Lewat Program Jejak Baru, BAZNAS Jabar Dorong Pemberdayaan Masyarakat dengan Layanan Hapus Tato Gratis
- account_circle Admin01
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 14
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kab. Bandung || MBInews.id – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Barat kembali menghadirkan inovasi dalam program pemberdayaan masyarakat melalui peluncuran Program “Jejak Baru”, layanan hapus tato gratis yang ditujukan bagi masyarakat yang ingin memulai lembaran kehidupan baru sekaligus memperbesar peluang memperoleh pekerjaan.
Program yang digelar pada Kamis, 2 Juli 2026 ini merupakan hasil kolaborasi antara BAZNAS Provinsi Jawa Barat dan Pondok Pesantren Anak Jalanan Attamur di Kabupaten Bandung. Inisiatif tersebut menjadi salah satu bentuk pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang tidak hanya menyentuh aspek sosial dan spiritual, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Peluncuran Program Jejak Baru berangkat dari kepedulian BAZNAS Jawa Barat terhadap masih banyaknya masyarakat yang menghadapi kesulitan memperoleh pekerjaan maupun membangun kembali rasa percaya diri akibat keberadaan tato di tubuh mereka. Kondisi tersebut kerap menjadi hambatan dalam proses rekrutmen kerja maupun interaksi sosial.
Melalui program ini, BAZNAS Jabar ingin menghadirkan ruang bagi masyarakat yang memiliki tekad untuk berhijrah, memperbaiki diri, dan membuka peluang baru menuju kehidupan yang lebih baik. Antusiasme peserta yang tinggi sejak hari pertama pelaksanaan menjadi bukti bahwa layanan tersebut menjawab kebutuhan nyata di tengah masyarakat.
Pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Barat Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Zaki Hilmi, M.H., menegaskan bahwa Program Jejak Baru bukan sekadar layanan penghapusan tato, melainkan bagian dari upaya pemberdayaan mustahik secara menyeluruh.
Menurutnya, zakat memiliki peran strategis sebagai instrumen pembangunan sosial yang mampu membantu masyarakat bangkit, meningkatkan kualitas hidup, sekaligus memperluas akses terhadap kesempatan kerja.
“Program Jejak Baru merupakan jembatan bagi saudara-saudara kita yang ingin membuka lembaran kehidupan baru. Kami ingin menghadirkan layanan yang bukan hanya menghapus tato secara fisik, tetapi juga mengembalikan harapan, membangun kepercayaan diri, dan membuka akses terhadap peluang kerja yang selama ini mungkin tertutup. Inilah salah satu bentuk nyata bagaimana zakat dapat menjadi instrumen pemberdayaan yang menghadirkan perubahan kehidupan masyarakat,” ujar Zaki Hilmi.
Selain memberikan layanan penghapusan tato, program ini juga membawa pesan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki masa depan tanpa harus terus dibayangi masa lalu.
Salah seorang peserta, Devi, warga Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, mengaku sangat bersyukur dapat mengikuti Program Jejak Baru. Ia mengungkapkan bahwa tato yang dimilikinya selama bertahun-tahun menjadi salah satu alasan dirinya sulit memperoleh pekerjaan.
Kesempatan mengikuti layanan hapus tato gratis tersebut, menurutnya, menjadi titik awal untuk membangun kembali rasa percaya diri sekaligus membuka peluang mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.
“Saya sangat berterima kasih kepada BAZNAS Jawa Barat dan semua pihak yang telah menyelenggarakan program ini. Selama ini saya sering merasa minder ketika melamar pekerjaan karena tato yang saya miliki. Alhamdulillah, sekarang saya punya semangat baru untuk mencoba kembali mencari pekerjaan dengan lebih percaya diri. Semoga semakin banyak orang yang bisa merasakan manfaat dari program seperti ini,” tutur Devi.
Dalam pelaksanaannya, proses penghapusan tato dilakukan menggunakan teknologi laser medis yang ditangani tenaga kesehatan profesional sesuai standar pelayanan dan keselamatan pasien. Sebelum tindakan dilakukan, setiap peserta menjalani konsultasi, pemeriksaan kondisi kulit, serta memperoleh pendampingan pascatindakan guna memastikan proses berlangsung aman, nyaman, dan sesuai prosedur medis.
Kolaborasi antara BAZNAS Provinsi Jawa Barat dan Pondok Pesantren Anak Jalanan Attamur diharapkan mampu menjadi model pendayagunaan zakat yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Tidak hanya membantu peserta menghapus tato, tetapi juga mendukung proses perubahan diri, meningkatkan peluang memperoleh pekerjaan, memperkuat kesejahteraan keluarga, serta menumbuhkan semangat menjadi pribadi yang lebih produktif.
Ke depan, BAZNAS Jawa Barat berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai program pemberdayaan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Melalui pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah secara profesional, BAZNAS berharap semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat program-program yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup, kemandirian ekonomi, dan kemaslahatan umat. (**)
- Penulis: Admin01
Saat ini belum ada komentar