Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Mediasi Penggugat Dengan RS Melinda 2 Di PN Bandung, Kuasa Hukum Penggugat : Kecewa, Arogansi Pihak RS Melinda Dan Tidak Jujur…!

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 17 Jun 2020
  • visibility 88
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, MBInews.id – Mediasi antara Penggugat keluarga eks pasiennya dr. Miftahurachman, Sp. PD., KEMD., M. Kes., FINASIM (Almarhum) dengan pihak tergugat RS Melinda 2, dimana mediasi ini digelar di Pengadilan Negeri Bandung dengan perkara nomor 171/ Pdt.G/202 PN Bdg. Gugatan ditujukan kepada dr. Ancilla Lina L., M.M., M.Kes., M.HKes., selaku Direktur Utama Rumah Sakit Melinda 2, beralamat di Jalan Dr. Cipto No. 1 Kota Bandung.

Dalam Mediasi tersebut hadir Hakim ketua Haran Tarigan SH, anggota Pendeni Mustikawati SH dan Erry Iriawan SH dan dihadiri para kuasa hukum, yang juga menghadirkan pihak rumah Sakit Melinda 2 Bandung dan keluarga pasien. Keluarga pasien diwakili oleh dr. Ira Febri Yani Sp.OG., M.Kes selaku istri pasien, Pengadilan Negeri Bandung Jl. L. L. R.E. Martadinata No.74-80, Cihapit, Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, (16/6/2020)

Sementara itu wartawan hanya bisa mengkonfirmasi pihak penggugat, sedangkan pihak tergugat cepat berlalu. Dalam hal ini adalah kuasa hukum penggugat H. M. Yos Faizal Husni, S.H., M.Hum.

Menurut Yos bahwa hasil dari mediasi itu mereka sudah tahu posisi yang sebenarnya mengapa dari pihak dr. Ira ini kenapa menggugat? Apa yang dikemukakan tadi berdasarkan fakta dan data sehingga lebih jelas menyikapinya dari pihak RS Melindanya, akan tetapi pihak RS Melinda masih bertahan dengan sikap pembenarannya.

“Setelah kita jelaskan semua ada fakta, data dan paswordnya maka mereka ada sebagian bisa menerima dan sebagian mau dikonfirmasi dulu, selama dalam proses ini dr. Ira mendapatkan tekanan psikis dari koleganya, contohnya ada dokter-dokter seniornya mempengaruhi sesuai maksud dan tujuan dari RS Melinda,” ungkap Yos.

“Jadi mediasi ini baru mengungkapkan satu sama lainnya,” tambah Yos.

Yos menuturkan bahwa pihak dr. Ira akan tetap konsisten dengan apa yang dikemukakan, dan sebenarnya hal ini sudah dilakukan berulang-ulang mediasi dilakukan sebelum masuk ranah gugatan pengadilan.

“Tapi sayangnya yang menjadi mediator alias penengahnya selalu membawa misi dari pihak RS Melinda yang terkesan memaksakan kehendak, ini yang membuat kecewa, dan mudah-mudahan dengan tahapan mediasi ini berjalan baik, kita saling terbuka karena apa? Kita tidak ada rasa dendam, dr. Ira hanya ingin kejujuran dan kebenaran terhadap proses ini bagaimana? Masa sih almarhum suaminya dikasih labu darah menurut tagihannya 161, dari 161 dari satu hari itu ada 101 labu darah, setelah konfirmasi sama dokternya ternyata hanya 28 labu darah,” penjelasan Yos.

Dalam lanjutan percakapan Yos memaparkan rasa kecewa dan menyesalkan pihak RS Melinda dimana almarhum yang juga buka klinik di RS Melinda ini sampai tega memperlakukan almarhum demikian, sesama profesi dan setidaknya pernah berjasa terlebih menekan keluarga almarhum, disinilah di arogansi pihak RS Melinda.

“Pada dasarnya jangan perlakukan hal ini pada dr. Ira dan masyarakat umum, bilang satu tablet disuruh bayar satu kaplet alasannya kebijakan rumah sakit ‘inilah?’, kalau masyarakat tidak tahu, untung kita tahu dokter, obat ini, obat apa kita cek, gimana kalau kena masyarakat main tagih, bayar iya iya aza,” keterangan detail Yos.

“Kalau merembet masalah asuransi, BPJS dan sebagainya, bisa rame!,” imbuhnya.

Jika mediasi berjalan dengan baik dan sesuai harapan masing-masing pihak tidak menutup kemungkinan selesai pada tahap mediasi dan tidak berlanjut pada gelar pengadilan.

“Pihak dr. Ira tentunya merespon baik, selama mereka mengakui terhadap kebenaran dan kejujuran yang kami kemukakan, karena kami tidak minta apa-apa, itu saja!” tandasnya.

Setelah wawancara dengan pihak penggugat wartawan segera mengejar pihak tergugat namun sudah berlalu meninggalkan pengadilan Negeri Bandung.

Wartawan pukul 11:25 WIB (Selasa, 16/6/2020) langsung mendatangi pihak RS Melinda untuk konfirmasi namun pihak staf dan manajemen RS Melinda 2 tidak bisa dikonfirmasi dengan alasan pimpinan sedang meeting dan tidak tahu kapan selesainya, reporter pun menunggu konfirmasi pihak RS Melinda 2 sampai berita ini tayang. (Wanruna/mbi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • RS. Betha Medika Salurkan CSR Untuk Delapan Puskesmas

    RS. Betha Medika Salurkan CSR Untuk Delapan Puskesmas

    • calendar_month Kamis, 12 Agt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 83
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Sebanyak delapan Puskesmas di wilayah Kabupaten Sukabumi, mendapatkan bantuan dari Rumah Sakit (RS) Betha Medika. Melalui program Corporate Social Responsibilty (CSR) nya, bantuan yang diberikan tersebut untuk penanganan Covid-19. Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakn langsug di aula rumah sakit Betha Medika. Kamis, (12/8/2021). Hadir juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Harun Alrasyid. Direktur RS. Betha […]

  • Margin Error DTSEN Masih 13 Persen, Soni Daniswara Minta Perbaikan Data Dipercepat

    Margin Error DTSEN Masih 13 Persen, Soni Daniswara Minta Perbaikan Data Dipercepat

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 292
    • 0Komentar

    BANDUNG,Mbinews  – Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Soni Daniswara, menegaskan pentingnya peningkatan akurasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) guna memastikan berbagai program bantuan dan perlindungan sosial dapat tersalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan. Hal tersebut disampaikan Soni saat menghadiri kegiatan Sosialisasi DTSEN di Kantor Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jumat (19/6/2026). Menurutnya, […]

  • Survey Internal PKS, Paslon Bedas Menang 50,44 Persen Di Pilbup Bandung

    Survey Internal PKS, Paslon Bedas Menang 50,44 Persen Di Pilbup Bandung

    • calendar_month Sabtu, 21 Nov 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – PKS Kabupaten Bandung merilis hasil survei internal PKS terkait Pilbup Bandung 2020. Survei dirilis tanggal 15 November 2020. Hasilnya, tingkat elektabilitas pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung HM Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan (Paslon Bedas) di urutan tertinggi mencapai 50,44 persen. Peringkat kedua oleh Paslon Kurnia Agustina-Usman Sayogi dengan raihan 23,56 persen dan […]

  • Ribuan  Peserta Lintas Agama Dan Budaya, Meriahkan Parade  Bandung Rumah Bersama

    Ribuan Peserta Lintas Agama Dan Budaya, Meriahkan Parade Bandung Rumah Bersama

    • calendar_month Sabtu, 15 Feb 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 80
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Sebanyak 6.000 Peserta dari lintas agama dan budaya mengikuti Parade Bandung Rumah Bersama yang diinisiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung di Jalan Asia Afrika Kota Bandung, Sabtu (15/2/2020). Acara dibuka dengan “historical walk”. Wali Kota Bandung, Oded M. Danial bersama Ketua DPRD, Forkopimda, Kepala Kemenag, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan perwakilan […]

  • Mahasiswa UMMI Ajak UMKM Desa Melek Era Digital

    Mahasiswa UMMI Ajak UMKM Desa Melek Era Digital

    • calendar_month Kamis, 29 Jul 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 89
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBINews.id, – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik 2021 Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) mengelar sosialisasi kepada pelaku UMKM di Desa Limbangan, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Kegiatan tersebut, merupakan Lokakarya Awal, dengan tema “Transformasi Digital UMKM Desa Limbangan”, yang dihadiri oleh beberapa para pelaku UMKM desa Limbangan. Ketua Kelompok KKN Ringgo Trihat Musti, mengatakan, kegiatan sosialisasi […]

  • Waspada PMK Jelang Idul Adha, Pemkot Bandung Ajukan Vaksinasi Hewan Kurban

    Waspada PMK Jelang Idul Adha, Pemkot Bandung Ajukan Vaksinasi Hewan Kurban

    • calendar_month Kamis, 19 Mei 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 106
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Meski di Kota Bandung belum ditemukan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan berkuku belah, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berupaya untuk melakukan vaksinasi pada hewan-hewan tersebut. Saat ditemui di Balai Kota Bandung pada Selasa, 17 Mei 2022, Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengaku telah mengajukan vaksinasi hewan ke pemerintah pusat. “Sebentar […]

expand_less