Breaking News
Trending Tags

Harus ada Kajian Konprehensip Dalam Pengelolaan sampah di Kota Bandung

  • account_circle Admin01
  • calendar_month Senin, 7 Jul 2025
  • visibility 167
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews — Dalam pembahasan LKPJ Wali Kota Bandung 2024, Salah satu yang menjadi sorotan Pansus 6 DPRD Kota Bandung adalah penanganan sampah. Anggota Pansus 6 DPRD Kota Bandung Andri Rusmana mengatakan beberapa pandanganya mengenai pengelolaan sampah ini.

Politisi PKS ini mengatakan, untuk sistem pengelolaan sampah, pengelola operasional sampah yang meliputi layanan pengumpulan sampah, pengangkutan sampah dan pengolahan sampah dilakukan oleh UPT setingkat esselon IV yang tentunya kewenangannya sangat terbatas.

Karena kebijakan sistem pengelolaan sampah tetap ada di Kepala Dinasnya, karena  Kepala Dinas  posisinya di Esselon 2. Hal ini akan berpengaruh terhadap kinerja pelayanan, karena ketika ada permasalahan tidak bisa langsung di eksekusi tetapi harus ada jalur koordinasi secara hirarki untuk sampai ke kepala dinas. Setelah  baru bisa dieksekusi permasalahan tersebut.

Sedangkan pelayanan terhadap masyarakat harus secepat mungkin. Misalnya, seperti bagaimana solusi terhadap penumpukan sampah di beberapa lokasi yang belum terangkut, bagaimana strategi dalam layanan pengangkutan dan pengolahan sampah sehingga Bandung terbebas dari sampah.

Menurut Anggota Pandus 6 DPRD Kota Bandung , harus ada kajian yang komprehensif mengenai sistem pengelolaan sampah terpadu , termasuk sistem kelembagaannya. Sehingga target dari tarif jasa layanan penanganan sampah menjadi zero waste  bisa tercapai dengan baik .

Perihal sulitnya realisasi pendapatan Retribusi terhadap sampah merupakan bukti nyata pekerjaan yang tidak terstruktur dengan baik.

Di sisi lain Pemerintah Kota Bandung ,punya program pengurangan sampah ke TPS dengan cara memilah di sisi lain target tetap tinggi, istilahnya tidak nyambung, pertama dasar besaran tarif rumah tinggal, alasannya apa tarif dasar listrik jadi patokan besaran retribusi.

Seharusnya coba diubah dengan pola luas bangunan, atau jumlah orang yang ada didalam rumah tersebut baru muncul tarif, atau yang lebih adil sesuai program pengurangan dan pemilahan sampah ya di timbang juga sampah yang diangkatnya jadi berapa kg kali berapa rupiah.

Diharapkan ada reward bagi warga yang dapat mengurangi sampah di rumah tangga dapat tagihan iurannya lebih murah.

“Juga berlaku untuk hotel dan komersil lainnya jangan di pukul rata, sebesar Rp 90 ribu, ini bisa lebih mahal harusnya coba dikaji lagi untuk ini,” pungkasnya. ***

  • Penulis: Admin01

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Jadi Kota Bandung, Pemkot Gandeng Komunitas Ramaikan Potensi Ekonomi

    Hari Jadi Kota Bandung, Pemkot Gandeng Komunitas Ramaikan Potensi Ekonomi

    • calendar_month Kamis, 4 Agt 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 152
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) 2022 mulai akan disemarakkan di beberapa lokasi. Melalui tagline “Bangkit Bersama untuk Bandung Juara”, diharapkan Kota Bandung siap untuk berjuang bangkit memulihkan ekonomi di tengah pandemi demi mensejahterakan warga masyarakatnya. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Produk Budaya dan Kesenian Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Ratnarahayu […]

  • Hingga Oktober 2021, Sebanyak 149 Kejadian Bencana di Kota Sukabumi

    Hingga Oktober 2021, Sebanyak 149 Kejadian Bencana di Kota Sukabumi

    • calendar_month Selasa, 2 Nov 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 154
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Sepanjang Periode Januari sampai Oktober 2021, Jumlah bencana yang menimpa wilayah Kota Sukabumi sebanyak 149 kejadian. Dengan luas yang terdampak mencapai 52,34 hektare, dan jumlah kerugian mencapai RpRp5.758.562.500. “Hingga Oktober tahun ini, kejadian bencana yang menimpa di seluruh tujuh kecamatan yang ada di Kota Sukabumi mencapai 149 kejadian,”ujar Kepala Pelakasana Badan Penaggulangan Bencana Daaeah […]

  • Launching Si Ibuk, SDN Dewi Sartika CBM di Apresiasi Wali Kota Sukabumi

    Launching Si Ibuk, SDN Dewi Sartika CBM di Apresiasi Wali Kota Sukabumi

    • calendar_month Senin, 13 Mar 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 139
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– SDN Dewi Sartika Cipta Bina Mandiri (Desa Cibima) mengeluarkan program Perpustakaan digital Sistem E-book Dewi Sartika Cipta Bina Mandiri (Si Ibuk Desa Cibima). Inovasi tersebut, dilaunching langsung oleh Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi yang hadir di Milad Milad ke 23 SDN Dewi Sartika CBM. Senin, (13/3/2023). Selain mangapresiasi, Fahmi berharap, adanya aplikasi si Ibuk […]

  • Terkait Edaran Surat  Walikota Sukabumi,  Kamal :  DPRD Tidak Bisa Ditunda Kungker Daerah

    Terkait Edaran Surat Walikota Sukabumi, Kamal : DPRD Tidak Bisa Ditunda Kungker Daerah

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 137
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Ketua DPRD Kota Sukabumi Kamal Suherman mengatakan, di isu wabah COVID-19 saat ini, pihaknya tidak bisa melakukan penundaan pemberangkatan kerja ke luar daerah. Pasalnya, agenda DPRD Kota Sukabumi telah disusun melalui badan musyawarah (banmus) selama 1 bulan kedepan. Meskipun diakui Kamal, ada sebagin anggota dewan saat ini tengah melakukan kunjungan kerja (kunker) […]

  • Erwin Ajak Forum RW Kota Bandung Masifkan Warga Jaga Warga

    Erwin Ajak Forum RW Kota Bandung Masifkan Warga Jaga Warga

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Bandung || MBInews.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus menguatkan peran Forum RW sebagai mitra strategis dalam menyampaikan aspirasi masyarakat dan membangun komunikasi dua arah antara pemerintah dan warga. Melalui program terbaru “Warga Jaga Warga, Warga Jaga Kota,” Kota Bandung mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga keharmonisan dan keamanan lingkungan. Hal ini disampaikan oleh Wakil […]

  • Divonis Hidup Sampai 7 Tahun, Devi Lawan Talasemia Hingga Usia 46 Tahun

    Divonis Hidup Sampai 7 Tahun, Devi Lawan Talasemia Hingga Usia 46 Tahun

    • calendar_month Rabu, 15 Jun 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 156
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Tak pernah terbayangkan olehnya bisa hidup sampai selama ini. Padahal, dulu ia divonis hanya bisa hidup sampai usia 7 tahun. Namun, kini di usianya yang menginjak 46 tahun, ia masih berjuang terus melawan talasemia bersama 600 orang lainnya di Kota Bandung. Ia bernama Devi Yulianti. Sejak usia 4 tahun, ia mengidap talasemia. […]

expand_less