Kelurahan Cisarua Pacu Infrastruktur dan Pemberdayaan Masyarakat, Jalan Lingkungan Jadi Prioritas
- account_circle mbiredaktur
- calendar_month 14 jam yang lalu
- visibility 46
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUKABUMI, MBINEWS.ID– Pemerintah Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, terus mengoptimalkan pelaksanaan program pembangunan selama tahun 2026. Berbagai kegiatan fisik maupun pemberdayaan masyarakat mulai direalisasikan pada semester pertama, sementara sejumlah program lanjutan telah disiapkan untuk dikebut pada semester kedua.
Lurah Cisarua, Ali Sadikin, mengatakan pembangunan tahun ini difokuskan pada pembenahan infrastruktur dasar yang langsung dirasakan masyarakat, mulai dari penataan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), perbaikan jalan lingkungan, pembangunan tembok penahan tanah (TPT), hingga program rumah tidak layak huni (Rutilahu).
Menurutnya, salah satu capaian yang cukup membanggakan adalah perubahan wajah TPS3R Kelurahan Cisarua. Lokasi yang sebelumnya dikenal kumuh kini telah menjadi kawasan yang lebih bersih dan tertata berkat kolaborasi antara kelurahan dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi.
“Fokus pembangunan tahun ini diawali dengan pembenahan TPS3R. Alhamdulillah sekarang kondisinya jauh lebih baik. Ini hasil kerja sama antara kelurahan dan DLH sehingga kawasan yang sebelumnya kumuh kini menjadi lebih bersih,” ujar Ali saat ditemui, Senin (06/07/2026).
Selain sektor kebersihan, pembangunan infrastruktur jalan juga menjadi perhatian utama pemerintah kelurahan. Beberapa ruas jalan di wilayah Cisarua dinilai memerlukan penanganan segera karena mengalami kerusakan cukup parah.
Ali menyebutkan sejumlah titik yang menjadi prioritas di antaranya Jalan Syamsi, Jalan Prana, serta Jalan Ciaul Pasir. Sementara pada semester kedua, pekerjaan akan difokuskan di wilayah RW 10, RW 12, RW 17, RW 18, dan RW 19 yang kondisi jalannya membutuhkan perbaikan.
“Wilayah RW 12 menjadi salah satu titik yang kerusakannya cukup berat. Selain itu akses menuju RW 17 juga menjadi perhatian karena kondisinya sudah cukup lama dikeluhkan masyarakat,” katanya.
Tak hanya pembangunan fisik, Kelurahan Cisarua juga mengoptimalkan pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat yang bersumber dari Dana Kelurahan. Sejumlah kegiatan telah berjalan setelah dilakukan koordinasi bersama pihak kecamatan, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), dan para ketua RW.
Pada semester pertama tahun ini, Dana Kelurahan telah dimanfaatkan untuk pembangunan TPT, perbaikan sebagian jalan lingkungan, serta mendukung revitalisasi TPS3R. Menurut Ali, program tersebut menjadi kebutuhan mendesak karena berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat sehari-hari.
Ia menambahkan, pelaksanaan Program Pembangunan Pemberdayaan Rukun Warga (P2RW) juga akan kembali dilaksanakan pada perubahan anggaran sekitar Agustus hingga September 2026.
“Targetnya tetap sama, yaitu pembangunan jalan lingkungan, perbaikan Posyandu, serta kegiatan pemberdayaan masyarakat lainnya yang menjadi kebutuhan warga di masing-masing RW,” jelasnya.
Meski demikian, Ali mengakui proses pembangunan masih menghadapi tantangan, terutama terkait keterbatasan dan waktu pencairan anggaran. Sebagian besar anggaran pembangunan baru akan direalisasikan pada Agustus sehingga beberapa pekerjaan harus menunggu proses administrasi selesai.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihak kelurahan terus berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Sukabumi agar penanganan jalan lingkungan dapat segera dimulai begitu anggaran tersedia.
Selain itu, perhatian terhadap program Rutilahu juga terus meningkat. Tahun ini Kelurahan Cisarua memperoleh bantuan perbaikan 10 unit rumah dari DPUTR Kota Sukabumi yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan.
Tak hanya itu, bantuan dari Yayasan Buddha Suci juga memberikan tambahan sebanyak 40 unit rumah, dengan 36 unit di antaranya telah selesai direalisasikan. Sisanya dijadwalkan mulai dibangun pada akhir bulan ini.
Ali berharap seluruh program yang telah disusun dapat berjalan sesuai rencana hingga akhir tahun. Ia menilai keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada dukungan anggaran, tetapi juga kolaborasi antara pemerintah daerah, perangkat kewilayahan, serta partisipasi aktif masyarakat.
“Harapan kami seluruh pembangunan bisa selesai sesuai target sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Sinergi semua pihak menjadi modal utama agar pembangunan di Kelurahan Cisarua terus berjalan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat,” pungkasnya. (Ardan/Wan/Mbi)
- Penulis: mbiredaktur
Saat ini belum ada komentar