Breaking News
Trending Tags

Aktivis Mahasiswa Sukabumi Premi BPJS Naik Akibat Pemerintah Kurang Matang

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 4 Sep 2019
  • visibility 59
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI, MBInews.id — Rencana kenaikan iuran BPJS yang disebabkan defisitnya selama empat tahun ini, mendapat respon dari aktivis gerakan mahasiswa di Sukabumi, hal tersebut, disampaikan oleh Ketua IMM Cabang Sukabumi Rajib Rivaldi mengatakan, rencana kenaikan BPJS menunujukan kurang matangnya perencanaan yang dilakukan oleh pemerintah, Rabu (04/09/2019).

“Seharusnya pemerintah tidak memberikan harapan palsu kepada masyarakat yang diawal harganya terjangkau oleh masyarakat, namun tiba-tiba menaikan dengan persentase yang besa,” ungkap Rajib.

Hal yang sama disampaikan oleh Ketua GMNI Cabang Sukabumi Abdullah Masyhudi mengatakan, kenaikan Iuran BPJS kesehatan memang sangat memberatkan bagi masyarakat yang menggunakan BPJS. Harusnya adanya tanggungan atau subsidi, bukan hanya dari APBN, akan tetapi juga dari APBD.

“Kan jelas dalam Aturan Perundang-undangan mengamanatkan, bahwasannya kesehatan dan pendidikan itu dijamin oleh Negara. Nah hari ini sejauhmana jaminan tersebut di realisasikan, sudah masyarakat itu kurang mampu di tambah lagi harus membayar iuran Kesehatan naik. Kalau begitu ya BPJS apabedanya dengan Calo kesehatan,” kata Abdul (04/09/2019).

Hal serupa juga disampaikan Ketua Umum PB HIMASI Eki Rukmansyah kepada MBInews.id, pihaknya sangat tidak setuju dengan kenaika premi BPJS, karena masih banyak sekali orang yang kurang mampu.

“Kami rasa kalau rencan kenaikan premi BPJS terlaksana, tidak menutup kemungkinan akan semakin bertambah beban APBN negara dan hal ini dapat menggiring opini masyarakat bahwa pemerintahan hari ini tidak bisa menyelesaikan hal mendasar tentang pengelolaan uang negara sampai harus menaikan premi BPJS,” pungkas Eki.

Sementara itu, Ketua PC PMII Kota Sukabumi, menambahkan harusnya pemerintah menimbang rencana kebijakan kenaikan BPJS, karena itu bisa memberatkan masyarakat, apalagi ekonima pas-pasan. 

“Pemerintah harusnya menimbag rencana kenaiakan premi BPJS, jangan sampai memberatkan masyarakat,” singkatnya. (Isep)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemkot Bandung Pastikan Inflasi Terkendali

    Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemkot Bandung Pastikan Inflasi Terkendali

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Bandung || MBInews.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan inflasi tetap terkendali sekaligus memperkuat langkah antisipasi di sektor pangan. Wakil Wali Kota Bandung, Erwin menyebut inflasi di Kota Bandung pada Agustus 2025 justru mencatat deflasi sebesar 0,14 persen month-to-month, terutama karena turunnya harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau. “Alhamdulillah, kondisi inflasi di Kota Bandung […]

  • Tedy Rusmawan Dorong Semangat Para Pencari Kerja di Bandung Job Fair

    Tedy Rusmawan Dorong Semangat Para Pencari Kerja di Bandung Job Fair

    • calendar_month Kamis, 3 Nov 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 59
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Ketua DPRD Kota Bandung, H. Tedy Rusmawan, A.T., M.M., menghadiri acara Bandung Job Fair 2022, di Festival Citylink, Bandung, Rabu (2/11/2022). Dalam acara yang diadakan Disnaker Kota Bandung ini dihadiri oleh Wali Kota Bandung Yana Mulyana dan Kepala Disnaker Andri Darusman. Tedy mengapresiasi digelarnya acara bursa kerja ini. Melepas pandemi selama dua […]

  • DPD Pos Raya Jabar, Soroti Kinerja Ketua DPRD Jabar

    DPD Pos Raya Jabar, Soroti Kinerja Ketua DPRD Jabar

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 41
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id– Setelah terpilih menjadi ketua DPRD Jabar, bukan kinerja nya yang ramai di media massa melainkan permasalahan yang timbul di berbagai media. Selain itu juga selama menjabat menjadi Ketua DPRD Jabar, jarang  hadir dalam rapat-rapat dan berbagai kegiatan serta minim melakukan kunjungan kerja. Ketua DPD Pos Raya Jawa Barat, Asep Komara Santoso mengungkapkan bahwa […]

  • Wakil Walikota Bandung Resmikan Masjid Al Aman Kecamatan Mandalajati

    Wakil Walikota Bandung Resmikan Masjid Al Aman Kecamatan Mandalajati

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 59
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews – Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana meresmikan Masjid Al Aman, di Bandung City View (BCV) 2, kecamatan Mandalajati, Minggu (26/7/2020). Yana mengungkapkan, hadirnya masjid sejalan visi Kota Bandung yang Agamis. “Alhamdulilah ini pembangunan rumah ibadah. Sehingga warga sini bisa beribadah dengan nyaman,” katanya. “Masjidnya baik dan kami ucapkan terima kasih dengan pembangun […]

  • Edwin Senjaya Ingatkan Siswa atas Nikmat Kemerdekaan Indonesia

    Edwin Senjaya Ingatkan Siswa atas Nikmat Kemerdekaan Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 27 Agt 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 67
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Wakil Ketua III DPRD Kota Bandung Dr. H. Edwin Senjaya, S.E., M.M., mengisi acara Tabligh Akbar SMP Sebelas Maret, di Masjid Al Jannah Kota Bandung, Jumat (26/8/2022). Pada Tabligh Akbar kali ini, Edwin mengangkat kajian tentang Hakikat bersyukur menggunakan nikmat. Edwin tak henti-hentinya menggugah siswa-siswi SMP Sebelas Maret untuk meningkatkan rasa syukur […]

  • Warga Darwati Soroti Dampak TPU Rancacili, DPRD Minta Ada Buffer Zone

    Warga Darwati Soroti Dampak TPU Rancacili, DPRD Minta Ada Buffer Zone

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Bandung,MBINEWS — Komisi III DPRD Kota Bandung membahas keluhan warga RW 11 dan RW 13 Kelurahan Derwati terkait rencana perluasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Rancacili yang dinilai semakin mendekati kawasan permukiman. Audiensi digelar di Ruang Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Kota Bandung, Senin (25/5/2026). Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan kekhawatiran terkait potensi pencemaran air tanah, polusi […]

expand_less