Breaking News
Trending Tags

Pimpinan DPRD dan Pansus 14 DPRD Kota Bandung Menerima Audiensi Peradi DPC Kota Bandung

  • account_circle Admin01
  • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
  • visibility 27
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews – Pansus 14 DPRD Kota Bandung menerima audiensi Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) DPC Kota Bandung, dalam rangka penguatan pembahasan Raperda Pencegahan dan Pengendalian Perilaku Seksual Berisiko dan Penyimpangan Seksual, di Ruang Badan Musyawarah DPRD Kota Bandung, Kamis, 11 Desember 2025.

Dalam kesempatan tersebut hadir Pimpinan DPRD Kota Bandung Dr. H. Edwin Senjaya, S.E., M.M., Ketua Pansus 14 Radea Respati Pramudhita, Anggota Pansus 14 Agus Hermawan S.A.P., Nina Fitriana Sutadi, S.I.P., M.I.P., Yoel Yosaphat S.T., Muhammad Reza Panglima Ulung dan Elton Agus Marjan, S.E.

Pimpinan DPRD Kota Bandung, Kang Edwin Senjaya menyampaikan apresiasi kepada Pansus 14 serta Peradi yang telah berkontribusi dalam pembahasan Raperda tentang Pencegahan dan Pengendalian Perilaku Seksual Berisiko dan Penyimpangan Seksual.

Menurut Kang Edwin, kehadiran Peradi memberikan banyak masukan penting, termasuk koreksi terhadap sejumlah materi dalam draf raperda. Masukan dari para profesional dan pakar hukum tersebut sangat dibutuhkan untuk penyempurnaan regulasi sebelum ditetapkan menjadi peraturan daerah.

“Banyak sekali materi-materi masukan, bahkan juga koreksi yang terasa sangat dibutuhkan untuk penyempurnaan raporda ini sebelum nanti ditetapkan menjadi perda,” ujarnya.

Kang Edwin Senjaya juga meminta agar kehadiran Peradi terus dilibatkan pada pembahasan lanjutan, mengingat kontribusi para ahli hukum sangat relevan dengan substansi raperda yang sedang dibahas.

“Tadi sempat disinggung ada beberapa kata yang diksinya kurang tepat. Itu biasa dalam proses pembahasan raperda. Dalam pembahasan nanti juga bisa dilakukan penyesuaian, mulai dari perubahan judul hingga penambahan atau pengurangan pasal sesuai kebutuhan,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Pansus 14 DPRD Kota Bandung, Radea Respati Pramudhita mengatakan bahwa pihaknya sangat membutuhkan masukan dan pandangan hukum dari Peradi dalam pembahasan Raperda tentang Pencegahan dan Pengendalian Perilaku Seksual Berisiko dan Penyimpangan Seksual.

Ia menyampaikan bahwa aspirasi dan petunjuk dari para ahli hukum sangat penting untuk memperkuat landasan peraturan yang tengah digodok. “Kami akan mendapatkan aspirasi, petunjuk, dan penegakan hukum dari organisasi Peradi. Kami menunggu apa saja yang dapat disampaikan kepada kami,” tuturnya.

Menurut Radea, masukan dari dinas terkait, masyarakat, hingga para ahli hukum sangat penting dalam melengkapi proses penyusunan regulasi tersebut. Radea berharap Peradi dapat memberikan pandangan terkait sejumlah isu krusial, seperti potensi aturan yang bersifat diskriminatif, definisi penyimpangan seksual yang perlu diatur secara jelas, serta upaya mencegah propaganda dan normalisasi perilaku seksual menyimpang.

“Pentingnya penyusunan raperda ini sebagai bagian dari upaya untuk menekan risiko penyebaran perilaku seksual berisiko. Termasuk sebagai upaya agar Kota Bandung tidak lagi berada pada posisi tinggi dalam kasus HIV,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Peradi DPC Kota Bandung, Deden R. Aquariandi mendukung dibentuknya Raperda tentang Pencegahan Perilaku Seksual Berisiko dan Penyimpangan Seksual. Peradi mendorong agar raperda tersebut segera disahkan dan memiliki kekuatan hukum tetap.

Selain mendorong percepatan pembahasan, Peradi juga menyatakan kesiapan untuk terlibat dalam tahap pasca-penetapan raperda tersebut. Mereka berkomitmen melakukan sosialisasi dan berbagai upaya aktif untuk mendukung implementasi regulasi tersebut.

“Setelah ditetapkan, kami siap menyosialisasikannya dan melakukan upaya-upaya aktif dalam mendukungnya,” katanya.

Terkait urgensi raperda tersebut, ia menilai Kota Bandung membutuhkan regulasi ini sesegera mungkin. Berdasarkan data yang tersedia, Jawa Barat disebut memiliki angka kasus LGBT tertinggi, dan Kota Bandung menjadi salah satu wilayah yang terdampak.

“Raperda ini sangat urgent. Karena data menunjukkan Jawa Barat itu tingkat tertinggi LGBT, dan Kota Bandung juga demikian. Dampaknya memicu berbagai penyimpangan yang perlu segera ditangani,” ujarnya. *red

 

  • Penulis: Admin01

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cagar Budaya di Kota Bandung Agar Jadi Destinasi Pariwisata

    Cagar Budaya di Kota Bandung Agar Jadi Destinasi Pariwisata

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 36
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung mendorong cagar budaya agar menjadi salah satu destinasi pariwisata di Kota Bandung. Aturan soal itu pun kini tengah dibahas oleh Pansus 4 DPRD Kota Bandung berupa Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengelolaan Cagar Budaya. Dalam kesempatannya, anggota Pansus 4 DPRD Kota Bandung, Susanto Triyogo Adiputro, […]

  • IPPNU Jabar Konferwil ke – XVI Di Ponpes Darul Ma’arif : Ajak Milenial & Santri Kurangi Sampah

    IPPNU Jabar Konferwil ke – XVI Di Ponpes Darul Ma’arif : Ajak Milenial & Santri Kurangi Sampah

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 24
    • 0Komentar

    KAB.BANDUNG, MBInews.id – Ikatan Pelajar Putri Nadlatul Ulama (IPPNU) Jabar Konferwil ke-XVI di darul ma’arif kabupaten bandung untuk menjadikan IPPNU Jawa Barat sebagai wadah aktualisasi pelajar dalam mengawal kader Islam Konferensi Wilayah IPPNU Penghargaan yang setinggi-tingginya dan terima kasih pesantren darul Ma’arif dipilih sebagai tempat Konferwil IPPNU ini yang dipilih lokasi  ini menjadi kebanggan tersendiri […]

  • DPP Bareta Indonesia Lantik Puluhan  Satgas LSM Bareta

    DPP Bareta Indonesia Lantik Puluhan Satgas LSM Bareta

    • calendar_month Sabtu, 24 Agt 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 23
    • 0Komentar

    MBInews.id, Sukabumi  – Puluhan Satgas Lembaga Swadaya Masyrakat (LSM) Barisan Relawan Tanggap Bencana (Bareta) Indonesia dilantik oleh ketua DPP Bareta Indonesia di Pontren Al-Fath Jl. Merbabu, Kel. Karangtengah Kecamatan Gunungpuyuh Kota Sukabumi, Sabtu (24/08/19). Ketua DPP Bareta Indonesia Junaidi Tanjung mengatakan, bahwa dirinya sudah lama membentuk satgas sosial tersebut, khususnya di Sukabumi dan terlibat di […]

  • Jelang Hari Raya Idul Adha Kebutuhan Pokok Mengalami Kenaikan

    Jelang Hari Raya Idul Adha Kebutuhan Pokok Mengalami Kenaikan

    • calendar_month Kamis, 8 Agt 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 31
    • 0Komentar

    MBInews.id, Bandung – Jelang Hari Raya Idul Adha sejumlah kebutuhan pokok masyarakat di sejumlah pasar tradisional di Kota Bandung mengalami kenikan harga, Cabai merupakan salah satu komoditi yang mengalami kenaikan cukup tinggi sejak pekan lalu. Hal itu pun diakui oleh Kepala Disdagin Kota Bandung, Elly Wasliah, komoditi cabai masih berada pada posisi yang cukup tinggi […]

  • Usia 60 Tahun, Tandamata “Tanda Cinta bank bjb”

    Usia 60 Tahun, Tandamata “Tanda Cinta bank bjb”

    • calendar_month Jumat, 4 Jun 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 23
    • 0Komentar

    MBInews.id, BANDUNG – MENGINJAK usia 60 tahun, bank bjb kian berenergi. Tandamata jadi andalannya. Tanda cinta untuk nasabah dan negeri.Putri Puspita kaget. Begitu hendak membayar baju yang dia beli di sebuah tenant, dia mendapat bonus. Apa itu? “Saya dapat potongan harga yang lumayan saat melakukan rapid test antigen. Itu karena saya pakai bjb DigiCash,” kata […]

  • Ini Kata Wali Kota Saat FPD BPKPD Kota Sukabumi

    Ini Kata Wali Kota Saat FPD BPKPD Kota Sukabumi

    • calendar_month Selasa, 14 Feb 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 30
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, meminta, Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) menghadirkan inovasi dalam pengelolan pendapatan daerah. Seperti halnya, digitalisasi pembayaran, memetakan, mengembangkan, dan pengendalian penerimaan. “Jadi, ketika digitalisasi diterapkan, terjadi kenaikan signifikan,”ujar Fahmi, usai menghadiri Forum Perangkat Daerah (FPD) BPKPD Kota Sukabumi, disalah satu Hotel di Kota Sukabumi. Selasa, (14/2/2022). Baca […]

expand_less