Breaking News
Trending Tags

Ledakan Minimarket Modern di Kota Sukabumi, Ayep Zaki Siapkan Opsi Moratorium Lagi?

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
  • visibility 164
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI, Mbinews.id — Maraknya pendirian minimarket modern di berbagai sudut Kota Sukabumi kini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Sukabumi. Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut-larut, terutama jika berdampak pada keberlangsungan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai penggerak utama ekonomi lokal.

Ayep Zaki mengungkapkan, lonjakan jumlah minimarket modern saat ini tidak terlepas dari kebijakan pencabutan moratorium perizinan yang dilakukan pada masa kepemimpinan Penjabat (Pj) Wali Kota Sukabumi. Sejak saat itu, proses perizinan berjalan tanpa jeda hingga kini tercatat 53 gerai minimarket modern baru berdiri di wilayah kota.

“Moratorium itu dicabut pada masa Pj Wali Kota, lalu perizinannya terus berjalan sampai sekarang. Dampaknya, jumlah minimarket modern di Kota Sukabumi menjadi sangat banyak,” ujar Ayep Zaki saat ditemui di kawasan Jl. R. Syamsudin SH.

Menurut Ayep, Pemerintah Kota Sukabumi tidak menolak kehadiran investasi. Namun, ia menegaskan bahwa investasi tidak boleh mengorbankan keseimbangan ekonomi daerah. Pemerintah, kata dia, memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa pertumbuhan usaha besar tidak menekan ruang hidup UMKM yang selama ini menopang ekonomi masyarakat bawah.

“Semua boleh berusaha di Kota Sukabumi. Tapi investasi harus berjalan seiring dengan perlindungan UMKM. Kalau regulasi tidak dipatuhi, pemerintah tentu tidak akan tinggal diam,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Ayep Zaki menyatakan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 4 Tahun 2024 tentang Penataan Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan. Evaluasi tersebut akan difokuskan pada efektivitas aturan dalam mengendalikan sebaran minimarket serta dampaknya terhadap pelaku usaha kecil di sekitar lokasi.

Perwal tersebut sejatinya mengatur berbagai aspek teknis, mulai dari ketentuan lokasi, kepadatan penduduk, akses jalan, hingga kewajiban tanggung jawab sosial perusahaan. Namun, Ayep menilai bahwa penerapan aturan di lapangan masih perlu dikaji ulang agar tidak hanya menguntungkan pelaku ritel modern.

“Kita akan kaji Perwal ini secara objektif. Kalau memang perlu diperketat, ya akan kita perketat. Bahkan opsi moratorium kembali sangat mungkin dilakukan,” katanya dengan nada tegas.

Lebih jauh, Ayep Zaki menegaskan bahwa kebijakan ke depan tidak akan ditentukan secara sepihak. Pemerintah Kota Sukabumi berencana melibatkan langsung pelaku UMKM dalam proses evaluasi, guna memastikan bahwa setiap keputusan benar-benar berpihak pada kepentingan ekonomi rakyat.

“Kita akan dengarkan aspirasi UMKM. Mereka yang paling merasakan dampaknya. Pemerintah tidak boleh abai terhadap suara mereka,” ujarnya.

Ayep mengakui, kekhawatiran terhadap dominasi ritel modern merupakan sinyal peringatan yang harus segera ditindaklanjuti. Menurutnya, UMKM bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi ekonomi daerah yang harus dijaga keberlanjutannya.

Pemerintah Kota Sukabumi pun menegaskan komitmennya untuk menata ulang arah kebijakan investasi, dengan menempatkan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keadilan usaha sebagai prinsip utama. (Ardan/Wan/Mbi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Monitoring Harga Bahan Pokok di Kota Sukabumi: Beberapa Perubahan Tercatat

    Monitoring Harga Bahan Pokok di Kota Sukabumi: Beberapa Perubahan Tercatat

    • calendar_month Kamis, 17 Okt 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 157
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Pemerintah Kota Sukabumi melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) telah melakukan monitoring harga bahan pokok (bapokting) untuk memastikan stabilitas harga di pasaran. Hasil pemantauan yang dilakukan oleh Kepala Seksi Perdagangan Dalam Negeri, M. Rifki, pada hari Rabu (16/10/2024) pagi, diketahui sejumlah perubahan harga yang perlu diperhatikan. Berdasarkan hasil monitoring, terdapat perubahan beberapa […]

  • 200 Driver Ojek Online Dapatkan Program Service dan Ganti Oli Gratis dari BAZNAS Jawa Barat

    200 Driver Ojek Online Dapatkan Program Service dan Ganti Oli Gratis dari BAZNAS Jawa Barat

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Bandung || MBInews.id – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan program sosial sebagai upaya membantu para pengemudi ojek online dalam menjaga kelayakan motor yang menjadi sumber utama mata pencaharian mereka. Kegiatan ini digelar dengan total 200 driver ojek online dari berbagai wilayah Jawa Barat yang menjadi penerima manfaat pada tahap pelaksanaan ini, […]

  • Wujud Kepedulian Nyata, Pemkot Sukabumi Naikkan Anggaran Insentif Warga Jadi Rp22 Miliar pada 2026

    Wujud Kepedulian Nyata, Pemkot Sukabumi Naikkan Anggaran Insentif Warga Jadi Rp22 Miliar pada 2026

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 447
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id – Sukabumi terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan sosial dan pelayanan publik melalui kenaikan anggaran program unggulan berbasis insentif masyarakat pada tahun anggaran 2026. Berdasarkan data pemerintah daerah, total alokasi anggaran insentif dan operasional masyarakat naik dari Rp19,516 miliar pada 2025 menjadi Rp22,024 miliar pada 2026. Kenaikan lebih dari Rp2,5 miliar tersebut diarahkan untuk […]

  • Wali Kota Bandung kembali Bekerja,  Langsung Sampaikan Kabar Gembira

    Wali Kota Bandung kembali Bekerja, Langsung Sampaikan Kabar Gembira

    • calendar_month Sabtu, 31 Jul 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 142
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Sehari setelah kembali dari rumah sakit usai menjalani perawatan, Wali Kota Bandung, Oded M. Danial langsung menyampaikan kabar gembira. Penanganan Covid-19 di Kota Bandung semakin menunjukan kondisi yang membaik. Salah satu indikatornya, Angka keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) Kota Bandung untuk pasien Covid-19 turun hingga 64,13 persen sejak Kamis, […]

  • Disbudpar Kota Bandung Gelar Pameran Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Kota Medan

    Disbudpar Kota Bandung Gelar Pameran Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Kota Medan

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Bandung || MBInews.id — Dalam rangka meningkatkan promosi dan kunjungan wisatawan ke Kota Bandung, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung menggelar pameran kebudayaan pariwisata dan ekonomi kreatif di pusat perbelanjaan Manhattan Time Square Kota Medan, Sumatera Utara, pada Kamis-Minggu, 11-14 September 2025. Pada pameran ini, Disbudpar Kota Bandung menggandengan sejumlah pihak. Tak hanya dari […]

  • Wali Kota Sukabumi: Ini Alasan Kota Sukabumi Masih Istiqomah Pada PPKM Level 2

    Wali Kota Sukabumi: Ini Alasan Kota Sukabumi Masih Istiqomah Pada PPKM Level 2

    • calendar_month Minggu, 7 Nov 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 145
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi terus mengingatkan, kepada seluruh masyarakat Kota Sukabumi, untuk bersama mensukseskan program percepatan vaksinasi Covid-19. Karena menurutnya, capaian hasil vaksinasi Covid-19, merupakan salah satu indikator utama bagi penetapan status level pada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), Minggu (7/11/2021). “Status level Kota Sukabumi pada PPKM, saat ini masih istiqomah […]

expand_less