Breaking News
Trending Tags

Kendalikan Inflasi dengan Memperkuat Ketahanan Pangan di Kota Bandung Melalui Program Buruan Sae

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 24 Apr 2024
  • visibility 150
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews – Program Buruan Sehat Alami Ekonomis (Buruan Sae) punya peran strategis dalam upaya intervensi penurunan angka stunting dan mengendalikan inflasi dengan memperkuat ketahanan pangan dan neraca bahan pangan Kota Bandung.

Pj Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan membentuk 100 kelompok Buruan Sae baru setelah sebelumnya terdata 375 kelompok Buruan Sae.

Program Buruan Sae sangat strategis , menekan angka stunting dan pengendalian inflasi kalau ini masif dilakukan,” kata Bambang kemarin ini.

Pj.Walikota Bandung lebih jauh mengatakan ,perluasan kelompok Buruan Sae harus terus dilakukan guna mendorong masyarakat untuk dapat memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan terbatas di perkotaan.

“Terget tahun ini menambah buruan sae sebanyak 100 di tingkat RW yang sebelumnya telah ada 375 kelompok buruan sae. Ini kalau masif lagi kedepan dampaknya dapat lebih terkendali lagi (inflasi) beberapa jenis komoditas bisa kita kendalikan yang selama ini kota bandung bergantung pada wilayah lain.

Bambang mengatakan, Buruan Sae yang ada di RW 13 Kelurahan Palasari menjadi satu contoh bahwa masyarakat punya keinginan besar memanfaatkan ruang yang terbatas di perkotaan ternyata hasilnya baik.
“Ini telah terbentuk sejak tahun 2019 kelompok Buruan Sae nya sudah masif dan bagus.

Peran dari Pemerintah Kota Bandunh, yaitu memberikan pendampingan bagaimana merawat, menanam dan memanen serta mengolah sampah organik.
“Di sini ada tanaman Bawang, terong, cengek, sayuran, jagung, kacang tanah, juga beberapa merawat ayam, domba, dan ikan.

Mendorong warga Kota Bandung untuk memanfaatkan ruang,le²bih dari 15.000 bibit cabai ditanam di Kota Bandung pada peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK). Hal ini merupakan upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam menjaga ketahanan pangan dan juga mengendalikan inflasi.

Secara simbolis, penanaman cabai serentak ini dilakukan di Kelompok Buruan Sae Bina Mandiri RW 10 Kelurahan Cisaranten, Arcamanik. Acara ini juga digelar serentak secara nasional di seluruh wilayah Indonesia.

Penjabat Ketua TP PKK Kota Bandung, Linda Nurani Hapsah menyebut, penanaman cabai ini sebagai upaya edukasi kepada masyarakat, bahwa komoditi cabai yang kerap mengalami lonjakan harga nyatanya bisa dibudidayakan mandiri. Komoditi cabai yang juga menjadi bagian dari tanaman yang dibudidayakan lewat program Buruan Sae.

Berkaca pada hal tersebut, Linda juga mendorong program Buruan Sae dapat menjaga semangat, serta meningkatkan inovasi dalam memanfaatkan lahan. Pasalnya, komoditi yang dapat dibudidayakan lewat program ini merupakan komoditi yang berpengaruh terhadap nilai inflasi.

“Kami akan berkoordinasi dengan semua pengurus TP PKK Kecamatan untuk terus memasifkan kegiatan menanam ini,” ujar Linda,

Linda berharap, edukasi pentingnya implementasi program Buruan Sae tidak hanya menyasar pengurus TP PKK, melainkan juga masyarakat. Hal itu agar implementasi dan manfaat program ini dapat dirasakan lebih luas lagi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar mengatakan, saat ini telah memasuki tahap akhir guna menentukan 100 lokasi kelompok Buruan Sae baru.
“Prinsipnya ada penyebaran di 30 Kecamatan kemudian di wilayah yang belum banyak jumlah kelompoknya yang pasti yang punya semangat,” ujarnya.

Pada tahap pertama akan dilakukan pendampingan dan sosialisasi sebelum menerima sarana prasarana pada 50 kelompok Buruan Sae baru. Sarana dan prasarana tersebut berupa pendampingan, sosialisasi, stimulan sarana prasarana dari mulai media tanam hingga bibit tanaman.
“Tahun ini target menambah 100 kelompok baru untuk menambah 375 kelompok yang telah ada. Secara jumlah bertambah secara kualitas kita tingkatkan,” katanya.

 

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Permasalahan SARA Belum Selesai Kini Dibahas Pansus 9 DPRD Kota Bamdung

    Permasalahan SARA Belum Selesai Kini Dibahas Pansus 9 DPRD Kota Bamdung

    • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 159
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews — Pansus 9 DPRD Kota Bandung, tengah membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Keberagaman Kehidupan Bermasyarakat. Raperda yang tengah dibahas pansus 9 DPRD Kota Bandung ini dibuat karena ada permasalahan SARA yang tidak kunjung selesai. Pembentukan Raperda ini akibat keresahan terhadap permasalahan SARA yang tidak kunjung selesai dengan berbagai kemasannya,” kata Wakil Ketua […]

  • Sukabumi Dilanda Kekeringan, Masyarakat Harus Antri di Sumur Kecil

    Sukabumi Dilanda Kekeringan, Masyarakat Harus Antri di Sumur Kecil

    • calendar_month Minggu, 15 Sep 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Mbinews.id, Sukabumi- Bulan keempat memasuki musim kemarau sebagian wilayah Kabupaten Sukabumi di Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangteng Tengah terdampak kekeringan, akibatnya penduduk kekurangan Air bersih untuk sehari-hari. Warga terpaksa harus antri sejak subuh sampai sore hari disebuah sumur kecil yang berada dipinggir dekat hutan untuk keperluan sehari-hari. Namun sayang sumur tersebut pun kecil dan debit airnya […]

  • Pengurus Cabang IAKMI Kota Sukabumi Periode 2022-2025 Resmi Dilantik

    Pengurus Cabang IAKMI Kota Sukabumi Periode 2022-2025 Resmi Dilantik

    • calendar_month Minggu, 6 Nov 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 155
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Pengurus Cabang Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Kota Sukabumi masa periode 2022-2025 resmi dilantik. Reni Rosyida Muthmainnah didapuk menjadi ketua IAKMI Kota Sukabumi, periode 2022-2025. Dalam keterangannya, Reni menargetkan kepengurusan IAKMI periode saat ini, diharapkan bisa mendukung Pemerintah Kota Sukabumi dalam menuntaskan permasalahan kesehatan yang ada. “Kita menyoroti sistem ketahanan kesehatan […]

  • Rapat Pleno di Kota Banjar Berjalan Lancar, Jokowi – Maruf Menang Tak Ada Yang Protes

    Rapat Pleno di Kota Banjar Berjalan Lancar, Jokowi – Maruf Menang Tak Ada Yang Protes

    • calendar_month Jumat, 3 Mei 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 152
    • 0Komentar

    BANDUNG, BEDAnews,- Rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilu dan Pilpres 2019 yang digelar KPU Kota Banjar Jawa Barat di Gudang Logistik Tanjungsukur, Selasa (30/4) lalu berjalan lancar. Hasil rekapitulasi penghitungan suara untuk Pilpres di Kota Banjar, pasangan 01 Jokowi-Ma’ruf unggul dengan memperoleh 63.295 suara. Sedangkan pasangan 02 Prabowo-Sandi meraih 55.732 suara, atau selisih 7.563 […]

  • Seleksi Terbuka JPT Pratama Pemkot Bandung Masuk Tahap Ke-2

    Seleksi Terbuka JPT Pratama Pemkot Bandung Masuk Tahap Ke-2

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 163
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBINnews.id – Seleksi Pratama Seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kota Bandung untuk pengisian jabatan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan pada Sekretariat Daerah Kota Bandung dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Bandung sudah memasuki tahap Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) atau Uji Gagasan Tertulis. Pelaksanaan SKB dilakukan di Assessment […]

  • Media Massa Hadapi Situasi Berat, PWI Jabar Gelar Webinar “Strategi Bisnis Media”

    Media Massa Hadapi Situasi Berat, PWI Jabar Gelar Webinar “Strategi Bisnis Media”

    • calendar_month Rabu, 24 Feb 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 162
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBINews.id – Media massa saat menghadapi situasi berat, di saat harus menyelesaikan masa disrupsi media akibatnya tumbuhnya media sosial dan internet, media setahun ini menghadapi masa pandemi Covid-19. Pandemi ini dinilai tantangan yang sangat berat yang harus mampu diselesaikan atau diatasi dengan berbagai upaya dan ikhtiar.Menyikapi situasi ini, PWI Jawa Barat menyelenggarakan Webinar dengan […]

expand_less