Breaking News
Trending Tags

Relaksasi Diperluas, Pengendalian Tetap Ketat

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Jumat, 1 Okt 2021
  • visibility 156
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tetap berhati-hati memberikan relaksasi meski kasus Covid-19 terus melandai. Hal itu berkaitan dengan pengendalian dan penanganan Covid-19 yang tak mengendur.

Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Oded M. Danial mengungkapkan pelonggaran lebih luas akan diberikan pada sektor pariwisata. Pihaknya juga akan mencoba membuka museum-museum yang ada di Kota Bandung.

Meski begitu, Oded memastikan, protokol kesehatan terkait prosedur pelaksanaan operasional harus ketat. Sebab, dia enggan kecolongan kasus positif aktif kembali meningkat akibat pengawasan yang kurang ketat di sektor pariwisata.

“Ada beberapa hal kita berikan relaksasi. Barang kali uji coba perluasan tempat wisata. Insyaallah dengan prinsip kehati-hatian dan memperketat prokes,” ucap Oded usai menggelar rapat terbatas evaluasi penanganan Covid-19 di Balai Kota Bandung, Jumat, 1 Oktober 2021.

Oded menuturkan, sejumlah pembatasan tetap diberlakukan yang disesuaikan antara Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) dengan kondisi Kota Bandung. Seperti pelaksanaan ‘meetings, incentives, conferences, and exhibitions’ (MICE), lalu pernikahan yang hanya boleh dihadiri 20 orang per sesi.

“Pernikahan juga harus ada rekomendasi dari satgas, karena ini demi kehati-hatian. Museum juga akan beri relaksasi. Kemudian kapasitas MICE tetap dibatasi,” ujarnya.

Menurut Oded, kebijakan pengaturan lalu lintas juga akan tetap diberlakukan di Kota Bandung. Sebab, dari hasil laporan dari kepolisian, penerapan ganjil genap cukup mampu menekan volume kendaraan yang masuk ke Kota Bandung.

Untuk pelaksanaan konser secara terbuka di Kota Bandung, Oded menyatakan, hal itu masih riskan. Sebab, hasil kajian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung menunjukan konser tetap berpotensi besar menjadi sumber klaster penyebaran Covid-19.

“Konser ruang terbuka sesuai usulan dari Disbudpar masih belum disepkati. Kalau kelanjutan ganjil genap ini diputuskan, dalam dua pekan ke depan tetap dilaksanakan. Karena kita tidak mau euforia dan menjaga kehati-hatian,” jelasnya.

Perihal evaluasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PMT), Oded menyebutkan, sejauh ini berjalan cukup lancar. Di samping protokol kesehatan, salah satu syarat yang harus menjadi perhatian utama yakni izin orang tua.

“Evaluasi PTM terbatas, hasil pantauan di lapangan masih ada pro kontra dari orang tua. Karena ada pro kontra ini tetap kita berikan keleluasaan kepada orang tua murid. Ketika tidak ada izin orang tua, maka tidak boleh,” bebernya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengungkapkan, dalam waktu dekat ini akan dilakukan tes acak di lingkungan sekolah. Hal ini untuk melihat kondisi terkini setelah dijalankan PTMT.

“Jadi itu 10 persen dari sekolah yang sudah diizinkan PTMT. Nanti dari hasil random kalau di bawah 1 persen di-tracing (dilacak) kontak erat. Kalau 1-5 persen itu satu rombongan belajar dilacak, tapi kalau di atas 5 persen itu sekolahnya ditutup,” ungkap Yana.

kemudian terkait relaksasi tempat wisata dan museum, Yana menyatakan tempat-tempat yang mulai diberi kelonggaran beraktivitas akan dilengkapi dengan aplikasi PeduliLindungi untuk memudahkan pengendalian pengunjung.

“Di semua yang akan diberi relaksasi, PeduliLindungi harus digunakan. Karena bisa diketahui status pengunjung, termasuk jumlahnya,” tutur Yana.

Yana menambahkan, penggunaan aplikasi PeduliLindungi sangat memungkinkan dilakukan di Kota Bandung yang saat ini cakupan pemberian vaksinnya sudah cukup luas. Terhitung tanggal 30 September 2021, pemberian dosis pertama mencapai 85,02 persen dan dosis kedua 57,42 persen.

“Kita percaya diri menerapkan itu karena proses vaksinasi Kota Bandung sudah luar biasa. Itu juga diharapkan mendorong orang yang tadinya tidak mau divaksin untuk mau divaksin,” ucapnya. (asp-pipi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • GMNI : Ragukan Penghargaan Kota Layak Anak  Untuk  Kota Sukabumi

    GMNI : Ragukan Penghargaan Kota Layak Anak Untuk Kota Sukabumi

    • calendar_month Selasa, 1 Okt 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 140
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Ketua GMNI Cabang Sukabumi Abdullah Masyuhudi meragukan penghargaan Kota Layak Anak untuk Kota Sukabumi, mengingat banyak kejadian yang melanggar norma asusila. “Sangat tidak relevan dengan dengan gelarnya yang dimiliki Pemerintah Kota Sukabumi,” ujarnya, Selasa (1/10/19). Usai aksi unjuk rasa menyikapi 1 Tahun Pemerintahan Pemkot Sukabumi. Menurutnya Perhatian Pemerintah Kota Sukabumi ke bawah […]

  • Ketua HCB Dadan Ontaz Angkat Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo Jadi Warga Kehormatan3

    Ketua HCB Dadan Ontaz Angkat Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo Jadi Warga Kehormatan3

    • calendar_month Selasa, 15 Nov 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 162
    • 0Komentar

    BANDUNG BARAT, MBInews.id – Pangdam III/Siliwangi, Mayjen Kunto Arief Wibowo didaulat menjadi warga kehormatan Harley Club Bandoeng (HCB), pada acara Patriot Ride Pangdam III/ Siliwangi di Pusdiklatpassus Batujajar, Kabupaten Bandung Barat. Senin (14/11/2022). Simbolis penyematan vest color HCB Kepada Mayjen Kunto langsung diberikan oleh Ketua Umum HCB Dadan Drajat Martamihardja di hadapan seluruh anggota TNI […]

  • Terima Aduan Warga, Polsek Citamiang Gelar Jumat Curhat

    Terima Aduan Warga, Polsek Citamiang Gelar Jumat Curhat

    • calendar_month Jumat, 30 Des 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 157
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Gelar kegiatan ‘Jumat Curhat’, Polsek Citamiang menampung berbagai keluhan dan masukan warga terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah. Kapolsek Citamiang AKP Arif Sapta Raharja mengatakan, berdasarkan hasil masukan warga pada kegiatan ‘Jumat Curhat’ ada beberapa atensi yang diterima. “Tadi beberapa masukan kami terima, seperti permintaan agar di intensifkan kembali pengawasan terhadap […]

  • BAZNAS Jabar Perkuat Barisan, Potensi Zakat Rp30 Triliun Dibidik Optimal

    BAZNAS Jabar Perkuat Barisan, Potensi Zakat Rp30 Triliun Dibidik Optimal

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 819
    • 0Komentar

    BANDUNG BARAT, Mbinews — Potensi zakat di Jawa Barat yang disebut mencapai sekitar Rp30 triliun menjadi perhatian Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Jawa Barat bersama BAZNAS kabupaten/kota. Besarnya potensi tersebut dinilai dapat menjadi kekuatan strategis untuk mendorong kesejahteraan masyarakat apabila mampu dihimpun dan dikelola secara optimal. Upaya memperkuat penghimpunan zakat itu dibahas dalam Pertemuan Silaturahmi […]

  • Bank bjb Dukung Sektor Perumahan, Tandatangani PKS KPR dengan 27 Pengembang

    Bank bjb Dukung Sektor Perumahan, Tandatangani PKS KPR dengan 27 Pengembang

    • calendar_month Rabu, 15 Nov 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 141
    • 0Komentar

    BANDUNG Mbinews – Bank bjb berkomitmen untuk mendukung sektor perumahan agar terus berkembang dan bertumbuh. Komitmen tersebut, dibuktikan bank bjb dengan mengadakan penandatanganan Perjanjian Kerjasama Penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan 27 pengembang properti terkemuka, pada Jumat (10/11) di kantor pusat bank bjb. Acara ini juga melibatkan pelaksanaan Akad Massal KPR bank bjb sebanyak 1.200 […]

  • Ledakan Minimarket Modern di Kota Sukabumi, Ayep Zaki Siapkan Opsi Moratorium Lagi?

    Ledakan Minimarket Modern di Kota Sukabumi, Ayep Zaki Siapkan Opsi Moratorium Lagi?

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 164
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id — Maraknya pendirian minimarket modern di berbagai sudut Kota Sukabumi kini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Sukabumi. Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut-larut, terutama jika berdampak pada keberlangsungan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai penggerak utama ekonomi lokal. Ayep Zaki mengungkapkan, lonjakan jumlah minimarket modern […]

expand_less