Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Refocusing Anggaran? Daddy : Awas ” Jangan Hantam Kromo”

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Minggu, 5 Apr 2020
  • visibility 107
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, MBInews.id – Instruksi Mendagri Nomor 1 tahun 2020 tentang Pencegahan Penyebaran dan Percepatan Penanganan Corona Virus Disease di Lingkungan Pemerintah Daerah ditujukan kepada seluruh kepala daerah di Indonesia.

Anggota fraksi Gerindra DPRD prov Jabar Daddy Rohanady menanggapi implementasi instruksi yang dikeluarkan pada 2 April 2020 dan berisi 7 butir perintah tersebut.

Implementasi ketujuh perintah tersebut tentu saja diserahkan kepada para kepala daerah. Pada tahap inilah semua stakeholders bisa melihat kemampuan gubernur/bupati/wali kota mengolah APBD.

Hasil seni olah APBD itulah yang nantinya pasti sangat dirasakan oleh masyarakat. Namun, sebelum itu, yang akan lebih merasakan adalah organisasi perangkat daerah (OPD) di masing-masing tingkatan pemerintahan.

Mengapa demikian? Ya, tentu saja karena OPD adalah instansi yang akan merasakan pertama kali konsekuensinya. OPD harus bersiap memilah dan memilih program/kegiatan mana di lingkungannya yang –mau tidak mau dan suka tidak suka– direalokasi atau bahkan diamputasi anggarannya.

Persoalannya siapa yang menentukan langkah tersebut?

Kepala daerah, bedasarkan Instruksi Mendagri Nomor 1/2020, memang memiliki hak untuk itu. Namun, pemangkasan atau pengurangan program/kegiatan pasti akan mempengaruhi banyak hal. Yang pasti, langkah tersebut tidak bisa dilakukan dengan hantam kromo. Jika sifat kebijakan pemangkasannya dilakukan hantam kromo, bisa fatal akibatnya.

Realokasi anggaran bisa dilakukan dengan alternatif berikut. Pertama, tentukan saja per OPD berapa volume anggaran yang akan direalokasikan. OPD yang memutuskan sendiri program/kegiatan apa yang diamputasi atau hanya dikurangi.

Alternatif kedua, gubernur melalui TAPD dan Bappeda menentukan program/kegiatan yang dihapus atau dikurangi. Tidak perlu semua anggaran dipangkas, hanya anggaran-anggaran tertentu saja.

Jika pemotongan dilakukan hantam kromo, sekali lagi, bisa fatal akibatnya, apalagi seandainya semua program/kegiatan dipangkas saja 50-60 persen. Memang langkah tersebut lebih mudah dan tidak perlu bersusah payah untuk memilih dan memilah. Target angka yang diinginkan akan lebih mudah.

Namun, langkah tersebut akibatnya bisa fatal. Target masih melekat tetapi anggaran dipangkas. Padahal anggaran yang tersisa, bisa jadi, tidak ke kiri tidak ke kanan. Selain itu, beban akhir atas ketidaktercapaian itu tetap menjadi beban pimpinan/kepala OPD.

Alternatif mana yang dipilih akan sangat menentukan hasil akhir. Atau, pilihannya tetap hantam kromo? (Mbi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Farhan Berikan Apresiasi, Ribuan Warga Gelar Aksi Bebersih Kota Bandung

    Farhan Berikan Apresiasi, Ribuan Warga Gelar Aksi Bebersih Kota Bandung

    • calendar_month Minggu, 14 Sep 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Bandung || MBInews.id — Ribuan masyarakat yang berasal dari berbagai komunitas, organisasi kemasyarakatan, LSM, dan relawan menggelar aksi Bebersih Kota Bandung pada Minggu, 14 September 2025. Kegiatan yang dipusatkan di Taman Cikapayang Dago-Gedung Sate ini berlangsung penuh semangat, disertai aksi serentak di lima titik lain di kawasan utara Kota Bandung. Sejak pagi, peserta sudah berkumpul […]

  • Bappeda Kota Sukabumi Ditunjuk Menjadi Koordinator Penanganan Kasus Stunting

    Bappeda Kota Sukabumi Ditunjuk Menjadi Koordinator Penanganan Kasus Stunting

    • calendar_month Kamis, 28 Okt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 100
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id -Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi ditunjuk sebagai koordinator Tim khusus penekanan angka stunting tahun ini. “Iya, kita sebagai koorinator dari tim untuk penanganan masalah stunting di Kota Sukabumi,” ujar PLT. Kepala Bappeda kota Sukabumi Reni Rosyida, usai menggelar sosialisasi Keputusan Walikota Sukabumi Nomor 188.45/314-Bappeda/2021 tentang pembentukan tim Percepatan Penurunan Stunting, di […]

  • Stok Tabung Oksigen Terbatas, Wakil Wali Kota Bandung: Masyarakat Tak Perlu Panik

    Stok Tabung Oksigen Terbatas, Wakil Wali Kota Bandung: Masyarakat Tak Perlu Panik

    • calendar_month Senin, 5 Jul 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 174
    • 0Komentar

    BANDUNG, Ketersediaan tabung oksigen kian berkurang seiring dengan meningkatnya kasus positif aktif Covid-19 di Kota Bandung. Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengatakan Sebagai upaya menyiasati kekurangan tabung oksigen, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung telah meminta pemerintah pusat dan provinsi untuk mendorong industri-industri oksigen agar meningkatkan kapasitas produksinya. “Sekarang sudah benar. Sebetulnya dari 100 persen produksi […]

  • Melalui Bappeda, Pemkot Sukabumi Percepat Penurunan Stunting melalui Program GENTING

    Melalui Bappeda, Pemkot Sukabumi Percepat Penurunan Stunting melalui Program GENTING

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 100
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi gencar menekan angka stunting melalui Program GENTING (Gerakan Nutrisi Telur untuk Keluarga Berisiko Stunting). Program ini dilaksanakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi, sebagai langkah intervensi gizi bagi keluarga berisiko stunting, salah satunya di Kecamatan Cibeureum. Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (P2M) Bappeda Kota Sukabumi, Nenden Eviyanti, […]

  • Tedy Rusmawan Ajak Warga Produktif Lewat Ketahanan Pangan

    Tedy Rusmawan Ajak Warga Produktif Lewat Ketahanan Pangan

    • calendar_month Rabu, 25 Mei 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 94
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Warga Kota Bandung didorong untuk memulai Gerakan ketahanan pangan, salah satunya melalui program Buruan Sae. Program ini menjadikan masyarakat untuk lebih memberdayakan lahan di sekitarnya agar lebih produktif. Ketua DPRD Kota Bandung H. Tedy Rusmawan, A.T., M.M., mengatakan bahwa Buruan Sae yang ada di tengah masyarakat diharapkan lebih terhubung dengan potensi lokal.Dengan […]

  • Hari Anti Narkotika Internasional 2020, Walikota Bandung Ajak Perkuat Pertahanan Keluarga

    Hari Anti Narkotika Internasional 2020, Walikota Bandung Ajak Perkuat Pertahanan Keluarga

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 89
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Pada momentum Hari Anti-Narkotika Internasional (HANI) 2020, Wali Kota Bandung Oded M. Danial mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat ketahanan keluarga. Sebab benteng pertahanan terkuat melawan bahaya narkotika adalah keluarga. “Benteng pertama dan utama adalah ketahanan keluarga. Sekalipun Kepala BNN pusat maupun BNN Kota Bandung punya program yang banyak dan luar biasa, kalau […]

expand_less