Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Pemkot Sukabumi Siapkan 690 Hektare Sawah Jadi LP2B

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
  • visibility 877
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI,Mbinews.id– Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi menyiapkan sekitar 690 hektare lahan pertanian untuk ditetapkan sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Kebijakan tersebut menjadi upaya pemerintah daerah mempertahankan lahan pertanian sekaligus menjaga ketahanan pangan di tengah pesatnya pembangunan perkotaan.

Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi, Frendy Yuwono, mengatakan luas lahan yang akan dipertahankan tersebut setara sekitar 65 persen dari total Lahan Baku Sawah (LBS) yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

“Pemkot Sukabumi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat telah membahas luasan lahan yang perlu dipertahankan. Hasil pembahasan menyepakati sekitar 65 persen dari LBS Kota Sukabumi atau kurang lebih 690 hektare,” kata Frendy. Rabu, (2/9/2026).

Menurutnya, Kota Sukabumi sebelumnya telah mendapatkan penetapan LBS dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dengan luas sekitar 1.059 hektare.

Namun, seluruh lahan tersebut tidak dapat dipertahankan sebagai kawasan pertanian. Kondisi tersebut berkaitan dengan karakter Kota Sukabumi sebagai wilayah perkotaan yang terus mengalami perkembangan dan membutuhkan ruang untuk berbagai aktivitas pembangunan.

Frendy menegaskan, persentase 87 persen yang selama ini menjadi acuan perlindungan LBS di Jawa Barat tidak otomatis berlaku sama untuk seluruh kabupaten dan kota.

“Angka 87 persen merupakan perhitungan agregat untuk LBS kabupaten dan kota se-Jawa Barat. Karakteristik setiap daerah berbeda sehingga persentase perlindungannya tidak dapat diberlakukan secara seragam,”terangnya.

Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang berlaku saat ini, luas LP2B Kota Sukabumi tercatat sekitar 425 hektare. Jika penetapan sekitar 690 hektare terealisasi, maka terdapat penambahan luasan lahan pertanian yang masuk dalam kawasan perlindungan.

Frendy menyebut kebijakan tersebut sejalan dengan strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan. Lahan yang telah ditetapkan sebagai LP2B pada prinsipnya harus dipertahankan untuk kegiatan pertanian pangan dan tidak diperuntukkan bagi pembangunan nonpertanian.

“Lahan yang telah ditetapkan sebagai kawasan perlindungan pertanian pangan berkelanjutan pada prinsipnya tidak dapat dialihfungsikan untuk pembangunan nonpertanian,”tegasnya.

Pemkot Sukabumi telah melakukan koordinasi dengan sejumlah perangkat daerah yang berkaitan dengan pembangunan dan perizinan, termasuk dinas perizinan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), serta Kantor Pertanahan ATR/BPN.

Koordinasi dilakukan untuk memastikan lahan yang masuk dalam rencana LP2B tidak menjadi objek pengembangan kawasan nonpertanian.

“Koordinasi lintas perangkat daerah diperlukan agar kawasan yang masuk dalam rencana LP2B dapat terlindungi sejak tahap perencanaan hingga proses pelayanan perizinan,”jelas Frendy.

Saat ini, proses penetapan LP2B Kota Sukabumi masih menunggu tahapan di tingkat pemerintah pusat. Pemkot Sukabumi sebelumnya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat mengenai luasan lahan pertanian yang harus dipertahankan.

Hasil pembahasan tersebut telah dituangkan dalam berita acara Gubernur Jawa Barat yang menyatakan persentase LP2B Kota Sukabumi berada di kisaran 65 persen dari LBS.

Setelah penetapan dari kementerian diterbitkan dan diteruskan kepada pemerintah daerah, Pemkot Sukabumi akan menetapkan luasan LP2B melalui Surat Keputusan (SK) Wali Kota.

“SK Wali Kota nantinya menjadi instrumen hukum daerah untuk menetapkan luasan LP2B yang berlaku di Kota Sukabumi. Kami menargetkan proses penetapan tersebut dapat dilakukan tahun ini,”ungkap Frendy.

Pemkot Sukabumi tidak hanya mengandalkan larangan alih fungsi lahan untuk mempertahankan kawasan LP2B. Pemerintah juga akan menyiapkan dukungan agar lahan yang telah ditetapkan tetap produktif dan memberikan manfaat ekonomi bagi petani.

Salah satunya melalui penyusunan skema insentif bagi petani atau pengelola lahan.

Pendataan terhadap lahan dan petani akan dilakukan dengan melibatkan perangkat daerah terkait, termasuk Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3).

“Perlindungan LP2B harus dibarengi dengan dukungan kepada petani. Karena itu, pemerintah akan menyiapkan skema insentif bagi petani atau pengelola lahan agar fungsi pertanian tetap berjalan dan lahan yang dilindungi tetap produktif,”ucapnya.

Pembangunan tetap dapat dilakukan pada kawasan yang sesuai dengan ketentuan tata ruang, sementara lahan yang ditetapkan sebagai LP2B dipertahankan sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan Kota Sukabumi dalam jangka panjang.ardan/mbi.

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ziarah Ke Makam Bupati Bandung, Oded Belajar Dari Para Terdahulu

    Ziarah Ke Makam Bupati Bandung, Oded Belajar Dari Para Terdahulu

    • calendar_month Kamis, 23 Sep 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 135
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Menjelang Hari Jadi ke-211 Kota Bandung (HJKB), Wali Kota Bandung, Oded M. Danial dan Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana berziarah ke makam para Bupati Bandung terdahulu, Kamis 23 September 2021. Turut hadir pula Ketua DPRD Kota Bandung, Tedy Rusmawan, Para Pimpinan Forkopimda, serta Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna. Pada Pukul […]

  • Rancang 8 Program Prioritas, Pemkot Bandung Bakal Anggarkan Rp5,8 Triliun

    Rancang 8 Program Prioritas, Pemkot Bandung Bakal Anggarkan Rp5,8 Triliun

    • calendar_month Jumat, 22 Jul 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 138
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Bandung berdiskusi bersama membahas argumentasi Rencana Kebijakan Umum Anggaran (RKUA) dan Rencana Prioritas Plafon Anggaran Sementara (RPPAS) tahun anggaran 2023, pada Jumat, 22 Juli 2022 di Balai Kota Bandung. Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Ema Sumarna menyampaikan, RKUA – RPPAS tahun anggaran 2023 ini telah […]

  • BEI Resmikan Pembukaan Perdagangan Anggota Bursa Pertama Bjb Sekuritas

    BEI Resmikan Pembukaan Perdagangan Anggota Bursa Pertama Bjb Sekuritas

    • calendar_month Minggu, 10 Okt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 136
    • 0Komentar

    JAKARTA, Mbinews.id – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi melakukan pembukaan perdagangan untuk Anggota Bursa Sponsor PT Mandiri Sekuritas dan Perusahaan Efek Daerah PT BJB Sekuritas Jawa Barat pada Jumat, 8 Oktober 2021, di Main Hall Gedung BEI, Jakarta. Acara seremonial ini dilakukan secara offline dengan undangan terbatas. Hadir dalam acara pembukaan perdagangan tersebut […]

  • Bahas RKAP 2023, Pos Indonesia Selenggarakan CEO Summit

    Bahas RKAP 2023, Pos Indonesia Selenggarakan CEO Summit

    • calendar_month Selasa, 10 Jan 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 137
    • 0Komentar

    BANDUNG – Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Faizal R. Djoemadim membuka acara CEO Summit 2023 di Kampus ULBI Bandung, Senin, 9 Januari 2023. Acara yang berlangsung hingga Rabu merupakan forum sosialisasi dan akselerasi target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2023. Tema dari RKAP 2023 adalah ‘Percepatan Transformasi dan Inovasi untuk Memenuhi Harapan Pelanggan […]

  • BRIncubator 2026: Program BRI untuk UMKM Go Global, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

    BRIncubator 2026: Program BRI untuk UMKM Go Global, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Admin01
    • visibility 476
    • 0Komentar

    Bandung || MBInews.id – Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui Regional Office (RO) Bandung resmi membuka pendaftaran program unggulan BRIncubator 2026. Program ini merupakan inisiatif strategis hasil kolaborasi dengan Danantara Indonesia dan Rumah BUMN untuk menginkubasi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu meningkatkan kapasitas dan kapabilitas menuju pasar internasional (go global). BRIncubator 2026 […]

  • Ketua DPC Demokrat Ciamis Anjar Asmara Tegaskan Jangan Remehkan Emak-emak Berdaster

    Ketua DPC Demokrat Ciamis Anjar Asmara Tegaskan Jangan Remehkan Emak-emak Berdaster

    • calendar_month Jumat, 16 Des 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 144
    • 0Komentar

    CIAMIS, MBInews.id – Srikandi Demokrat Kabupaten Ciamis melakukan konsolidasi pembentukan kepengurusan di Rukun Jati, Desa Handapherang, Kecamatan Cijeunjing Kabupaten Ciamis, Jumat (16/12/2022). Rapat konsolidasi tersebut digelar untuk menentukan kepengurusan inti. Dilanjutkan pembahasan untuk pengurus yang tersebar di 27 kecamatan di wilayah Kabupaten Ciamis. Kemudian meramu program kerja yang akan segera dilaksanakan. Ketua Srikandi Demokrat Ciamis […]

expand_less