Breaking News
Trending Tags

Danantara dan Paradoks Logistik Indonesia

  • account_circle Admin01
  • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
  • visibility 77
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Prof. Dr. Ir. Agus Purnomo, M.T., CMILT. (Professor of  Supply Chain Management – Master of Logistics Management Department – Universitas Logistik Dan Bisnis Intenasional – ULBI)

 

Indonesia Kehilangan Triliunan dari Inefisiensi

SETIAP tahun Indonesia kehilangan lebih dari Rp 600 triliun karena biaya logistik yang tidak efisien—setara dengan 3,2 persen Produk Domestik Bruto (PDB). Bappenas (2024) mencatat biaya logistik kita masih di kisaran 14,29 persen dari PDB, jauh di atas Singapura (8 persen) dan Malaysia (13 persen). Angka ini bukan sekadar statistik ekonomi, tetapi alarm keras bahwa sistem logistik nasional sedang berjalan pincang.

Negara kepulauan dengan jalur laut terpanjang di dunia ini ironisnya belum mampu menautkan jaringan logistiknya sendiri. Seperti kata Peter Drucker, “Without integration, logistics is just organized chaos.” Itulah potret kita hari ini—belasan BUMN logistik dengan moda darat, laut, dan udara, tapi bekerja seperti pulau-pulau yang saling diam. Kini muncul ide besar: konsolidasi BUMN logistik di bawah Danantara Asset Management (Persero).

Tapi, sebelum bicara siapa yang akan memimpin holding itu, pertanyaannya jauh lebih penting: apakah fondasi hukum, sistem, dan tata kelola kita sudah siap untuk benar-benar terintegrasi?

Logistik Kita Masih Bergerak Sendiri-sendiri

Ada tujuh pemain besar dalam tubuh negara: Pelindo, PELNI, ASDP, KAI Logistik, DAMRI, Angkasa Pura Logistik, dan Pos Indonesia. Semuanya punya aset besar, SDM banyak, dan visi sendiri-sendiri. Tapi itulah masalahnya: terlalu banyak visi, terlalu sedikit koordinasi.

Rantai pasok nasional masih dikelola dengan sistem dan platform yang tidak saling bicara. Gudang berdiri di atas gudang lain, aplikasi digital dikembangkan tanpa interoperabilitas, dan armada beroperasi tanpa jadwal lintas moda yang sinkron. Akibatnya, menurut World Bank Logistics Performance Index (2024), Indonesia merosot ke peringkat 63 dunia, di bawah Vietnam (43) dan Thailand (34).

Bappenas dan Kemenko Perekonomian (2023) memperkirakan 35 persen biaya logistik dihabiskan hanya untuk transportasi darat. Di sektor Courier–Express–Parcel (CEP), Pos Indonesia, KAI Logistik, dan Pelindo bahkan saling bersaing di pasar yang sama—tanpa integrasi data dan perencanaan armada. Efeknya: duplikasi investasi hingga Rp 7 triliun per tahun.

Selama kita belum punya satu sistem data, satu peta aset, dan satu kebijakan orkestrasi, efisiensi hanya akan menjadi jargon. Danantara datang membawa janji untuk menyatukan semuanya—tapi janji saja tak cukup.

Integrasi Butuh Otak dan Aturan

Konsolidasi bukan soal menumpuk perusahaan di bawah satu bendera, tapi membangun satu otak yang mampu berpikir strategis untuk seluruh sistem. ASEAN Logistics Report (2023) menyebut, integrasi multimoda bisa memangkas biaya logistik hingga 20 persen dalam lima tahun. Tapi selama setiap BUMN tunduk pada regulasi berbeda—UU 19/2003 tentang BUMN, PP 72/2016, dan aturan sektoral transportasi—kita hanya akan membangun tembok hukum baru yang menghambat gerak.

Gap analysis yang disusun Danantara menunjukkan potensi efisiensi hingga Rp 120 triliun per tahun, jika data, aset, dan operasi lintas entitas bisa disatukan. Tapi itu hanya mungkin jika ada regulatory alignment. OECD (2024) menegaskan, negara yang berhasil menurunkan biaya logistik secara sistemik selalu punya satu kunci: keselarasan kelembagaan (institutional coherence).

Artinya jelas: pemerintah perlu menyiapkan Peraturan Presiden tentang Konsolidasi dan Penguatan Ekosistem Logistik Nasional—yang bukan sekadar mengatur struktur holding, tetapi juga menegaskan posisi Danantara sebagai control entity dengan otoritas strategis, bukan administratif. Tanpa itu, konsolidasi hanya akan menjadi merger of confusion—bukan integrasi, melainkan tumpang tindih versi baru.

Saatnya Orkestra, Bukan Solo

Kita tak bisa bicara efisiensi logistik jika masih berpikir dalam silo korporasi. Ini bukan sekadar proyek bisnis; ini adalah reformasi struktural nasional. Tanpa integrasi data dan kebijakan, sinergi antar-BUMN hanyalah slogan efisiensi di atas kertas.

World Economic Forum (2024) mencatat, negara dengan sistem logistik terintegrasi bisa meningkatkan efisiensi ekspor hingga 30 persen dan menarik investasi lintas sektor secara lebih cepat. Itulah yang harus menjadi visi Danantara. Ia tak boleh berhenti sebagai holding administrator, tapi harus naik kelas menjadi “dirigen nasional logistik” yang mengharmonikan kepentingan bisnis dan publik.

Momentum ini adalah kesempatan emas untuk menata ulang sistem logistik kita—berbasis hukum yang jelas, tata kelola yang transparan, dan desain kelembagaan yang terbukti. Bila gagal, kita akan terus kehilangan ratusan triliun rupiah tiap tahun hanya karena negara ini punya terlalu banyak kapal, tapi tak punya pelabuhan yang sama untuk berlabuh.

Penutup: Membangun Otak Logistik Nasional

Kini saatnya berpikir sebagai satu ekosistem. Kita membutuhkan “otak logistik nasional” yang mampu menghubungkan data, aset, dan kebijakan dari Sabang hingga Merauke. Konsolidasi BUMN logistik lewat Danantara Asset Management (Persero) bukan sekadar proyek korporasi, tapi pondasi menuju kedaulatan rantai pasok nasional.

Dunia sedang bergerak ke arah data-driven logistics, di mana keputusan dibuat berdasarkan informasi real time, bukan ego sektoral. Pertanyaannya bukan lagi perlukah kita integrasi, tapi beranikah kita memberi Danantara mandat penuh sebagai tulang punggung logistik nasional? Jika jawaban itu “ya”, maka Indonesia tidak hanya akan menjadi pasar logistik terbesar di Asia Tenggara, tapi juga pengendali arus barang regional—sebuah posisi strategis yang selama ini hanya dimiliki Singapura.

Teaser:

Konsolidasi BUMN logistik adalah pertaruhan besar. Ia bisa menjadi mesin efisiensi nasional—atau sekadar merger administratif yang memboroskan energi.

“LET’S JOIN ULBI”

Magister Manajemen Logistik – “Shaping Future Leaders in Global Logistics”

Learn more by visiting : 

S2 Magister Manajemen Logistik

#Danantara; #Konsolidasi BUMN Logistik; #Danantara Asset Management; #Efisiensi Rantai Pasok Nasional; #Reformasi Tata Kelola Logistik;  #Integrasi Sistem dan Data; #Logistik; #Logistics; #Supply Chain Management; #Supply Chain; #Green Logistics; #AI; #Big Data; #IoT;  #Rantai Pasok; #ULBIAcademia; #PenaAkademikULBI; #EdukasiULBI; #OpiniAkademik; #ArtikelAkademik; #SEO; #DigitalMarketing

  • Penulis: Admin01

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepedulian Dan Kebersamaan Masyarakat Tionghoa Pada Warga Selama Pandemi Covid-19

    Kepedulian Dan Kebersamaan Masyarakat Tionghoa Pada Warga Selama Pandemi Covid-19

    • calendar_month Rabu, 18 Agt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 45
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Sebagai wujud kepedulian terhadap warga Kota Bandung yang terdampak pandemi Covid-19, Masyarakat Tionghoa Peduli memberikan bantuan 2.000 Paket Sembako yang akan disalurkan melalui Pemerintah Kota Bandung. Secara simbolis penyerahan bantuan tersebut dilakukan di GOR Padjajaran Kota Bandung, dari Masyarakat Tionghoa Peduli kepada Wali Kota Bandung, Oded M. Danial. Bantuan lalu diserahkan secara […]

  • Disnaker Kota Bandung  Menggelar Job Fair Tingkat Kecamatan di Lapang Gasmin

    Disnaker Kota Bandung Menggelar Job Fair Tingkat Kecamatan di Lapang Gasmin

    • calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 60
    • 0Komentar

    BANDUNG,mbinews — Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) terus menebar peluang kerja bagi warga Kota Bandunh. Salah satunya dengan menggelar Job Fair tingkat kecamatan yang kali ini berlangsung di Lapangan Gasmin, Kecamatan Antapani, Sabtu 1 November 2025. Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian Job Fair di tiga kecamatan tahun ini. Sebelumnya juga sukses digelar di Kecamatan Arcamanik dan Kiaracondong. […]

  • Pemkot Bandung Dukung Dakwah Berbasis Bahasa Sunda

    Pemkot Bandung Dukung Dakwah Berbasis Bahasa Sunda

    • calendar_month Selasa, 1 Feb 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 61
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendukung kompetensi dakwah berbasis Bahasa Sunda. Hal ini sejalan dengan warisan yang dimiliki Bandung sebagai kota yang kental akan budaya dan agama. Plt. Wali Kota Bandung Yana Mulyana juga menegaskan hal tersebut. Dalam sambutannya pada acara penguatan kompetisi dakwah berbasis kearifan lokal yang digelar di Paguyuban Pasundan Jalan […]

  • Tumpukan Sampah Berserakan di Jalan Bhayangkara, DLH Kota Sukabumi: Sebelumnya Ada TPS

    Tumpukan Sampah Berserakan di Jalan Bhayangkara, DLH Kota Sukabumi: Sebelumnya Ada TPS

    • calendar_month Sabtu, 10 Agt 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 49
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Sempat geger di media sosial, tumpukan sampah terlihat berserakan di Jalan Bhayangkara, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, tepatnya di sebrang SDN Gunungpuyuh. Foto tumpukan sampah yang ada di jalur pedestrian itu, sempat ramai menyedot perhatian warganet di jejaring media sosial, Sabtu (10/08/2024). Adanya tumpukan sampah tersebut, tentunya menjadi perhatian masyarakat setempat. Timbunan sampah yang […]

  • Kota Sukabumi Raih Predikat Kota Sangat Inovatif di IGA 2024

    Kota Sukabumi Raih Predikat Kota Sangat Inovatif di IGA 2024

    • calendar_month Jumat, 6 Des 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 47
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Pemerintah Kota Sukabumi kembali menorehkan prestasi gemilang dengan meraih predikat Kota Sangat Inovatif dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2024 yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Penghargaan bergengsi ini diterima langsung oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartadji, pada Kamis (5/12/2024) di Hotel Mercure, Surabaya. Dalam acara tersebut, Kusmana Hartadji […]

  • Presiden Jokowi Pastikan Kesiapan Sidoarjo Gelar Vaksinasi Massal

    Presiden Jokowi Pastikan Kesiapan Sidoarjo Gelar Vaksinasi Massal

    • calendar_month Senin, 22 Mar 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 52
    • 0Komentar

    SIDOARJO, Vaksinasi massal yang diberikan secara gratis kepada masyarakat bertujuan untuk menimbulkan respons kekebalan tubuh terhadap virus korona sehingga memberikan perlindungan awal bagi penerima vaksin. Saat ini, pemerintah tengah mempercepat pemberian vaksinasi tersebut kepada masyarakat di sejumlah daerah. Presiden Joko Widodo, dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Jawa Timur pada Senin, 22 Maret 2021, kembali meninjau […]

expand_less