Breaking News
Trending Tags

Pemkot Sukabumi Dorong Kemandirian Fiskal Lewat Inovasi Pajak Berbasis Data Spasial

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
  • visibility 143
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI, Mbinews.id – Pemerintah Kota Sukabumi melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) terus mengupayakan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai fondasi kemandirian fiskal.

Salah satu langkah strategis terbaru adalah inovasi bertajuk Sigeulis Menatap atau Sinergi dan Integrasi Utility Data Spasial Mengakselerasi Perpajakan Daerah, yang digadang-gadang mampu memperkuat sistem perpajakan berbasis teknologi dan data spasial.

Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendalian Pendapatan Pajak Daerah BPKPD Kota Sukabumi, Martha Galuh Budianti, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk konkret dari visi Wali Kota Sukabumi dalam menekan ketergantungan terhadap dana transfer pusat.

“Melalui inovasi ini, Kota Sukabumi ingin membangun kemandirian fiskal dengan mengoptimalkan sumber-sumber PAD secara berkelanjutan,” kata Martha saat ditemui pada Selasa (15/07/2025).

Menurut Martha, PAD yang menjadi fokus penguatan terdiri dari empat komponen utama, yakni pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah.

Namun dalam pelaksanaannya, masih terdapat sejumlah tantangan, salah satunya belum maksimalnya sistem informasi pajak yang terintegrasi secara spasial.

“Selama ini pemetaan potensi pajak masih bersifat manual dan kurang fungsional. Dengan Sigeulis Menatap, kami mengintegrasikan sistem perpajakan dengan data spasial Geoinfo milik Bappeda, sehingga bisa mempercepat pemetaan objek dan subjek pajak secara akurat dan real time,” ujarnya.

Selain masalah pada sistem data, ia juga menyebut belum adanya kolaborasi data antara pemerintah pusat dan daerah serta lemahnya pengawasan terhadap pelaporan pajak sebagai faktor penghambat optimalisasi PAD.

Dijelaskan lebih lanjut, inovasi ini akan memanfaatkan sejumlah sistem digital yang sudah dimiliki BPKPD, seperti Pajak Online Kota Sukabumi (Pantas) dan aplikasi PBB, yang seluruhnya akan diintegrasikan ke dalam platform Sigenko milik Bappeda Kota Sukabumi.

“Tujuan utamanya agar potensi, penetapan, dan pengendalian pajak bisa berjalan beriringan. Karena potensi pajak itu dinamis, bukan statis, dan harus dievaluasi secara berkala,” tegas Martha.

Untuk mendukung percepatan ini, jenis pajak yang dikelola daerah juga telah disesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022, yang menggabungkan lima jenis pajak menjadi satu kelompok objek Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT). Pajak tersebut meliputi pajak restoran, hiburan, hotel, parkir, dan pajak penerangan jalan.

Martha juga menyoroti pentingnya optimalisasi retribusi daerah sebagaimana telah diatur dalam Perda Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD).

“Kita dorong seluruh OPD pengelola retribusi untuk bersama-sama menggali potensi yang ada, tidak hanya dari sisi pajak,” ucapnya.

Pemerintah Kota Sukabumi menegaskan bahwa pendapatan asli daerah adalah kunci keberhasilan program pembangunan ke depan.

Dengan pemanfaatan teknologi dan integrasi data antar-instansi, diharapkan sistem perpajakan daerah semakin transparan, efisien, dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. (Ardan/Wan/Mbi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Beberapa Kawasan Jalan di Kota Bandung Bebas PKL

    Beberapa Kawasan Jalan di Kota Bandung Bebas PKL

    • calendar_month Kamis, 19 Okt 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 139
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Sekda Kota Bandung mengatakan ,Pemerintah Kota Bandung mengapresiasi para Pedagang Kali Lima (PKL) di Kecamatan Bandung Kulon. Pasalnya para PKL kini tidak lagi berdagang di Jalan Suryani. Kesadaran PKL tidak berjualan di jalan diapresiasi Pemerintah Kota Bandung , kesadaran pelaku usaha itu sendiri. Karena menyadari berjualan di jalan menyalahi aturan ,sehingga penertiban […]

  • Tok! DPRD Kota Bandung Tetapkan Dua Raperda Menjadi Perda

    Tok! DPRD Kota Bandung Tetapkan Dua Raperda Menjadi Perda

    • calendar_month Senin, 12 Sep 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 147
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung menyetujui dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) menjadi Peraturan Daerah (Perda) dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Bandung, Senin 12 September 2022. Kedua Raperda tersebut yakni Raperda Kota Bandung tentang Pencegahan Bahaya Kebakaran dan Penanggulangan Bencana, serta Raperda Kota Bandung tentang Penyelenggaraan Penanaman Modal. Atas hal itu, […]

  • Pemkot Sukabumi Berikan  “Addendum”  Untuk Pengembang Pasar Pelita

    Pemkot Sukabumi Berikan “Addendum” Untuk Pengembang Pasar Pelita

    • calendar_month Selasa, 29 Okt 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 136
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi memberikan tambahan waktu kepada PT. Fortunindo Arta Perkasa (PT.FAP) selaku pengembang Pasar Pelita. Alasan diberikanya tambahan waktu tersebut, selain Perjanjian Kerja Sama (PKS) habis, juga untuk mempercepat proses pembangunannya.”Kita sudah mengeluarkan perpanjangan waktu pekerjaan kepada pihak pengembang,”ujar Walikota Sukabumi Achmad Fahm, usai membuka acara Porkota di Gor Merdeka […]

  • Inflasi Kota Sukabumi Turun ke 2,57 Persen, Emas dan Rokok Masih Jadi Penyumbang Utama

    Inflasi Kota Sukabumi Turun ke 2,57 Persen, Emas dan Rokok Masih Jadi Penyumbang Utama

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 484
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Laju inflasi di Kota Sukabumi pada April 2026 tercatat sebesar 2,57 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka tersebut dinilai masih berada dalam rentang aman target inflasi nasional, yakni 2,5 persen plus minus 1 persen. Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Sukabumi, Neng Rahmi, mengungkapkan, kondisi inflasi Kota Sukabumi kini mulai membaik dibanding beberapa bulan […]

  • Pemkot  Bandung Amankan Lahan Kebun Binatang

    Pemkot Bandung Amankan Lahan Kebun Binatang

    • calendar_month Rabu, 28 Jun 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 129
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews ~ Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berupaya mengamankan aset lahan yang saat ini menjadi Kebun Binatang Bandung. Saat ini, Satpol PP telah melayangkan surat teguran 3 untuk Yayasan Margasatwa Tamansari yang masih menempati lahan tersebut. Adapun dalam pengamanan aset tanah Kebun Binatang, Pemkot Bandung didampingi Forkopimda (Kejaksaan Negeri, Polrestabes, Kodim 0618/BS) serta Kejaksaan Tinggi […]

  • BPBD Kota Sukabumi Kembali Evakuasi Sarang Tawon jenis Vespa

    BPBD Kota Sukabumi Kembali Evakuasi Sarang Tawon jenis Vespa

    • calendar_month Senin, 18 Jan 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 118
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi mengevakuasi sarang tawon jenis vespa di Perumahan Cibeureum Permai 2, RT9/RW9 Kelurahan Babakan, Kecamatan Baros, Sabtu (16/1/2021) malam. Berdasarkan informasi dari BPBD, sarang tawon yang berada di rumah milik Ela (32) itu menempel di tiang antene dengan ukuran sebesar bola kaki.”Tadi kami mendapatkan laporan adanya sarang […]

expand_less