Pengangguran Jadi Sorotan, DPRD Dorong Peran LKP Lebih Masif
- account_circle MBI Admin
- calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
- visibility 13
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANDUNG,Mbinews — Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandung, Rizal Khairul, menegaskan pentingnya peran lembaga kursus dan pelatihan (LKP) dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan adaptif di era Society 5.0.
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam kegiatan Halalbihalal DPD Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (PLKP) bertajuk “Sinergi Visioner Membangun Ekosistem LPK Kota Bandung yang Adaptif di Era 5.0” di Graha Merah Putih Telkom Indonesia, Bandung, Rabu (22/4/2026).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, dan turut menghadirkan sejumlah narasumber, termasuk Bob Foster serta perwakilan PT Telkom Indonesia.
Dalam paparannya, Rizal mengangkat tema “Peran Strategis Legislatif dalam Mewujudkan SDM Kompeten 2026”. Ia menyampaikan apresiasi terhadap keberadaan lembaga pendidikan nonformal yang dinilai mampu menjawab kesenjangan antara pendidikan formal dan kebutuhan dunia kerja.
Menurutnya, pendidikan nonformal menjadi jalur yang cepat dan fleksibel dalam meningkatkan keterampilan masyarakat, sekaligus menjadi solusi dalam menekan angka pengangguran di Kota Bandung.
“Seperti yang disampaikan oleh Wali Kota, tingkat pengangguran di Kota Bandung sudah cukup mengkhawatirkan. Kami mendorong LKP agar lebih menjangkau dan dikenal masyarakat, karena pendidikan nonformal adalah jalur tercepat dalam menjawab tantangan tersebut,” ujarnya.
Rizal menambahkan, penguatan akses terhadap lembaga kursus dan pelatihan akan memberikan dampak signifikan bagi peningkatan kualitas SDM. Dengan semakin dekatnya layanan kepada masyarakat, manfaat yang dirasakan juga akan semakin luas.
Ia menegaskan, DPRD Kota Bandung akan terus mendukung pengembangan pendidikan vokasi melalui peran strategis legislatif, terutama dalam memastikan regulasi dan ketersediaan anggaran yang mendukung peningkatan kompetensi masyarakat.
“Ini menjadi kunci dalam mencetak SDM yang mandiri, kompeten, dan mampu bersaing secara global, seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja,” katanya.
Melalui sinergi antara pemerintah, legislatif, dan lembaga pelatihan, diharapkan ekosistem pendidikan nonformal di Kota Bandung semakin kuat dan mampu menjawab tantangan di era digital.
Saat ini belum ada komentar