Datang dari Bandung, Mantan PJ Wali Kota Sukabumi Turun Bertanding di PWI Cup II Tenis Meja Kota Sukabumi
- account_circle mbiredaktur
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 39
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUKABUMI ,Mbinewa.id– Turnamen PWI Cup II Tenis Meja Kota Sukabumi mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Wilayah Provinsi Jawa Barat, Kusmana Hartadji. Ia menilai ajang yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Sukabumi tersebut menunjukkan perkembangan positif, baik dari sisi jumlah peserta maupun tingkat persaingan.
Turnamen berlangsung di GOR Rengganis, Kelurahan Selabatu, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Minggu (6/9/2026).
Menariknya, Kusmana tidak hanya hadir sebagai tamu undangan, tetapi turut ambil bagian sebagai peserta.
Kusmana datang langsung dari Bandung untuk mengikuti sekaligus memeriahkan PWI Cup II. Menurutnya, penyelenggaraan tahun kedua menunjukkan adanya keberlanjutan dan semakin luasnya minat peserta terhadap turnamen tersebut.
“Alhamdulillah, PWI Cup memiliki keberlanjutan. Saya sangat mengapresiasi karena pesertanya sekarang tidak hanya berasal dari Sukabumi dan sekitarnya, tetapi juga dari Bandung. Saya sendiri datang dari Bandung untuk ikut berpartisipasi dan memeriahkan PWI Cup II,”ujar mantan Pjejabat (Pj) Wali Kota Sukabumi tersebut.
Kusmana menilai, antusiasme peserta pada PWI Cup II cukup tinggi. Perkembangan tersebut, kata dia, terlihat dari persaingan di sejumlah divisi yang semakin kompetitif, khususnya pada nomor ganda.
Ia menyebut, sejumlah pertandingan bahkan berlangsung ketat hingga harus ditentukan melalui skor 3-2. Menurutnya, pertandingan dengan selisih tipis tersebut menjadi indikator bahwa kualitas persaingan antarpeserta terus meningkat.
“Saya melihat antusiasme para pemain luar biasa. Divisi-divisinya juga mengalami peningkatan. Khusus nomor ganda, persaingannya cukup ketat. Beberapa pertandingan bahkan berakhir dengan skor 3-2. Artinya, persaingan antarpemain berlangsung sangat rapat,” katanya.
Kusmana berharap PWI Cup dapat terus diselenggarakan secara konsisten dengan kualitas kompetisi yang semakin baik. Ia menilai kekompakan panitia dan keterlibatan insan pers menjadi modal penting untuk mengembangkan turnamen tersebut.
“Turnamen ini harus terus dilanjutkan. Yang terpenting, teman-teman panitia tetap kompak. Para wartawan dan jurnalis juga ikut hadir menyaksikan pertandingan. Saya kira kegiatan ini harus terus dipromosikan agar ke depan level kompetisinya semakin meningkat,” ujarnya.
Menurut Kusmana, tenis meja memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan karena olahraga tersebut relatif tidak membutuhkan fasilitas atau area yang luas.
Selain sebagai sarana menjaga kebugaran, tenis meja juga dinilai mampu menjadi ruang silaturahmi sekaligus wadah pembinaan dan regenerasi atlet.
Kusmana bahkan optimistis, PWI Cup dapat berkembang menjadi turnamen dengan cakupan peserta yang lebih luas dan memiliki daya tarik hingga tingkat nasional.
“Tenis meja merupakan olahraga yang menyenangkan. Tidak membutuhkan tempat yang terlalu luas, tetapi bisa membahagiakan banyak orang. Kalau event ini terus dikembangkan, saya kira PWI Cup bisa memiliki nama dan daya tarik di tingkat nasional,”tuturnya.
Ia juga mengusulkan, agar penyelenggaraan berikutnya memiliki kelas eksekutif dengan konsep pendaftaran dan penghargaan yang berbeda.
Menurutnya, hadiah dalam sebuah turnamen olahraga tidak selalu harus berupa uang tunai. Penghargaan dalam bentuk piala maupun bentuk apresiasi lainnya juga dapat menjadi daya tarik bagi peserta.
“Ke depan mungkin bisa dibuat kelas eksekutif dengan sistem pendaftaran yang berbeda. Hadiahnya tidak harus selalu berupa uang, tetapi bisa dalam bentuk piala atau penghargaan lainnya,” katanya.
Lebih jauh, Kusmana berharap, PWI Cup tidak hanya menjadi ajang kompetisi tahunan, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap perkembangan tenis meja dan proses regenerasi atlet.
Ia ingin turnamen tersebut mampu memberikan ruang bagi para pemain untuk meningkatkan pengalaman bertanding sekaligus memperluas jaringan olahraga tenis meja di Kota Sukabumi dan Jawa Barat.
“Harapannya, regenerasi atlet tenis meja di Kota Sukabumi dan Jawa Barat pada umumnya dapat terus meningkat. PWI Cup mudah-mudahan bisa menjadi salah satu wadah untuk mendukung proses tersebut,” ucap Kusmana.
Kehadiran Kusmana di PWI Cup II ternyata tidak semata-mata karena memenuhi undangan. Tenis meja merupakan salah satu olahraga yang menjadi hobinya.
Ia mengaku sulit menolak kesempatan untuk kembali bermain, terlebih turnamen tersebut diselenggarakan PWI Kota Sukabumi yang selama ini aktif membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Saya tidak bisa menolak kalau ada undangan, apalagi berkaitan dengan hobi. Tenis meja merupakan salah satu olahraga yang saya senangi. Saat menjabat, saya juga sering latihan rutin di sini. Jadi, ketika ada undangan, apalagi dari PWI yang terus membangun kolaborasi dengan kita, insyaallah saya akan hadir,”katanya.
Kusmana sendiri memiliki kedekatan dengan Kota Sukabumi. Ia pernah menjabat sebagai Pj Wali Kota Sukabumi pada periode 2024-2025.
Menurutnya, Kota Sukabumi memiliki daya tarik tersendiri dan meninggalkan banyak kesan selama dirinya menjalankan tugas di kota tersebut.
“Intinya, Kota Sukabumi itu membuat kangen. Kota kecil dengan sejuta cerita. Tantangannya memang cukup berat, tetapi insyaallah orang-orangnya someah,” pungkas Kusmana.ardan/mbi
- Penulis: mbiredaktur


Saat ini belum ada komentar