Breaking News
Trending Tags

Suhu Kota Bandung Lebih Menyengat, Ini Penyebabnya!

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Selasa, 25 Apr 2023
  • visibility 62
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, MBInews.id — Belakangan ini jika sudah masuk tengah hari, suhu Kota Bandung sedang panas-panasnya sampai menyengat kulit. Apa benar gelombang panas adalah faktor utamanya?

Ternyata menurut Staf Data dan Informasi BMKG Bandung, Yuni Yulianti berdasarkan pengamatan cuaca di Stasiun Geofisika Bandung untuk suhu di Bandung maksimum masih berada di kisaran 29-30,4 derajat celcius.

“Kemudian di Lembang maksimumnya di 25-26,2 derajat celcius. Masih dalam kategori normal, sejauh ini tidak terlalu siginifikan,” ujar Yuni kepada Humas Kota Bandung, Selasa 25 April 2023.

Ia menjelaskan, ada beberapa faktor yang membuat suhu Kota Bandung terasa lebih panas. Di antaranya, Indonesia saat ini akan masuk musim kemarau, tutupan awan berkurang sehingga intensitas radiasi matahari lebih maksimum, dan dinamika atmosfer yang tidak biasa.

“Terkait musim ini masih dalam periode masa transisi di Bandung, jadi peralihan musim hujan ke kemarau. Lalu, tutupan awan berkurang sehingga aktivitas gelombang matahari optimal 24-31⁰C. Saat ini rata-rata suhu di Kota Bandung 30,6 derajat. Masih ambang normal meski sudah masuk di indikator maksimal,” paparnya.

Maka dari itu, saat pagi hari suhu udara terasa lebih hangat. Lalu di siang hari suhu panas terik maksimum. Namun, di saat sore insensitas curah hujan masih ada.

“Prediksinya, awal Mei kita sudah masuk musim kemarau. Untuk tahun ini, prediksinya kemarau normal, berbeda dengan tahun lalu hampir tidak ada kemarau ya atau istilahnya kemarau basah,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pada April II 2023- Mei I 2023 umumnya diprediksi curah hujan berada di kriteria rendah – menengah (20 – 150 mm/dasarian).

Oleh karenanya, menurut Yuni, masyarakat tidak perlu panik mengenai isu gelombang panas yang saat ini tengah melanda sejumlah kawasan Asia. Ia mengimbau agar masyarakat menggunakan tabir surya terutama saat berkegiatan di luar ruangan.

“Pakai payung atau pakai topi. Kemudian, terutama bagi pengguna roda dua, bisa pakai pakaian yang lebih menutup untuk melindungi kulit. Jika dirasa panas sangat menyengat, harap menepi untuk berteduh dulu,” imbaunya.

Ia juga menuturkan, tinggi rendahnya indeks UV tidak memberikan pengaruh langsung pada kondisi suhu udara di suatu wilayah.

“Untuk indikator UV, kami belum menerima hasil laporannya karena BMKG tidak memantau lebih jauh mengenai UV. Kami lebih memantau mengenai suhu udara,” akunya.

Berdasarkan informasi BMKG pusat, besar kecilnya radiasi UV yang mencapai permukaan bumi memiliki indikator nilai indeks UV. Indeks ini dibagi menjadi beberapa kategori: 0-2 (Low), 3-5 (Moderate), 6-7 (High), 8-10 (Very high), dan 11 ke atas (Extreme).

Secara umum, pola harian indeks ultraviolet berada pada kategori “Low” di pagi hari; mencapai puncaknya di kategori “High”, “Very high”, sampai dengan “Extreme” ketika intensitas radiasi matahari paling tinggi di siang hari antara pukul 12:00-15:00 waktu setempat; dan bergerak turun kembali ke kategori “Low” di sore hari.

Pola ini bergantung pada lokasi geografis dan elevasi suatu tempat, posisi matahari, jenis permukaan, dan tutupan awan. ***

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Isoman Penuh, Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Bandung, Ema Pastikan Tambah Tempat Isolasi Mandiri

    Isoman Penuh, Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Bandung, Ema Pastikan Tambah Tempat Isolasi Mandiri

    • calendar_month Rabu, 17 Feb 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 62
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBINews.id – Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna memastikan untuk menambah tempat isolasi mandiri. Hal ini sebagai langkah antisipasi mengingat tempat isolasi mandiri yang disediakan Pemerintah Kota (Pemkot) saat ini penuh. Untuk itu, Ema terus mendorong agar seluruh kecamatan di Kota Bandung memiliki tempat isolasi mandiri. Saat ini tinggal beberapa kecamatan […]

  • Ini Klarifikasi Pengembang Soal Jalan Menyempit di Sekitaran Pasar Pelita

    Ini Klarifikasi Pengembang Soal Jalan Menyempit di Sekitaran Pasar Pelita

    • calendar_month Rabu, 23 Feb 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 61
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Pasca dilakukan normaslisasi ruas jalan sekitaran Pasar Modern Pelita Sukabumi, warga asli sekitaran pasar mengeluhkankondisi ruas jalan yang justru saat ini malah menyempit. Khususnya yang berada di dekat pertigaan Jalan Perniagaan, Rabu (23/02/2022). Meyikapi hal tersebut, Chandra Aditama selaku Wakil Direktur PT Fortunindo Artha Perkasa (FAP), yang merupakan pengembang Pasar Modern Pelita […]

  • Melalui Program TJSL, BRI Peduli Edukasi Masyarakat Melalui Bank Sampah

    Melalui Program TJSL, BRI Peduli Edukasi Masyarakat Melalui Bank Sampah

    • calendar_month Sabtu, 19 Mar 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 65
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Persoalan sampah terus meningkat seiring dengan peningkatan aktivitas masyarakat terutama yang tinggal di perkotaan. Jumlah tempat pembuangan sampah (TPS) terutama di masyarakat kota yang tidak seimbang hingga akhirnya masyarakat memilih membuang sampah sembarangan. Berkenaan dengan hal tersebut, PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. Regional Office Bandung melakukan terobosan dalam memberikan kontribusi dan […]

  • Yakinkan Nakes, Ketua PPNI Kota Sukabumi Siap Divaksin

    Yakinkan Nakes, Ketua PPNI Kota Sukabumi Siap Divaksin

    • calendar_month Kamis, 14 Jan 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 43
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Sukabumi smendukung vaksinasi bagi tenaga kesehatan. Bahkan PPNI bersama organisasi profesi kesehatan lainnya telah diundang Dinas Kesehatan. “Secara konsep teori dan logika bisa diterima (Ilmiah), karena pengujian terus dilakukan utamanya oleh BPOM, sehingga sudah diketahui efikasinya. Insyaallah siap, karena cecara hastag #perawatsiapdivakasin. ujarnya Ketua PPNI Kota […]

  • Tingkat Kejahatan Narkotika Dikota Sukabumi Cukup Tinggi

    Tingkat Kejahatan Narkotika Dikota Sukabumi Cukup Tinggi

    • calendar_month Rabu, 18 Sep 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 42
    • 0Komentar

    SUKABUMI,MBInews.id– Tingkat kejahatan narkotika di Kota Sukabumi tergolong tinggi, persentasenya mencapai sekitar 85 persen.”Kejahatan narkotika tergolong cukup banyak di tahun 2018 sampai 2019 ini,”ujar Kepala Kejaksaan Negeri (kejari) kota Sukabumi Ganora Zarina usai melakukan pemusnahan barang bukti kejahatan di halaman Kantor Kejari Kota Sukabumi. Rabu, (18/19/2019). Ganora juga mengatakan, dalam pemusnahan barang bukti yang digelar […]

  • BPTD Wilayah IX Jabar, Bagikan Sembako Di Kota Sukabumi

    BPTD Wilayah IX Jabar, Bagikan Sembako Di Kota Sukabumi

    • calendar_month Jumat, 30 Jul 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 54
    • 0Komentar

    SUKABUMI,-Mbinews.id– Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah IX Jawa Barat, bagikan ratusan paket sembako kepada masyarakat. Dalam pembagian paket sembako tersebut, BPTD berkolaborasi dengan unsur Forkopimda kota Sukabumi. “Pembagian paket sembako ini kita lakukan di Kota Suakbumi, melibatkan Pemda Kota Sukabumi, Polres Sukabumi Kota, dan Kodim 0607 Sukabumi,”ujar Kepala BPTD wilayah IX Provinsi Jawa Barat, […]

expand_less