Pemkot Bandung Cetak Tenaga Kerja Bersertifikat dan Siap Bersaing di Pasar Global
- account_circle MBI Admin
- calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
- visibility 13
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANDUNG,Mbinews – Pemerintah Kota Bandung tidak hanya mengandalkan program padat karya untuk menekan angka pengangguran. Sebagai langkah jangka panjang, Pemkot Bandung juga memperkuat pengembangan sumber daya manusia melalui program pelatihan berbasis kompetensi yang dirancang sesuai kebutuhan dunia industri dan pasar kerja global.
Program tersebut menjadi bagian dari strategi besar Pemerintah Kota Bandung dalam menciptakan tenaga kerja yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga memiliki keterampilan dan sertifikasi yang diakui secara nasional.
Wali Kota Bandung, , menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan kunci utama untuk menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin ketat.
“Tujuannya agar peserta memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan industri, sehingga peluang kerja semakin terbuka,” ujar Farhan saat meluncurkan program padat karya tematik dan pelatihan berbasis kompetensi di Taman Saturnus, Kecamatan Rancasari, Senin (13/4/2026).
Menurut Farhan, pengangguran tidak cukup diatasi hanya dengan menyediakan pekerjaan sementara. Pemerintah juga harus memastikan masyarakat memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri yang terus berkembang.
Karena itu, program pelatihan kompetensi disiapkan sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja Kota Bandung.
Pada tahun 2026, Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung menggelar 27 paket pelatihan berbasis kompetensi yang mencakup berbagai bidang pekerjaan. Sejumlah pelatihan bahkan telah berjalan, di antaranya pelatihan pastry, food and beverage service, dan system analyst yang menjadi kebutuhan di sektor jasa, pariwisata, dan teknologi informasi.
Sebanyak 120 peserta mengikuti tahap awal program tersebut. Mereka akan menjalani proses pembelajaran intensif selama 200 jam pelajaran atau setara 27 hari kerja.
Tidak hanya mendapatkan materi teori dan praktik, peserta juga akan mengikuti uji kompetensi yang diselenggarakan oleh di akhir pelatihan.
Melalui proses tersebut, peserta berkesempatan memperoleh sertifikat kompetensi sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang menjadi salah satu syarat penting dalam dunia kerja profesional.
Farhan berharap program ini mampu melahirkan tenaga kerja yang lebih siap menghadapi kebutuhan industri sekaligus meningkatkan peluang masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.
“Ini adalah upaya berkelanjutan. Kita ingin memastikan semua warga memiliki kesempatan untuk bekerja dan berkembang,” katanya.
Ia menilai kombinasi antara program padat karya dan pelatihan kompetensi menjadi solusi yang lebih komprehensif dalam mengatasi pengangguran. Jika padat karya memberikan kesempatan kerja jangka pendek, maka pelatihan kompetensi menjadi bekal jangka panjang yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, mengungkapkan bahwa pelatihan yang diselenggarakan tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di dalam negeri, tetapi juga membuka peluang kerja di luar negeri.
Menurutnya, sejumlah negara masih membutuhkan tenaga kerja terampil dari Indonesia dalam berbagai sektor strategis.
“Kebutuhan tenaga kerja di luar negeri masih cukup tinggi, terutama di Jepang untuk sektor perawatan, teknis, hingga konstruksi,” ujar Yayan.
Ia menjelaskan bahwa salah satu hambatan terbesar bagi tenaga kerja Indonesia yang ingin bekerja di luar negeri adalah kemampuan berbahasa asing. Karena itu, pelatihan bahasa menjadi salah satu komponen penting dalam program yang diselenggarakan pemerintah.
“Dengan kemampuan bahasa yang baik, peserta tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga peluang yang lebih besar untuk bekerja di luar negeri,” jelasnya.
Menurut Yayan, peluang kerja internasional harus dimanfaatkan secara maksimal karena mampu memberikan manfaat ekonomi yang besar, baik bagi pekerja maupun keluarga mereka.
Program pelatihan kompetensi ini akan berlangsung mulai 13 April hingga 20 Mei 2026 dan menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bandung dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, produktif, dan berdaya saing.
Di tengah tantangan pengangguran dan persaingan kerja yang semakin ketat, Pemkot Bandung menilai peningkatan keterampilan dan sertifikasi menjadi salah satu kunci utama agar masyarakat tidak hanya mampu memperoleh pekerjaan, tetapi juga mampu berkembang dan beradaptasi dengan perubahan kebutuhan industri di tingkat nasional maupun global.
Melalui program ini, Bandung tidak hanya berupaya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga menyiapkan generasi tenaga kerja yang profesional, kompeten, dan siap bersaing di mana pun mereka bekerja.
Saat ini belum ada komentar