaan, toko swalayan, dan pasar rakyat yang diatur dengan baik dapat menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan aksesibilitas produk bagi konsumen, dan merangsang pertumbuhan ekonomi lokal. ***

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Produk Unggulan Kota Bandung Tampil di Inacraft 2019

    Produk Unggulan Kota Bandung Tampil di Inacraft 2019

    • calendar_month Kamis, 25 Apr 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 34
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id — Pemerintah Kota Bandung melalui Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Kota Bandung memamerkan produk Industri Kecil Menengah (IKM) unggulannya di ajang bergengsi International Handicraft Trade Fair (Inacraft) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta. Di pameran produk kerajinan terbesar di Asia Tenggara ini, Kota Bandung memamerkan 4 produk unggulannya. Keempatnya yaitu tanaman hias, lampion, […]

  • DPRD Kota Sukabumi Soroti Addendum Pasar Pelita

    DPRD Kota Sukabumi Soroti Addendum Pasar Pelita

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 32
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id  – Diberikanya perpanjangan waktu (addendum) kepada PT. Fortunindo Arta Perkasa (PT.FAP) selaku pengembang Pasar Pelita oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, ternyata mendapat sorotan dari salah satu anggota DPRD Kota SUkabumi Faisal Anwar Bagindo. Menurutnya,  adanya kebijakan yang diberikan oleh Pemkot Sukabumi tersebut, seharusnya juga dibarengi dengan sangsi adminsitrasi kepada pihak pengembang. Sebab, kata […]

  • Walikota Bandung Kunjungi Pelayanan Puskesmas  Ibrahim Adjie, Pesan Oded : Optimal Saat Pandemi Covid-19

    Walikota Bandung Kunjungi Pelayanan Puskesmas Ibrahim Adjie, Pesan Oded : Optimal Saat Pandemi Covid-19

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 30
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) tetap melayani kesehatan dasar masyarakat. Termasuk juga Puskesmas Ibrahim Adjie yang siap menangani pasien Covid-19. Hal ini terungkap saat Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mengunjungi Puskesmas Ibrahim Adjie, Rabu (8/4/2020). “Kunjungan ke Puskesmas Ibrahim Adjie ini dalam rangka menghadapi Covid-19. Namun […]

  • Ketua DPRD Kota Bandung Apresiasi Lomba Aerobic dan Zumba Party Yang Digelar IKWI

    Ketua DPRD Kota Bandung Apresiasi Lomba Aerobic dan Zumba Party Yang Digelar IKWI

    • calendar_month Selasa, 14 Mar 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 26
    • 0Komentar

    BANDUNG – Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Kota Bandung sukses menggelar lomba Aerobic dan Zumba Party yang berlangsung di Teras Sunda Cibiru, Minggu, 12 Maret 2023. Lomba tersebut diikuti lebih dari 500 peserta dari berbagai daerah di Jawa Barat, seperti Garut, Tasikmalaya, Sumedang bahkan ada peserta yang berasal dari Cilacap. Kegiatan IKWI ini sebagai rangkaian […]

  • Desa Purabaya, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi Gelar Aksi Donor Darah

    Desa Purabaya, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi Gelar Aksi Donor Darah

    • calendar_month Rabu, 27 Jan 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 25
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Desa Purabaya, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi menggelar kegiatan bakti sosial Donor darah. di Aula Desa Purabaya. Rabu, (27/1/2021). Pjs. Desa Purabaya Ramdani mengungkapkan, meskipun ditengah pandemi Covid-19 ini, kegiatan sosial harus tetap berjalan. Tapi, pihaknya juga menandaskan, kegiatan aksi sosial tersebut tetap dengan cara Protokol Kesehatan (Prokes).”Aksi sosial ini kita tetap mengeepankan Prokes, yakni […]

  • Heritage Braga Bandung Jadi Pusat Urban Data Lab

    Heritage Braga Bandung Jadi Pusat Urban Data Lab

    • calendar_month Jumat, 13 Mei 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 47
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Sebagai smart city, Kota Bandung memiliki banyak potensi teknologi yang bisa terus dioptimalkan. Untuk memaksimalkan potensi tersebut, pada pertengahan tahun 2022 nanti Heritage Braga Kota Bandung akan diresmikan sebagai Urban Data Lab. Melihat potensi ini, Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menyambut baik program ini. Tak hanya itu, peluang pengembangan smart city untuk […]

expand_less