Breaking News
Trending Tags

Jamkrindo Dorong Penyandang Disabilitas Naik Kelas Lewat Harmoni Karya Inklusif

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
  • visibility 760
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI, Mbinews.id– PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) atau Jamkrindo terus memperkuat komitmennya dalam mendorong terciptanya masyarakat inklusif melalui program pemberdayaan penyandang disabilitas bertajuk “Harmoni Karya Inklusif”. Kegiatan yang digelar di Taman Cimanuk Adiarsa, Kabupaten Karawang, pada 21–23 Agustus 2026 tersebut diarahkan untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi penyandang disabilitas.

Sekretaris Perusahaan Jamkrindo, Akhmad Albaasithu, mengatakan pemberdayaan penyandang disabilitas tidak semestinya berhenti pada pemberian pelatihan. Menurutnya, program pemberdayaan perlu diarahkan pada terciptanya kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk berkembang, menghasilkan karya, serta memperoleh akses terhadap peluang ekonomi yang berkelanjutan.

“Kami ingin memastikan setiap individu memiliki kesempatan untuk berkembang dan memberikan nilai. Melalui Harmoni Karya Inklusif, kami mendorong penyandang disabilitas agar semakin percaya diri dalam mengembangkan potensinya, sekaligus membuka peluang agar karya yang dihasilkan memiliki nilai ekonomi,” ujar Akhmad dalam keterangan tertulis, Senin (25/8/2026).

Mengusung subtema “Inklusif Berkarya Tanpa Batas, Bersama Merajut Masa Depan”, program tersebut dirancang tidak hanya untuk meningkatkan keterampilan peserta, tetapi juga memperkuat kepercayaan diri, kemandirian, dan kapasitas ekonomi penyandang disabilitas.

Jamkrindo juga menekankan pentingnya keberlanjutan setelah kegiatan pelatihan berakhir. Karena itu, keterampilan yang diperoleh peserta diarahkan untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah yang memiliki peluang untuk dipasarkan.

Adapun rangkaian Harmoni Karya Inklusif meliputi pelatihan membatik, pelatihan menjahit, serta pameran dan lomba hasil karya penyandang disabilitas. Pelatihan membatik diikuti oleh 20 peserta penyandang disabilitas dengan materi pengembangan motif khas Karawang.

Akhmad menjelaskan, Jamkrindo turut mempertemukan peserta pelatihan membatik dan menjahit melalui skema business matching. Langkah tersebut diharapkan dapat membentuk kolaborasi dari sisi produksi hingga pengembangan produk siap jual.

“Kami ingin membangun ekosistem yang memungkinkan keterampilan berkembang menjadi kegiatan produktif. Karena itu, peserta pelatihan membatik dan menjahit dipertemukan melalui business matching agar kain yang dihasilkan dapat dikembangkan menjadi produk siap pakai,” jelasnya.

Melalui skema tersebut, kain batik hasil karya peserta dapat diolah menjadi beragam produk, mulai dari pakaian, tas, aksesori, hingga produk kreatif lainnya. Pola kolaborasi ini sekaligus diarahkan untuk membangun rantai nilai usaha yang melibatkan penyandang disabilitas secara langsung, sejak proses produksi hingga pengembangan produk.

Menurut Akhmad, pendekatan tersebut menjadi bagian penting agar program pemberdayaan tidak berhenti pada peningkatan keterampilan semata. Peserta diharapkan memiliki ruang untuk mengembangkan produk, membangun jejaring, serta memperkenalkan hasil karyanya kepada pasar.

“Kami ingin agar program pemberdayaan tidak berhenti ketika pelatihan selesai. Ada proses lanjutan berupa kolaborasi, pengembangan produk, dan pengenalan karya kepada pasar. Dengan begitu, peserta memiliki peluang untuk terus berkarya dan semakin mandiri secara ekonomi,” ungkapnya.

Sebagai rangkaian puncak kegiatan, Jamkrindo menyelenggarakan pameran dan lomba karya penyandang disabilitas yang mencakup fashion show, display hasil karya, penjurian, penampilan seni, serta pemberian penghargaan kepada peserta.

Kegiatan tersebut menjadi ruang apresiasi sekaligus sarana memperkenalkan potensi dan kualitas karya penyandang disabilitas kepada masyarakat luas, pemerintah, dunia usaha, komunitas, maupun calon mitra pemasaran.

Akhmad menegaskan, terciptanya ekosistem inklusif membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Menurutnya, dukungan masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan komunitas diperlukan untuk membuka akses yang lebih luas bagi penyandang disabilitas agar dapat mengembangkan potensi sekaligus memperkuat kemandirian ekonominya.

“Inklusivitas akan semakin bermakna ketika masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan komunitas bersama-sama membuka akses dan menciptakan kesempatan. Kami berharap semakin banyak pihak melihat bahwa karya penyandang disabilitas memiliki kualitas dan potensi untuk terus dikembangkan,” pungkas Akhmad.ardan/mbi

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Majukan Ekonomi Desa, Bank Bjb Perkuat Kerja Sama Dengan APDESI Jabar

    Majukan Ekonomi Desa, Bank Bjb Perkuat Kerja Sama Dengan APDESI Jabar

    • calendar_month Selasa, 16 Nov 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 130
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Sebagai Bank Pembangunan Daerah di Jawa Barat, bank bjb memiliki komitmen untuk terus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Dukungan bank bjb dalam meningkatkan laju perekonomian masyarakat desa terwujud dalam berbagai kolaborasi, salah satunya adalah kerja sama dengan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Jawa Barat. Kerja sama terbaru […]

  • Yana: Libur atau Tidak, Pelayanan Tak Akan Pernah Berhenti

    Yana: Libur atau Tidak, Pelayanan Tak Akan Pernah Berhenti

    • calendar_month Sabtu, 7 Mei 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 126
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Libur Lebaran tersisa dua hari lagi. Sebagian besar perkantoran masih menghentikan aktivitasnya. Namun, berbeda dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemerintah Kota (pemkot) Bandung. Meski di tengah libur panjang, mereka tetap memberikan pelayanan pada masyarakat. Terutama para SKPD yang tergabung dalam tim kesiapsiagaan Idulfitri dan satuan tugas Covid-19. “Selama libur pun kita […]

  • Pemerintah Kota Sukabumi Raih Juara I PPD 2022 Jawa Barat

    Pemerintah Kota Sukabumi Raih Juara I PPD 2022 Jawa Barat

    • calendar_month Rabu, 22 Mar 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 131
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Pemerintah Kota Sukabumi kembali menerima penghargaan bergengsi. Kali ini, setelah berhasil menyabet predikat sebagai juara terbaik pertama dalam ajang Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2022 tingkat Provinsi Jawa Barat, Kota Sukabumi terpilih sebagai perwakilan kota mewakili Provinsi Jawa Barat pada penilaian PPD tingkat nasional tahun 2023. Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi menerima penghargaan […]

  • Hari Jadi ke-77 Provinsi Jawa Barat : Momentum Penghormatan Kepada Para Pendahulu Pejuang Provinsi Jawa Barat

    Hari Jadi ke-77 Provinsi Jawa Barat : Momentum Penghormatan Kepada Para Pendahulu Pejuang Provinsi Jawa Barat

    • calendar_month Jumat, 19 Agt 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 140
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Usia Provinsi Jawa Barat yang usianya seusia dengan Republik Indonesia ini hanya dua hari setelah tanggal 17 Agustus 1945 saat Republik Indonesia lahir, dua hari kemudian atau tanggal 19 Agustus 1945 dibentuk pula Provinsi Jawa Barat sebagai salah satu provinsi di Indonesia. Tanggal 19 Agustus 1945 ditetapkan sebagai Hari Jadi (lahir) Provinsi […]

  • Ketua DPRD Kota Bandung Apresiasi Lomba Aerobic dan Zumba Party Yang Digelar IKWI

    Ketua DPRD Kota Bandung Apresiasi Lomba Aerobic dan Zumba Party Yang Digelar IKWI

    • calendar_month Selasa, 14 Mar 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 120
    • 0Komentar

    BANDUNG – Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Kota Bandung sukses menggelar lomba Aerobic dan Zumba Party yang berlangsung di Teras Sunda Cibiru, Minggu, 12 Maret 2023. Lomba tersebut diikuti lebih dari 500 peserta dari berbagai daerah di Jawa Barat, seperti Garut, Tasikmalaya, Sumedang bahkan ada peserta yang berasal dari Cilacap. Kegiatan IKWI ini sebagai rangkaian […]

  • Pemkot Kaji Sejumlah Solusi Alternatif  Honorarium Guru dan TAS Non PNS

    Pemkot Kaji Sejumlah Solusi Alternatif Honorarium Guru dan TAS Non PNS

    • calendar_month Senin, 13 Mei 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 213
    • 0Komentar

    BANDUNG, BEDAnews – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung masih mengkaji sejumlah solusi  alternatif terkait honorarium bagi guru dan Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) non PNS. Pemkot Bandung memastikan, solusi yang bakal dipilih tetap berpegang pada regulasi yang ada. Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menuturkan pemberian honorarium bagi guru dan TAS non PNS bukan hanya berdasarkan pada […]

expand_less