Breaking News
Trending Tags

Danantara dan Paradoks Logistik Indonesia

  • account_circle Admin01
  • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
  • visibility 82
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Prof. Dr. Ir. Agus Purnomo, M.T., CMILT. (Professor of  Supply Chain Management – Master of Logistics Management Department – Universitas Logistik Dan Bisnis Intenasional – ULBI)

 

Indonesia Kehilangan Triliunan dari Inefisiensi

SETIAP tahun Indonesia kehilangan lebih dari Rp 600 triliun karena biaya logistik yang tidak efisien—setara dengan 3,2 persen Produk Domestik Bruto (PDB). Bappenas (2024) mencatat biaya logistik kita masih di kisaran 14,29 persen dari PDB, jauh di atas Singapura (8 persen) dan Malaysia (13 persen). Angka ini bukan sekadar statistik ekonomi, tetapi alarm keras bahwa sistem logistik nasional sedang berjalan pincang.

Negara kepulauan dengan jalur laut terpanjang di dunia ini ironisnya belum mampu menautkan jaringan logistiknya sendiri. Seperti kata Peter Drucker, “Without integration, logistics is just organized chaos.” Itulah potret kita hari ini—belasan BUMN logistik dengan moda darat, laut, dan udara, tapi bekerja seperti pulau-pulau yang saling diam. Kini muncul ide besar: konsolidasi BUMN logistik di bawah Danantara Asset Management (Persero).

Tapi, sebelum bicara siapa yang akan memimpin holding itu, pertanyaannya jauh lebih penting: apakah fondasi hukum, sistem, dan tata kelola kita sudah siap untuk benar-benar terintegrasi?

Logistik Kita Masih Bergerak Sendiri-sendiri

Ada tujuh pemain besar dalam tubuh negara: Pelindo, PELNI, ASDP, KAI Logistik, DAMRI, Angkasa Pura Logistik, dan Pos Indonesia. Semuanya punya aset besar, SDM banyak, dan visi sendiri-sendiri. Tapi itulah masalahnya: terlalu banyak visi, terlalu sedikit koordinasi.

Rantai pasok nasional masih dikelola dengan sistem dan platform yang tidak saling bicara. Gudang berdiri di atas gudang lain, aplikasi digital dikembangkan tanpa interoperabilitas, dan armada beroperasi tanpa jadwal lintas moda yang sinkron. Akibatnya, menurut World Bank Logistics Performance Index (2024), Indonesia merosot ke peringkat 63 dunia, di bawah Vietnam (43) dan Thailand (34).

Bappenas dan Kemenko Perekonomian (2023) memperkirakan 35 persen biaya logistik dihabiskan hanya untuk transportasi darat. Di sektor Courier–Express–Parcel (CEP), Pos Indonesia, KAI Logistik, dan Pelindo bahkan saling bersaing di pasar yang sama—tanpa integrasi data dan perencanaan armada. Efeknya: duplikasi investasi hingga Rp 7 triliun per tahun.

Selama kita belum punya satu sistem data, satu peta aset, dan satu kebijakan orkestrasi, efisiensi hanya akan menjadi jargon. Danantara datang membawa janji untuk menyatukan semuanya—tapi janji saja tak cukup.

Integrasi Butuh Otak dan Aturan

Konsolidasi bukan soal menumpuk perusahaan di bawah satu bendera, tapi membangun satu otak yang mampu berpikir strategis untuk seluruh sistem. ASEAN Logistics Report (2023) menyebut, integrasi multimoda bisa memangkas biaya logistik hingga 20 persen dalam lima tahun. Tapi selama setiap BUMN tunduk pada regulasi berbeda—UU 19/2003 tentang BUMN, PP 72/2016, dan aturan sektoral transportasi—kita hanya akan membangun tembok hukum baru yang menghambat gerak.

Gap analysis yang disusun Danantara menunjukkan potensi efisiensi hingga Rp 120 triliun per tahun, jika data, aset, dan operasi lintas entitas bisa disatukan. Tapi itu hanya mungkin jika ada regulatory alignment. OECD (2024) menegaskan, negara yang berhasil menurunkan biaya logistik secara sistemik selalu punya satu kunci: keselarasan kelembagaan (institutional coherence).

Artinya jelas: pemerintah perlu menyiapkan Peraturan Presiden tentang Konsolidasi dan Penguatan Ekosistem Logistik Nasional—yang bukan sekadar mengatur struktur holding, tetapi juga menegaskan posisi Danantara sebagai control entity dengan otoritas strategis, bukan administratif. Tanpa itu, konsolidasi hanya akan menjadi merger of confusion—bukan integrasi, melainkan tumpang tindih versi baru.

Saatnya Orkestra, Bukan Solo

Kita tak bisa bicara efisiensi logistik jika masih berpikir dalam silo korporasi. Ini bukan sekadar proyek bisnis; ini adalah reformasi struktural nasional. Tanpa integrasi data dan kebijakan, sinergi antar-BUMN hanyalah slogan efisiensi di atas kertas.

World Economic Forum (2024) mencatat, negara dengan sistem logistik terintegrasi bisa meningkatkan efisiensi ekspor hingga 30 persen dan menarik investasi lintas sektor secara lebih cepat. Itulah yang harus menjadi visi Danantara. Ia tak boleh berhenti sebagai holding administrator, tapi harus naik kelas menjadi “dirigen nasional logistik” yang mengharmonikan kepentingan bisnis dan publik.

Momentum ini adalah kesempatan emas untuk menata ulang sistem logistik kita—berbasis hukum yang jelas, tata kelola yang transparan, dan desain kelembagaan yang terbukti. Bila gagal, kita akan terus kehilangan ratusan triliun rupiah tiap tahun hanya karena negara ini punya terlalu banyak kapal, tapi tak punya pelabuhan yang sama untuk berlabuh.

Penutup: Membangun Otak Logistik Nasional

Kini saatnya berpikir sebagai satu ekosistem. Kita membutuhkan “otak logistik nasional” yang mampu menghubungkan data, aset, dan kebijakan dari Sabang hingga Merauke. Konsolidasi BUMN logistik lewat Danantara Asset Management (Persero) bukan sekadar proyek korporasi, tapi pondasi menuju kedaulatan rantai pasok nasional.

Dunia sedang bergerak ke arah data-driven logistics, di mana keputusan dibuat berdasarkan informasi real time, bukan ego sektoral. Pertanyaannya bukan lagi perlukah kita integrasi, tapi beranikah kita memberi Danantara mandat penuh sebagai tulang punggung logistik nasional? Jika jawaban itu “ya”, maka Indonesia tidak hanya akan menjadi pasar logistik terbesar di Asia Tenggara, tapi juga pengendali arus barang regional—sebuah posisi strategis yang selama ini hanya dimiliki Singapura.

Teaser:

Konsolidasi BUMN logistik adalah pertaruhan besar. Ia bisa menjadi mesin efisiensi nasional—atau sekadar merger administratif yang memboroskan energi.

“LET’S JOIN ULBI”

Magister Manajemen Logistik – “Shaping Future Leaders in Global Logistics”

Learn more by visiting : 

S2 Magister Manajemen Logistik

#Danantara; #Konsolidasi BUMN Logistik; #Danantara Asset Management; #Efisiensi Rantai Pasok Nasional; #Reformasi Tata Kelola Logistik;  #Integrasi Sistem dan Data; #Logistik; #Logistics; #Supply Chain Management; #Supply Chain; #Green Logistics; #AI; #Big Data; #IoT;  #Rantai Pasok; #ULBIAcademia; #PenaAkademikULBI; #EdukasiULBI; #OpiniAkademik; #ArtikelAkademik; #SEO; #DigitalMarketing

  • Penulis: Admin01

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejagung RI Diminta Turun Tangan Usut Tuntas  Dugaan  Korupsi Milyaran PUPR Kabupaten Tasikmalaya

    Kejagung RI Diminta Turun Tangan Usut Tuntas Dugaan Korupsi Milyaran PUPR Kabupaten Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 58
    • 0Komentar

    BANDUNG MBInews.id – LSM Barantas (Barisan Rakyat Antikorupsi Tatar Sunda) Kembali melaporkan Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Tasikmalaya ke Komisi Kejaksaan Agung RI di Jakarta, Selasa (22/9/2020) “kasus yang hampir sama Pada Tahun 2017 – 2018 yang di laporkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat serta pada Tahun 2019 Kejaksaan Tinggi […]

  • Pos Indonesia Serahkan Bantuan TJSL untuk Gereja dan Masjid di Tarutung

    Pos Indonesia Serahkan Bantuan TJSL untuk Gereja dan Masjid di Tarutung

    • calendar_month Minggu, 18 Des 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 61
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Direktur Human Capital Management Tonggo Marbun, Direktur Business Development & Portofolio Management Prasabri Pesti dan Komisaris PT Pos Indonesia (Persero) Gunawan Hutagalung menyerahkan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di Kantor Pos Cabang Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Sabtu (17/12/2022). Penerima bantuan TJSL adalah Pendeta Janike Sihombing (Gereja HKBP Hutagalung […]

  • Pos Indonesia Gelar Apel Kesiapan Natal dan Tahun Baru 2023

    Pos Indonesia Gelar Apel Kesiapan Natal dan Tahun Baru 2023

    • calendar_month Rabu, 7 Des 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 61
    • 0Komentar

    BANDUNG,  MBInews.id –  Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Faizal R. Djoemadi memimpin langsung Apel Kesiapan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 atau Nataru di Sentral Pengolahan Pos (SPP) Bandung, Senin (5/12/2022). Dalam Apel Kesiapan yang dihadiri sekitar  400 karyawan Kantor Regional 3 Jawa Barat, KCU Bandung, dan SPP Bandung itu, Faizal menegaskan agar menjelang […]

  • Jadwal Vaksin Kota Bandung Belum Diketahui, Oded Siap Disuntik Vaksin Covid-19

    Jadwal Vaksin Kota Bandung Belum Diketahui, Oded Siap Disuntik Vaksin Covid-19

    • calendar_month Kamis, 7 Jan 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 48
    • 0Komentar

    BANDUNG, Wali Kota Bandung Oded M. Danial menyatakan siap menjadi penerima vaksin Covid-19. Hal itu agar warga Kota Bandung lainnya percaya dan yakin untuk juga divaksin. “Harus siap lah,” tegasnya usai meresmikan Instalasi Pengelohan Air Limbah (IPAL) Komunal di Kelurahan Pasanggarahan Kecamatan Ujungberung, Bandung , Rabu (6/12/ 2021). Kendati demikian, Oded mengaku belum mengetahui jadwal […]

  • Erwin Siap Dukung BUANA BNN Berantas Peredaran Narkoba

    Erwin Siap Dukung BUANA BNN Berantas Peredaran Narkoba

    • calendar_month Sabtu, 13 Mei 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 55
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Komisi D, H Erwin Siap Dukung BUANA BNN Berantas Peredaran Narkoba.Demikian Anggota Komisi D DPRD Kota Bandung, H. Erwin S.E., M.Pd.,mengatakan saat menerima audiensi para milenial yang tergabung dalam Budaya Anti Narkotika Nasional (BUANA) BNN Kota Bandung, di Ruang Rapat Komisi D DPRD Kota Bandung, Jumat, (12/5/2023). H.Erwin SE.MPd Mengapresiasi Kepedulian dan […]

  • Kinerja Pembangunan Kota Sukabumi Tunjukkan Tren Positif Selama 2024–2026

    Kinerja Pembangunan Kota Sukabumi Tunjukkan Tren Positif Selama 2024–2026

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id- Pemerintah Kota Sukabumi mencatat capaian positif kinerja pembangunan daerah sepanjang periode 2024 hingga 2026. Dari 26 Indikator Kinerja Utama (IKU) yang ditetapkan, sebanyak 20 indikator telah mencapai target 100 persen, sementara enam indikator lainnya berada pada kisaran di atas 80 persen. Capaian tersebut merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Perencanaan Pembangunan […]

expand_less