Breaking News
Trending Tags

Menghadapi Ancaman TBC RO, Peran Organisasi Masyarakat Sipil dan Komunitas Perlu Diperkuat Untuk Eliminasi TBC

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Kamis, 2 Mar 2023
  • visibility 132
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Stop TB Partnership Indonesia (STPI) menyelenggarakan “Dialog Multistakeholder untuk Penguatan Peran Organisasi Masyarakat Sipil dan Komunitas dalam Perawatan Pengobatan Orang Dengan TBC Resisten Obat (RO)” pada Selasa 28 Februari 2023 di Hotel Royal Kuningan secara hybrid. Pertemuan ini bertujuan untuk mengidentifikasi situasi, tantangan dan peluang, serta input rencana tindak lanjut untuk memperkuat peran OMS dan komunitas mengimplementasikan perawatan pengobatan TBC RO yang berkualitas serta berpusat pada pasien sesuai rekomendasi WHO. Pertemuan ini dihadiri oleh Kementerian Kesehatan RI dan beberapa Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) seperti Perhimpunan Organisasi Penyintas (POP) TB Indonesia, Pejuang Tangguh (PETA), Jejaring Riset TB (JetSet TB), USAID Indonesia, WHO Indonesia, KOPI TB Indonesia, PR Konsorsium Penabulu-STPI, PPTI, Rekat Peduli Indonesia, Yayasan Terus Berjuang (Terjang) Jawa Barat, Yayasan Kareba Baji Sulawesi Selatan, Inisiatif Lampung Sehat dan media.

 

Ketua Koalisi Organisasi Profesi (KOPI) TB Indonesia, Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc., Sp.P(K) menyampaikan, “Pengobatan TBC RO saat ini sudah ada paduan jangka pendek dengan paduan baru yang membutuhkan waktu pengobatan 9 bulan saja, disebut pengobatan BPaL (Bedaquiline, Pretomanid, dan Linezolid)”. Dokter spesialis paru-paru tersebut memberikan saran bahwa Dinas Kesehatan setempat diharapkan dapat meningkatkan kuantitas dan kualitasp rogram penanggulangan TBC secara khusus dan berkelanjutan serta bagi OMS menjembatani komunikasi antar komunitas agar saling bekerja sama dalam melaksanakan program penanggulangan TBC dan memperkaya program yang sudah ada dan sudah berjalan sekaligus melibatkan Pemerintah Daerah dan Media.

Saat ini, Indonesia sedang melakukan uji coba pengobatan TBC RO dengan panduan baru (BPaL) di delapan kota dalam konteks penelitian operasional sejak Agustus 2022 sampai dengan Juni 2023. Telah terdapat 4 pasien TBC-RO yang dinyatakan sembuh dengan pengobatan BPaL ini*.

Seorang penyintas TBC RO, Aryudit, menyampaikan pengalamannya berobat dengan paduan BPaL. Awal mulanya, Ia melakukan pemeriksaan ke klinik kesehatan dan terdiagnosa TBC Sensitif Obat (SO) yang perlu menjalani pengobatan 6 bulan. Namun, setelah 5 bulan pertama pengobatan, Ia merasa sudah sehat dan memutuskan untuk berhenti minum obat tanpa melakukan kontrol ke klinik. Beberapa bulan setelahnya, kondisinya berkembang menjadi TBC RO dan harus memulai pengobatan BPaL di RS Persahabatan selama 9 bulan. Selama menjalani pengobatan BPaL, Aryudit mengalami efek samping ringan, “Awal-awal pengobatan saya tidak merasakan efek samping sama sekali, namun, setelah di akhir-akhir mulai merasa nyeri sendi. Selama saya menjalani pengobatan, saya beruntung karena tetap mendapatkan dukungan keluarga”, tambahnya.

Dalam pertemuan ini, Budi Hermawan, selaku Ketua Perhimpunan Organisasi Pasien TBC, menyampaikan, “Saat ini sudah ada obat-obatan BPaL yang dapat menyembuhkan pasien, tidak lagi harus 24 bulan dan tanpa suntikan seperti saya dulu. Namun, dukungan sosial bagi pasien TBC RO oleh pendidik sebaya tetap diperlukan untuk memotivasi pasien menuntaskan pengobatannya”.

Efek samping obat (ESO) menjadi salah satu permasalahan utama timbulnya pasien mangkir atau lost to follow up (LTFU) terutama pada pasien TBC RO. Maka dari itu, peran komunitas sangat diperlukan untuk memperkuat penanggulangan TBC RO. Barry Adhitya selaku Program Manager PR Konsorsium Komunitas Penabulu-STPI menyampaikan dari 1.441 pasien TBC RO yang didampingi oleh relawan komunitas pada tahun 2022, 4% diantaranya mangkir dalam 6 bulan pertama pengobatan, kondisi ini merupakan penurunan dari 6% di tahun 2021. Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan adanya peran serta komunitas yang berjalan di lapangan, namun, jumlah Manajer Kasus (MK) atau Patient Supporter (PS) belum memenuhi kebutuhan sejalan dengan penambahan Rumah Sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan primer yang melayani TBC TO. Namun, komunitas juga berperan memberikan dukungan terhadap pasien melalui hotline TBC RO dan laportbc.id.

Yoana Anandita, SKM mewakili WHO Indonesia menyampaikan bahwa Organisasi Penyintas (OPT) dan OMS serta komunitas dapat berperan dalam peningkatan literasi dan edukasi terkait TBC, pengobatan HAM dan Gender, dukungan sosial, pemberdayaan masyarakat, advokasi, menghimpun anggaran dari berbagai sumber dll. Selain itu, komunitas juga perlu mulai terlibat dalam manajemen efek samping obat yang dialami pasien TBC RO untuk mengurangi risiko dan menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Paran Sarimita Winarni, S.I.Kom selaku anggota WHO Civil Society Task Force dan Wakil Ketua regional Green Light Committee SEARO, menerangkan komunitas dapat memberikan umpan balik kepada pemegang kebijakan dan layanan TBC-RO, terlibat dalam pemantauan efek samping obat dan monitoring regimen baru, memfasilitasi komunikasi pasien dengan penyedia layanan TBC RO, melakukan penjangkauan kesadaran tentang TBC melalui media yang dimiliki, ikut terlibat dalam perumusan kebijakan dan guideline tentang TBC-RO, melakukan advokasi dalam pendanaan untuk TBC-RO dan mengawal kebijakan dari level nasional ke akar rumput.

dr. Henry Diatmo, MKM selaku Direktur Eksekutif Stop TB Partnership Indonesia (STPI) menyampaikan harapannya, “Dengan berkembangnya inovasi dan teknologi kesehatan yang direkomendasikan WHO, seperti pengobatan TBC RO baru dari BPaL, peranan komunitas harus ditingkatkan baik dari aspek literasi medis terkait pengobatan maupun dalam proses pendampingan”. (Rls/STPI)

 

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lepas Tim Anggar, Wali Kota Janjikan Undang ke Rumdin Bagi Peraih Emas

    Lepas Tim Anggar, Wali Kota Janjikan Undang ke Rumdin Bagi Peraih Emas

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 188
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, secara resmi melepas kontingen cabang olahraga (cabor) anggar Kota Sukabumi, yang akan berlaga pada Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat di Karawang. Acara pelepasan tersebut, dihadiri Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi, Rahmat Sukandar, jajaran pengurus olahraga, pelatih, serta para atlet, di Ruang […]

  • TB.Hasanudin : Pencopotan Dandim Kendari Sudah Sesuai Aturan

    TB.Hasanudin : Pencopotan Dandim Kendari Sudah Sesuai Aturan

    • calendar_month Sabtu, 12 Okt 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 153
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Kolonel Kav Hendi Suhendi resmi dicopot dari jabatannya sebagai  Komandan Kodim (Dandim) 147/Kendari, Sultra. Kolonel Hendi harus menjalani serah terima jabatan hari ini, Sabtu (12/10) lantaran postingan istrinya soal penusukan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) RI, Wiranto . Mantan pimpinan Komisi I DPR RI  Mayjen TNI ( purn ) […]

  • Hj.Cucu Sugyati Sosialisasikan Perda No.2 Tahun 2023 di Patrol Kecamatan Ibun

    Hj.Cucu Sugyati Sosialisasikan Perda No.2 Tahun 2023 di Patrol Kecamatan Ibun

    • calendar_month Rabu, 6 Des 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 150
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews, — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Dr. Hj. Cucu Sugyati, SE., MM melaksanakan penyebarluasan / sosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Barat No. 2 Tahun 2023 Tentang Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan kepada masyarakat Patrol Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung, Senin (04/12/2023). Dalam kegiatan Sosper (Sosialisasi Perda) tersebut, Cucu menyampaikan tentang Perda No.2 tahun 2023, […]

  • DPRD Kota Bandung Usulkan Yana Jadi Wali Kota Bandung Definitif

    DPRD Kota Bandung Usulkan Yana Jadi Wali Kota Bandung Definitif

    • calendar_month Sabtu, 5 Mar 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 156
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – DPRD Kota Bandung mengusulkan Yana Mulyana sebagai Wali Kota Bandung sisa masa jabatan 2018-2023. Hal ini tertuang dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Bandung, Jumat 4 Maret 2022. Yana saat ini menjabat sebagai Plt. Wali Kota Bandung. Sebelumnya, Yana menjabat sebagai Wakil Wali Kota Bandung. Pengusulan Yana sebagai Wali Kota Bandung berbarengan dengan […]

  • Masyarakat Bandung Antusias Sambut Kehadiran Presiden Jokowi

    Masyarakat Bandung Antusias Sambut Kehadiran Presiden Jokowi

    • calendar_month Selasa, 18 Jan 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 138
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Presiden RI Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Kota Bandung, Senin, 17 Januari 2022. Masyarakat Kota Bandung nampak antusias menyambut kedatangan Presiden Jokowi. Presiden menjalankan tugas kerja di Kota Bandung dengan mengunjungi Universitas Katolik Parahyangan pukul 08.00 WIB. Kemudian, Jokowi melanjutkan kunjungan kerjanya ke Pasar Sederhana Bandung. Masyarakat Kota Bandung, khususnya yang […]

  • Jelang Natal, Pemkot Bandung Silaturahmi Dengan Tokoh Agama Katolik Dan Protestan

    Jelang Natal, Pemkot Bandung Silaturahmi Dengan Tokoh Agama Katolik Dan Protestan

    • calendar_month Kamis, 23 Des 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 147
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2022, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggelar silaturahmi dengan para tokoh agama Katolik dan Protestan di Pendopo Kota Bandung pada Kamis 23 Desember 2021. Sejumlah tokoh agama yang hadir di antaranya Ketua Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan Keuskupan Kota Bandung, Romo Agus OSC dan Ketua Persekutuan […]

expand_less