Breaking News
Trending Tags

Tingkatkan PAD Kota Bandung, PBB Dan BPTHB Jadi Mata Pajak Tertinggi Semester Pertama 2019

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Kamis, 1 Agt 2019
  • visibility 41
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MBInews.id, Bandung – Dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemerintah Kota Bandung terus mengoptimalkan pendapatan melalui pajak. Pada tahun 2019, target pajak Kota Bandung meningkat dari Rp2,43 triliun menjadi Rp2,56 triliun.

Dari 9 mata pajak yang ada di Kota Bandung, sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) menjadi sektor pajak tertinggi di semester pertama tahun 2019.

“Untuk pajak tertinggi, saat ini ada di sektor PBB dan BPHTB. Dua mata pajak ini mengalami peningkatan signifikan per Juli 2019,” ungkap Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (BPPD) Kota Bandung, Arief Prasetya pada Bandung Menjawab di Taman Sejarah, Kamis (1/8/2019).

Arief menyebutkan, pajak hotel dan restoran menjadi sektor pajak paling strategis mengingat Bandung merupakan salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia.

Sampai dengan bulan Juli 2019, realisasi pajak hotel di Kota Bandung mencapai angka 57,99 persen. Sedangkan untuk pajak restoran, per Juli 2019 telah mencapai angka realisasi 66,77 persen.

Adapun 9 mata pajak beserta angka realisasi per Juli 2019 adalah sebagai berikut:

1. Pajak Hotel dengan angka realisasi Rp176.854.707.745 dari Rp305.000.000.000 (57,99%)

2. Pajak Restoran dengan angka realisasi Rp213.672.437.097 dari Rp320.000.000.000 (66,77%)

3. Pajak Hiburan dengan angka realisasi Rp51.047.317.548 dari Rp90.000.000.0000 (56,72%)

4. Pajak Parkir dengan angka realisasi Rp26.946.280.511 dari Rp43.000.000.000 (62,67%)

5. Pajak Penerangan Jalan dengan angka realisasi Rp119.297.258.439 dari Rp197.500.000.000 (60,40%)

6. Pajak BPHTB dengan angka realisasi Rp273.716.657.477 dari Rp665.000.000.000 (41,16%)

7. Pajak Bumi dan Bangunan dengan angka realisasi Rp156.745.537.368 dari Rp630.000.000.000 (24,88%)

8. Pajak Reklame dengan angka realisasi Rp14.600.932.026 dari Rp153.311.729.898 (9,52%)

9. Pajak Air dan Tanah dengan angka realisasi Rp19.653.066.624 dari Rp32.500.000.000 (60,47%)

Sehingga jumlah realisasi pajak di Kota Bandung pada semester 1 tahun 2019 berada di angka 43,22% atau Rp1.052.944.970.945 dari Rp2.436.311.729.898.

Kendati demikian, Arief optimis, dalam perjalanan menuju akhir 2019, seluruh sektor mata pajak di Kota Bandung dapat memenuhi realisasi sehingga PAD Kota Bandung dapat terus meningkat.

Selain itu, ia mengaku senang karena kesadaran masyarakat Kota Bandung dalam membayar pajak sudah meningkat.

“Ini juga dibantu oleh kehadiran teknologi. Sekarang, bayar pajak sudah bisa dilakukan di telepon genggam. Kemudahan akses ini yang akhirnya dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Arief.

Dalam mewujdukan kesadaran masyarakat untuk membayar pajak, BPPD sudah melakukan beberapa kegiatan sosialisasi baik itu melalui media cetak dan elektronik, maupun melalui beberapa kegiatan sosialisasi. Terdekat, BPPD mengadakan agenda sosialisasi bayar pajak pada 4 Agustus mendatang.

Arief juga mengajak kepada seluruh masyarakat Kota Bandung untuk membayar pajak tepat waktu. Karena dari pajak tersebut masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung seperti pembangunan infrastruktur yang begitu pesat di Kota Bandung.

“Untuk pajak restoran dibayar paling lambat tiap tanggal 15 perbulannya. Sedangkan untuk PBB dibayar paling lambat 30 September. Jangan sampai jatuh tempo,” pesan Arief.

Sebagai informasi tambahan, saat ini pembayaran pajak sudah bisa dilakukan secara online melalui BJB, ATM, M-banking, Kantor Pos, Indomaret, dan aplikasi belanja online Bukalapak serta Tokopedia. (zack)

Editor    : Fazar

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pekan Ini, Bapokting Disejumlah Pasar Dikota Sukabumi Alami Kenaikan

    Pekan Ini, Bapokting Disejumlah Pasar Dikota Sukabumi Alami Kenaikan

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 32
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id –  Perkembangan bahan pokok penting (bapokting) di sejumlah Pasar di Kota Sukabumi kembali alami penaikan harga. Padahal, beberapa bapokting seperti jenis cabai-cabaian sepekan lalu alami turun harga. Seperti cabai rawit merah pekan lalu dibandrol Rp40 ribu menjadi Rp55 ribu/kg. Kemudian gula pasir dari kisaran Rp11 ribu menjadi Rp16 ribu/kg.”Hasil monitoring kami dilapangan, komoditi […]

  • Pj Ketua TP PKK Kota Sukabumi Hadiri Seminar bersama Kader Posyandu se-Kota Sukabumi

    Pj Ketua TP PKK Kota Sukabumi Hadiri Seminar bersama Kader Posyandu se-Kota Sukabumi

    • calendar_month Rabu, 29 Mei 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 30
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Penjabat (Pj) Ketua TP PKK Kota Sukabumi, Diana Rahesti menghadiri kegiatan Koordinasi dan Peningkatan Kapasitas Kelompok Kerja Posyandu se-Kota Sukabumi, yang dilaksanakan pada hari Selasa (21/05/2024) di Hotel Horison. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk perwakilan dari berbagai dinas dan instansi terkait, Camat se-Kota Sukabumi, Ketua Pokjanal Posyandu Kecamatan se-Kota […]

  • Peduli PKB Kota Bandung  Kepada Warganya,  H.Erwin : Tahta, Harta Dan Anak Adalah Titipan Alllah

    Peduli PKB Kota Bandung Kepada Warganya, H.Erwin : Tahta, Harta Dan Anak Adalah Titipan Alllah

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 38
    • 0Komentar

    BANDUNG , MBInews.id – Setelah usai pembagian paket sembako PKB Peduli dari pusat atas instruksi Ketua DPP PKB Pusat, Abdul Muhaimin Iskandar, kini giliran inisiatif H Erwin SE yang merasakan peduli pada warganya, terutama yang terdampak covid-19. H Erwin tak pernah lelah untuk berbagi sebab yang ia rasakan sendiri beramal sodakoh dengan harta yang kita […]

  • Second Home Visa Ibarat Jalan Tol, Masuknya WNA Berkualitas Premium ke Indonesia

    Second Home Visa Ibarat Jalan Tol, Masuknya WNA Berkualitas Premium ke Indonesia

    • calendar_month Senin, 19 Des 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Tanjung Pinang || MBInews.id — Peluncuran berlakunya kebijakan Second Home Visa secara resmi akan dilakukan oleh Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly di Tanjung Pinang Kepulauan Riau pada Rabu, 21 Desember 2022. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Imigrasi Widodo Ekatjahjana mengatakan bahwa peluncuran ini dilakukan lebih awal 3 hari dari ketentuan yang diatur dalam SE […]

  • Kepala UPTD PBB-P2 dan BPHTB: Siap Kejar Target BPHTB Yang ALami Kenaikan

    Kepala UPTD PBB-P2 dan BPHTB: Siap Kejar Target BPHTB Yang ALami Kenaikan

    • calendar_month Senin, 20 Sep 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 42
    • 0Komentar

    SUKABUMI-Mbinews.id – Meskipun Pemkot Sukabumi menaikan target nilai Bea Perolehan Hak Atas Tanah atau Bangunan (BPHTB) yang semula Rp. 8 miliar, ke Rp. 14 miliar. Namun, bagi UPTD Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) dan BPHTB, meyakini akan tercapai target tersebut. Kepala UPTD Pengelola Pendapatan Daerah pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah […]

  • Gerakan Koperasi Jawa Barat Menggugat Pemerintah, Nurdin Halid: Dekopin Bukan Milik Saya!

    Gerakan Koperasi Jawa Barat Menggugat Pemerintah, Nurdin Halid: Dekopin Bukan Milik Saya!

    • calendar_month Senin, 31 Jan 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 27
    • 0Komentar

    BANDUNG,  MBInews.id – Gerakan Koperasi Jawa Barat ‘menggugat’ Pemerintah Republik Indonesia atas ketidaktegasan sikap Kementerian Koperasi dan UKM dengan mengakomodir kepengurusan Dekopin bukan hasil Musyawarah Nasional (Munas) Dekopin yang sah pada 11-14 November 2019. Gugatan berupa Pernyataan Sikap Bersama itu akan disampaikan kepada Presiden, piminan DPR dan DPD, kementerian dan lembaga terkait seperti Menko Ekonomi, […]

expand_less