Breaking News
Trending Tags

Aktivis Mahasiswa Sukabumi Premi BPJS Naik Akibat Pemerintah Kurang Matang

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 4 Sep 2019
  • visibility 155
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI, MBInews.id — Rencana kenaikan iuran BPJS yang disebabkan defisitnya selama empat tahun ini, mendapat respon dari aktivis gerakan mahasiswa di Sukabumi, hal tersebut, disampaikan oleh Ketua IMM Cabang Sukabumi Rajib Rivaldi mengatakan, rencana kenaikan BPJS menunujukan kurang matangnya perencanaan yang dilakukan oleh pemerintah, Rabu (04/09/2019).

“Seharusnya pemerintah tidak memberikan harapan palsu kepada masyarakat yang diawal harganya terjangkau oleh masyarakat, namun tiba-tiba menaikan dengan persentase yang besa,” ungkap Rajib.

Hal yang sama disampaikan oleh Ketua GMNI Cabang Sukabumi Abdullah Masyhudi mengatakan, kenaikan Iuran BPJS kesehatan memang sangat memberatkan bagi masyarakat yang menggunakan BPJS. Harusnya adanya tanggungan atau subsidi, bukan hanya dari APBN, akan tetapi juga dari APBD.

“Kan jelas dalam Aturan Perundang-undangan mengamanatkan, bahwasannya kesehatan dan pendidikan itu dijamin oleh Negara. Nah hari ini sejauhmana jaminan tersebut di realisasikan, sudah masyarakat itu kurang mampu di tambah lagi harus membayar iuran Kesehatan naik. Kalau begitu ya BPJS apabedanya dengan Calo kesehatan,” kata Abdul (04/09/2019).

Hal serupa juga disampaikan Ketua Umum PB HIMASI Eki Rukmansyah kepada MBInews.id, pihaknya sangat tidak setuju dengan kenaika premi BPJS, karena masih banyak sekali orang yang kurang mampu.

“Kami rasa kalau rencan kenaikan premi BPJS terlaksana, tidak menutup kemungkinan akan semakin bertambah beban APBN negara dan hal ini dapat menggiring opini masyarakat bahwa pemerintahan hari ini tidak bisa menyelesaikan hal mendasar tentang pengelolaan uang negara sampai harus menaikan premi BPJS,” pungkas Eki.

Sementara itu, Ketua PC PMII Kota Sukabumi, menambahkan harusnya pemerintah menimbang rencana kebijakan kenaikan BPJS, karena itu bisa memberatkan masyarakat, apalagi ekonima pas-pasan. 

“Pemerintah harusnya menimbag rencana kenaiakan premi BPJS, jangan sampai memberatkan masyarakat,” singkatnya. (Isep)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Tunjang Peningkatan Kualitas Pengelolaan Keuangan Daerah

    DPRD Tunjang Peningkatan Kualitas Pengelolaan Keuangan Daerah

    • calendar_month Kamis, 5 Jan 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 152
    • 0Komentar

    KET: Ketua DPRD Kota Bandung H. Tedy Rusmawan, A.T., M.M., dan Wali Kota Bandung Yana Mulyana menghadiri Penyerahan LHP Kepatuhan atas Belanja Modal, di Ruang Rapat BPK Perwakilan Provinsi Jabar, Jln. Moh. Toha, Bandung, Kamis (5/1/2023). Ridwan/Humpro DPRD Kota Bandung. BANDUNG, — Ketua DPRD Kota Bandung H. Tedy Rusmawan, A.T., M.M., menghadiri Penyerahan LHP Kepatuhan […]

  • Temukan Keuntungan Investasi ORI026 melalui bank bjb

    Temukan Keuntungan Investasi ORI026 melalui bank bjb

    • calendar_month Jumat, 11 Okt 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 159
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Investasi adalah langkah penting dalam menjaga stabilitas keuangan jangka panjang. Bagi mereka yang mencari instrumen investasi dengan risiko rendah, obligasi bisa menjadi pilihan yang tepat. Obligasi, terutama yang diterbitkan pemerintah, dikenal sebagai investasi yang aman dengan imbal hasil menarik. Salah satu produk obligasi yang tersedia saat ini adalah Obligasi Negara Ritel (ORI) […]

  • Triwulan I 2022, Bank Bjb Catatkan Pertumbuhan Laba 28,6% Year On Year

    Triwulan I 2022, Bank Bjb Catatkan Pertumbuhan Laba 28,6% Year On Year

    • calendar_month Senin, 9 Mei 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 101
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) berhasil mencatatkan kinerja positif pada triwulan I tahun 2022 berkat kolaborasi serta inovasi digitalisasi. Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi mengatakan bank bjb menunjukan performa positif dan tumbuh lebih tinggi pada triwulan pertama tahun ini. Kinerja cemerlang ini berkat kerja keras […]

  • Alun- alun Kota Bogor Diresmikan, komitmen Bank bjb untuk Kota Bogor

    Alun- alun Kota Bogor Diresmikan, komitmen Bank bjb untuk Kota Bogor

    • calendar_month Sabtu, 18 Des 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 176
    • 0Komentar

    BOGOR , MBInews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akhirnya meresmikan Alun-alun Kota Bogor. Hadir dalam acara tersebut sekaligus yang meresmikan adalah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil didampingi Wali Kota Bogor Bima Arya, Direktur Utama PT. KAI Didiek Hartantyo, dan Direktur Utama Bank bjb Yuddy Renaldi. Ridwan Kamil mengatakan peresmian Alun-alun Kota Bogor ini merupakan momen […]

  • Komisi II DPRD Bandung Dorong Digitalisasi Data dan Pemasaran UMKM

    Komisi II DPRD Bandung Dorong Digitalisasi Data dan Pemasaran UMKM

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 325
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews  — Pimpinan dan Anggota Komisi II DPRD Kota Bandung menghadiri undangan rapat koordinasi bersama Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (DiskopUKM) Kota Bandung, di Kantor DiskopUKM Kota Bandung, Rabu, 8 April 2026. Rapat koordinasi terkait Integrasi dan Pemanfaatan Data UMKM melalui Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP) serta Pembahasan Teknis Pengembangan Aplikasi Belanja […]

  • Ingin KPK Lebih Kuat, Presiden Jokowi Tidak Setuju Sejumlah Substansi Revisi UU KPK

    Ingin KPK Lebih Kuat, Presiden Jokowi Tidak Setuju Sejumlah Substansi Revisi UU KPK

    • calendar_month Jumat, 13 Sep 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 130
    • 0Komentar

    JAKARTA, MBInews.id – Presiden Jokowi menyampaikan keterangan pers terkait revisi UU KPK, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/9/2019) pagi. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, bahwa Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK) telah berusia 17 tahun. Karena itu, perlu adanya penyempurnaan secara terbatas sehingga pemberantasan korupsi bisa makin efektif. “Sekali […]

expand_less