Bersama Diskominfo, KPID Jabar Dorong Peliputan Bencana yang Etis dan Akurat Lewat Bimtek PATALI di Kota Sukabumi
- account_circle mbiredaktur
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua KPID Jawa Barat, Adiyana Slamet
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUKABUMI,Mbinews.id- Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Sukabumi menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengawasan Semesta yang Lestari dan Independen untuk Jawa Barat Istimewa (PATALI), di Balai Kota Sukabumi, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari lembaga penyiaran, insan pers, mahasiswa, organisasi kepemudaan hingga organisasi masyarakat. Bimtek digelar sebagai upaya meningkatkan pemahaman lembaga penyiaran terhadap implementasi Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS), khususnya dalam peliputan kebencanaan secara profesional dan bertanggung jawab.
Ketua KPID Jawa Barat, Adiyana Slamet, mengatakan, media penyiaran memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi kebencanaan kepada masyarakat. Namun, menurutnya, kecepatan informasi tetap harus diimbangi dengan akurasi dan kehati-hatian.
“Dalam konteks kebencanaan, media penyiaran memiliki peran yang sangat krusial. Informasi bencana harus disampaikan cepat, tetapi tetap akurat dan tidak menyesatkan masyarakat,”ujarnya.
Ia menegaskan, kolaborasi antara KPID Jawa Barat dan Pemerintah Kota Sukabumi menjadi langkah penting dalam memperkuat pemahaman masyarakat terkait etika peliputan bencana sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan hidup.

“Tidak hanya soal etika peliputan kebencanaan, tetapi bagaimana TV, radio, pers, mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan masyarakat ikut peduli terhadap pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana,” katanya.
Menurut Adiyana, pelestarian lingkungan juga merupakan bagian dari nilai budaya masyarakat Sunda yang menjunjung harmoni antara manusia dan alam.
“Orang Sunda diajarkan untuk tidak merusak alam. Ada harmoni antara manusia, lingkungan, dan Tuhan yang harus terus dijaga,”ungkapnya.
Ia menambahkan, tanggung jawab lembaga penyiaran dalam menyampaikan informasi kebencanaan telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 tentang Penyiaran dan P3SPS. Karena itu, Bimtek PATALI diharapkan menjadi forum strategis untuk memperkuat kompetensi dan komitmen bersama dalam mewujudkan peliputan bencana yang akurat, etis, dan bertanggung jawab.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap terbangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya implementasi P3SPS secara konsisten sehingga tercipta ekosistem penyiaran yang sehat dan profesional,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Kota Sukabumi, Endah Aruni, menyambut baik pelaksanaan Bimtek PATALI di Kota Sukabumi. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan karena dinilai memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
“Terima kasih kepada KPID yang telah menyelenggarakan kegiatan ini di Kota Sukabumi. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut karena sangat bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dan menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan,”pungkasnya.ardan/wan/mbi.
- Penulis: mbiredaktur
Saat ini belum ada komentar