Breaking News
Trending Tags

Refocusing Anggaran? Daddy : Awas ” Jangan Hantam Kromo”

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Minggu, 5 Apr 2020
  • visibility 169
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, MBInews.id – Instruksi Mendagri Nomor 1 tahun 2020 tentang Pencegahan Penyebaran dan Percepatan Penanganan Corona Virus Disease di Lingkungan Pemerintah Daerah ditujukan kepada seluruh kepala daerah di Indonesia.

Anggota fraksi Gerindra DPRD prov Jabar Daddy Rohanady menanggapi implementasi instruksi yang dikeluarkan pada 2 April 2020 dan berisi 7 butir perintah tersebut.

Implementasi ketujuh perintah tersebut tentu saja diserahkan kepada para kepala daerah. Pada tahap inilah semua stakeholders bisa melihat kemampuan gubernur/bupati/wali kota mengolah APBD.

Hasil seni olah APBD itulah yang nantinya pasti sangat dirasakan oleh masyarakat. Namun, sebelum itu, yang akan lebih merasakan adalah organisasi perangkat daerah (OPD) di masing-masing tingkatan pemerintahan.

Mengapa demikian? Ya, tentu saja karena OPD adalah instansi yang akan merasakan pertama kali konsekuensinya. OPD harus bersiap memilah dan memilih program/kegiatan mana di lingkungannya yang –mau tidak mau dan suka tidak suka– direalokasi atau bahkan diamputasi anggarannya.

Persoalannya siapa yang menentukan langkah tersebut?

Kepala daerah, bedasarkan Instruksi Mendagri Nomor 1/2020, memang memiliki hak untuk itu. Namun, pemangkasan atau pengurangan program/kegiatan pasti akan mempengaruhi banyak hal. Yang pasti, langkah tersebut tidak bisa dilakukan dengan hantam kromo. Jika sifat kebijakan pemangkasannya dilakukan hantam kromo, bisa fatal akibatnya.

Realokasi anggaran bisa dilakukan dengan alternatif berikut. Pertama, tentukan saja per OPD berapa volume anggaran yang akan direalokasikan. OPD yang memutuskan sendiri program/kegiatan apa yang diamputasi atau hanya dikurangi.

Alternatif kedua, gubernur melalui TAPD dan Bappeda menentukan program/kegiatan yang dihapus atau dikurangi. Tidak perlu semua anggaran dipangkas, hanya anggaran-anggaran tertentu saja.

Jika pemotongan dilakukan hantam kromo, sekali lagi, bisa fatal akibatnya, apalagi seandainya semua program/kegiatan dipangkas saja 50-60 persen. Memang langkah tersebut lebih mudah dan tidak perlu bersusah payah untuk memilih dan memilah. Target angka yang diinginkan akan lebih mudah.

Namun, langkah tersebut akibatnya bisa fatal. Target masih melekat tetapi anggaran dipangkas. Padahal anggaran yang tersisa, bisa jadi, tidak ke kiri tidak ke kanan. Selain itu, beban akhir atas ketidaktercapaian itu tetap menjadi beban pimpinan/kepala OPD.

Alternatif mana yang dipilih akan sangat menentukan hasil akhir. Atau, pilihannya tetap hantam kromo? (Mbi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Angka DBD di Kota Bandung Naik

    Angka DBD di Kota Bandung Naik

    • calendar_month Jumat, 29 Mar 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 144
    • 0Komentar

    BANDUNG, mbinews — Ketua DPRD Kota Bandung, H. Tedy Rusmawan, A.T., M.M., mendorong Pemerintah Kota Bandung untuk terus melakukan langkah cepat agar kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Bandung dapat ditekan. Bahkan, H.Tedy Rusmawan AT MM, memberi 5 catatan untuk Pemerintah Kota Bandung dalam mengatasi virus yang disebabkan oleh nyamuk aedes aegypti itu. Lebih […]

  • Kemis Nyunda, Cara Kota Bandung Lestarikan Bahasa Ibu

    Kemis Nyunda, Cara Kota Bandung Lestarikan Bahasa Ibu

    • calendar_month Sabtu, 22 Jan 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 157
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Kota Bandung sebagai salah satu Tanah Pasundan, kental dengan bahasa Sunda dan budaya. Salah satu bentuk kecintaan tersebut diwujudkan dalam program Kemis Nyunda. Setiap hari Kamis, seluruh instansi Pemerintah Kota Bandung termasuk sekolah menerapkan budaya Sunda. Implementasi serta penerapan budaya Sunda dalam kegiatan sehari-hari itu tertuang dalam Pasal 11 Peraturan Wali Kota […]

  • Komisi V DPRD Jabar Mendukung Langsung Kontingen Peparnas Asal Jawa Barat

    Komisi V DPRD Jabar Mendukung Langsung Kontingen Peparnas Asal Jawa Barat

    • calendar_month Sabtu, 13 Nov 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 167
    • 0Komentar

    JAYAPURA, MBInews.id – Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Abdul Hadi Wijaya, didampingi Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Abdul Muiz, menghadiri dan mendukung secara langsung kontingen Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVI Tahun 2021 asal Jawa Barat. Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Abdul Hadi Wijaya mengatakan pihaknya ingin memberikan dukungan […]

  • Cibaduyut Bangun Fondasi Smart IKM, Menjaga Warisan Sekaligus Menjemput Masa Depan

    Cibaduyut Bangun Fondasi Smart IKM, Menjaga Warisan Sekaligus Menjemput Masa Depan

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 441
    • 0Komentar

    BANDUNG,Mbinews  – Sentra industri alas kaki legendaris Cibaduyut tengah bersiap menghadapi tantangan era digital dan persaingan global melalui pendekatan ilmiah berbasis riset. Langkah tersebut diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Formulasi Model Kesiapan Smart Industri Kecil Menengah Melalui Craftsmanship Skills Index dan Komitmen Manajerial untuk Penguatan UMKM Sepatu Tradisional” yang digelar di Bandung, Rabu […]

  • Gen Z dan Milenial Jadi Aktor Utama Pemilu di Kota Bandung, Mulai Jadi Petugas PPK Hingga KPPS

    Gen Z dan Milenial Jadi Aktor Utama Pemilu di Kota Bandung, Mulai Jadi Petugas PPK Hingga KPPS

    • calendar_month Rabu, 31 Jan 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 167
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Peran Gen Z dan Milenial menjadi krusial dalam penyelenggaraan Pemilu serentak 2024. Sebagai kelompok pemilih yang mendominasi dalam kontestasi lima tahunan ini, Gen Z dan Milenial juga tak hanya menjadi pemilih saja namun juga berperan aktif menjadi penyelenggara mulai dari petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS) sampai Kelompok Penyelenggara […]

  • Cabe – Cabean Alami Penurunan, komoditas Bombay Meroket

    Cabe – Cabean Alami Penurunan, komoditas Bombay Meroket

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 154
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id –  Komoditas cabai-cabaian pekan ini terpantau terus alami penurunan harga. Seperti halnya, dengan cabai rawit merah yang sempat di bandrol Rp90 ribu, kini hanya Rp64 ribu per kilogramnya. begitu juga dengan cabai rawit merah besar semula Rp64 ribu menjadi Rp45 ribu, cabai merah lokal menjadi Rp55 ribu, cabai keriting merah setelah ada penurunan […]

expand_less