Breaking News
Trending Tags

Pimpinan DPRD dan Pansus 14 DPRD Kota Bandung Menerima Audiensi Peradi DPC Kota Bandung

  • account_circle Admin01
  • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
  • visibility 40
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews – Pansus 14 DPRD Kota Bandung menerima audiensi Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) DPC Kota Bandung, dalam rangka penguatan pembahasan Raperda Pencegahan dan Pengendalian Perilaku Seksual Berisiko dan Penyimpangan Seksual, di Ruang Badan Musyawarah DPRD Kota Bandung, Kamis, 11 Desember 2025.

Dalam kesempatan tersebut hadir Pimpinan DPRD Kota Bandung Dr. H. Edwin Senjaya, S.E., M.M., Ketua Pansus 14 Radea Respati Pramudhita, Anggota Pansus 14 Agus Hermawan S.A.P., Nina Fitriana Sutadi, S.I.P., M.I.P., Yoel Yosaphat S.T., Muhammad Reza Panglima Ulung dan Elton Agus Marjan, S.E.

Pimpinan DPRD Kota Bandung, Kang Edwin Senjaya menyampaikan apresiasi kepada Pansus 14 serta Peradi yang telah berkontribusi dalam pembahasan Raperda tentang Pencegahan dan Pengendalian Perilaku Seksual Berisiko dan Penyimpangan Seksual.

Menurut Kang Edwin, kehadiran Peradi memberikan banyak masukan penting, termasuk koreksi terhadap sejumlah materi dalam draf raperda. Masukan dari para profesional dan pakar hukum tersebut sangat dibutuhkan untuk penyempurnaan regulasi sebelum ditetapkan menjadi peraturan daerah.

“Banyak sekali materi-materi masukan, bahkan juga koreksi yang terasa sangat dibutuhkan untuk penyempurnaan raporda ini sebelum nanti ditetapkan menjadi perda,” ujarnya.

Kang Edwin Senjaya juga meminta agar kehadiran Peradi terus dilibatkan pada pembahasan lanjutan, mengingat kontribusi para ahli hukum sangat relevan dengan substansi raperda yang sedang dibahas.

“Tadi sempat disinggung ada beberapa kata yang diksinya kurang tepat. Itu biasa dalam proses pembahasan raperda. Dalam pembahasan nanti juga bisa dilakukan penyesuaian, mulai dari perubahan judul hingga penambahan atau pengurangan pasal sesuai kebutuhan,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Pansus 14 DPRD Kota Bandung, Radea Respati Pramudhita mengatakan bahwa pihaknya sangat membutuhkan masukan dan pandangan hukum dari Peradi dalam pembahasan Raperda tentang Pencegahan dan Pengendalian Perilaku Seksual Berisiko dan Penyimpangan Seksual.

Ia menyampaikan bahwa aspirasi dan petunjuk dari para ahli hukum sangat penting untuk memperkuat landasan peraturan yang tengah digodok. “Kami akan mendapatkan aspirasi, petunjuk, dan penegakan hukum dari organisasi Peradi. Kami menunggu apa saja yang dapat disampaikan kepada kami,” tuturnya.

Menurut Radea, masukan dari dinas terkait, masyarakat, hingga para ahli hukum sangat penting dalam melengkapi proses penyusunan regulasi tersebut. Radea berharap Peradi dapat memberikan pandangan terkait sejumlah isu krusial, seperti potensi aturan yang bersifat diskriminatif, definisi penyimpangan seksual yang perlu diatur secara jelas, serta upaya mencegah propaganda dan normalisasi perilaku seksual menyimpang.

“Pentingnya penyusunan raperda ini sebagai bagian dari upaya untuk menekan risiko penyebaran perilaku seksual berisiko. Termasuk sebagai upaya agar Kota Bandung tidak lagi berada pada posisi tinggi dalam kasus HIV,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Peradi DPC Kota Bandung, Deden R. Aquariandi mendukung dibentuknya Raperda tentang Pencegahan Perilaku Seksual Berisiko dan Penyimpangan Seksual. Peradi mendorong agar raperda tersebut segera disahkan dan memiliki kekuatan hukum tetap.

Selain mendorong percepatan pembahasan, Peradi juga menyatakan kesiapan untuk terlibat dalam tahap pasca-penetapan raperda tersebut. Mereka berkomitmen melakukan sosialisasi dan berbagai upaya aktif untuk mendukung implementasi regulasi tersebut.

“Setelah ditetapkan, kami siap menyosialisasikannya dan melakukan upaya-upaya aktif dalam mendukungnya,” katanya.

Terkait urgensi raperda tersebut, ia menilai Kota Bandung membutuhkan regulasi ini sesegera mungkin. Berdasarkan data yang tersedia, Jawa Barat disebut memiliki angka kasus LGBT tertinggi, dan Kota Bandung menjadi salah satu wilayah yang terdampak.

“Raperda ini sangat urgent. Karena data menunjukkan Jawa Barat itu tingkat tertinggi LGBT, dan Kota Bandung juga demikian. Dampaknya memicu berbagai penyimpangan yang perlu segera ditangani,” ujarnya. *red

 

  • Penulis: Admin01

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tim Gabungan Bergerak Cepat Menangani Sejumlah Kejadian Darurat Berupa Reklame Roboh dan Pohon Tumbang

    Tim Gabungan Bergerak Cepat Menangani Sejumlah Kejadian Darurat Berupa Reklame Roboh dan Pohon Tumbang

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 32
    • 0Komentar

    VANDUNG.MBINEWS — Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kota Bandung, instansi terkait beserta tim gabungan bergerak cepat menangani sejumlah kejadian darurat berupa reklame roboh dan pohon tumbang di beberapa titik wilayah kota, Sabtu 28 Maret 2026. Peristiwa tersebut terjadi saat Kota Bandung diguyur hujan disertai angin yang cukup kencang. Kepala Damkarmatan […]

  • Gerakan Koperasi Jawa Barat Menggugat Pemerintah, Nurdin Halid: Dekopin Bukan Milik Saya!

    Gerakan Koperasi Jawa Barat Menggugat Pemerintah, Nurdin Halid: Dekopin Bukan Milik Saya!

    • calendar_month Senin, 31 Jan 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 26
    • 0Komentar

    BANDUNG,  MBInews.id – Gerakan Koperasi Jawa Barat ‘menggugat’ Pemerintah Republik Indonesia atas ketidaktegasan sikap Kementerian Koperasi dan UKM dengan mengakomodir kepengurusan Dekopin bukan hasil Musyawarah Nasional (Munas) Dekopin yang sah pada 11-14 November 2019. Gugatan berupa Pernyataan Sikap Bersama itu akan disampaikan kepada Presiden, piminan DPR dan DPD, kementerian dan lembaga terkait seperti Menko Ekonomi, […]

  • Kebakaran RSUD Bandung Kiwari, Sekda: Evakuasi Berjalan Lancar Dan Tak Ada Korban Jiwa

    Kebakaran RSUD Bandung Kiwari, Sekda: Evakuasi Berjalan Lancar Dan Tak Ada Korban Jiwa

    • calendar_month Rabu, 6 Apr 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 36
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Proses evakuasi pasien di RSUD Bandung Kiwari yang mengalami kebakaran, Selasa 5 April 2022 berlangsung lancar. Peristiwa kebakaran tersebut juga dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa. Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna saat meninjau langsung ke RSUD Bandung Kiwari. Sebelumnya, rumah sakit ini dikabarkan mengalami kebakaran. Dugaan sementara kebakaran disebabkan […]

  • bank bjb bersama Pemprov Jabar Tebar Benih Udang Vaname di Kabupaten Pangandaran

    bank bjb bersama Pemprov Jabar Tebar Benih Udang Vaname di Kabupaten Pangandaran

    • calendar_month Jumat, 2 Sep 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 39
    • 0Komentar

    PANGANDARAN, MBInews.id – bank bjb bersama Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menebar benih udang Vaname di UPTD Perikanan Air Payau dan Laut Wilayah Selatan Jawa Barat, Minggu 28 Agustus 2022. Area tersebut dinamai Tambak Milenial Juara yang dikelola oleh para Petani Milenial Kabupaten Pangandaran. Salah satu keunggulan dari tambak tersebut adalah areanya bisa […]

  • Mediasi Penggugat Dengan RS Melinda 2 Di PN Bandung, Kuasa Hukum Penggugat : Kecewa, Arogansi Pihak RS Melinda Dan Tidak Jujur…!

    Mediasi Penggugat Dengan RS Melinda 2 Di PN Bandung, Kuasa Hukum Penggugat : Kecewa, Arogansi Pihak RS Melinda Dan Tidak Jujur…!

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 29
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Mediasi antara Penggugat keluarga eks pasiennya dr. Miftahurachman, Sp. PD., KEMD., M. Kes., FINASIM (Almarhum) dengan pihak tergugat RS Melinda 2, dimana mediasi ini digelar di Pengadilan Negeri Bandung dengan perkara nomor 171/ Pdt.G/202 PN Bdg. Gugatan ditujukan kepada dr. Ancilla Lina L., M.M., M.Kes., M.HKes., selaku Direktur Utama Rumah Sakit Melinda […]

  • Pencapaian PBB-P2 dan BPHTB Kota Sukabumi  Sampai Dengan Semester Satu Mencapai Rp10 miliar Lebih

    Pencapaian PBB-P2 dan BPHTB Kota Sukabumi Sampai Dengan Semester Satu Mencapai Rp10 miliar Lebih

    • calendar_month Selasa, 27 Jul 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 34
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Hingga semester satu di tahun 2021 ini, perolehan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) dan pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah atau Bangunan (BPHTB) di Kota Sukabumi, mencapai Rp10 miliar lebih. Sebagai rinciannya, untuk PBB-P2 dari target Rp8.300.000.000 baru mencapai Rp3.484.714.941, dan untuk BPHTB dari target Rp8.500.000.000 baru terkumpul Rp6.952.169.271. “Alhamdulillah, pencapaian […]

expand_less