Gerakan Seniman Masuk Sekolah Atasi Minimnya Tenaga Pengajar Bidang Kesenian dan Kebudayaan
- account_circle mbiredaktur
- calendar_month Jumat, 13 Sep 2024
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

egiatan Panen Karya GSMS pada 11 September 2024 di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUKABUMI, Mbinews.id – Kota Sukabumi resmi dipilih sebagai satu – satunya daerah di Jawa Barat yang menerapkan program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS), oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Hal tersebut disampaikan oleh Pamong Budaya pada Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi, Barkah, pada sela-sela kegiatan Panen Karya GSMS, di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi .
Dirinya menjelaskan, dalam impelementasinya Disdikbud bersama Kemendikbudristek mengadakan seleksi, untuk nantinya menetapkan seniman dan sekolah yang akan dilibatkan dalam kegiatan GSMS.
Adapun seni yang diajarkan kepada para pelajar dari dari 23 SD dan SMP merupakan bagian dari 10 Objek Pemajuan Kebudayaan.
“Kita awalnya melakukan seleksi penerimaan seniman pengajar, kemudian setelah ditetapkan sebanyak 23 orang. Lalu ditetapkan pula 23 sekolah untuk implementasi GSMS. Bukan hanya seni pertunjukan ya tetapi juga seni rupa diajarkan dalam GSMS.” ujar Barkah kepada awak media, Rabu (11/09/2024).
Lanjut Barkah, dirinya menambahkan, diharapkan program kolaboratif ini mampu menjawab kendala yang selama ini dialami oleh sekolah, yaitu kurangnya tenaga pengajar dalam bidang seni dan kebudayaan.
“Kota Sukabumi sangat antusias menerima program ini, karena ditengah minimnya guru – guru yang mengajarkan seni dan budaya, ternyata kolaborasi ini menghasilkan karya luar biasa yang ditunjukkan dalam dua hari penampilan.” jelasnya. (Ardan/Wan/Mbi)
- Penulis: mbiredaktur
Saat ini belum ada komentar