MEDAN , MBInews.id – Anggota DPRD Sumatera Utara, Fraksi Demokrat, Edward Zega menanti – nanti keputusan pemerintah terkait polemik dualisme kepengurusan Partai Demokrat.
Dia mengatakan, pihaknya sangat setia di partai Demokrat versi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) karna sudah memenuhi syarat – syarat kepengurusan. Sedangkan versi KLB Mooeldoko pihaknya menilai tidak benar.
“Saya pun sedang menanti – nanti keputusan pemerintah. Dualisme kepengurusan itu yang benar versi AHY, sudah memenuhi syarat. Saya sendiri setia ditubuh versinya. Kalau versi KLB Mooeldoko saya rasa tidak benar,” katanya saat diwawancarai awak media usai mengikuti suntik vaksin, Rabu (31/3/2021).
Edward Zega saat diminta komentar terkait dualisme kepengurusan Partai Demokrat itu, irit berbicara. Menurutnya, pihaknya takut salah – salah berbicara.
“Kita tunggu putusan pemerintah. Saya tak mau banyak bicara, takut salah – salah nanti,” tandasnya bernada tinggi kepada wartawan.
Diketahui, Perseteruan dualisme kepengurusan Partai Demokrat, beberapa bulan terakhir ini menjadi perhatian publik, termasuk di tingkat pemerintah pusat.
Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD bersama Menkumham Yasonna Hamonangan Laoly, dijadwalkan “mengumumkan” hasil dari dualisme kepengurusan Partai Demokrat, masing-masing versi Agus Harimurti Yudhoyono dan Mooeldoko, pada hari ini, Rabu (31/3/2021).
“Terkait dengan perkembangan Partai Demokrat terkini, Menkopolhukam dan Menkumham didampingi Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum dan HAM akan mengadakan Press Conference secara virtual,” bunyi undangan konpers yang diterima kalangan wartawan, dikutip dari okezone.com.
Reporter Medan: Sadar Laia