Hadapi Ancaman El Nino Ekstrem, Farhan Perkuat Relawan Pemadam Kebakaran sebagai Garda Terdepan Keselamatan Warga
- account_circle MBI Admin
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 21
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANDUN,Mbinews – Pemerintah Kota Bandung memperkuat kapasitas Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) sebagai langkah antisipatif menghadapi ancaman musim kemarau ekstrem akibat fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi tahun ini.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa keberadaan Redkar memiliki peran strategis dalam membangun ketangguhan masyarakat menghadapi risiko kebakaran maupun berbagai kondisi darurat lainnya.
“Redkar tidak hanya membantu petugas pemadam kebakaran saat terjadi kebakaran dan operasi penyelamatan, tetapi juga menjadi ujung tombak edukasi masyarakat mengenai kesiapsiagaan dan mitigasi bencana,” ujar Farhan saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Relawan Pemadam Kebakaran Tahun 2026 di Pussenkav TNI AD, Kota Bandung, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan yang digelar Pemerintah Kota Bandung dengan dukungan Satuan Pusat Kesenjataan Kavaleri (Pussenkav) TNI AD tersebut menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah, TNI, DPRD, dan masyarakat dalam menjaga keselamatan warga.
Farhan menyampaikan apresiasi kepada Pussenkav yang telah menyediakan fasilitas pelatihan. Menurutnya, kolaborasi tersebut merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat dalam menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah perkotaan.
Ia mengingatkan, tantangan yang dihadapi Kota Bandung saat ini semakin kompleks. Dengan jumlah penduduk lebih dari 2,6 juta jiwa serta tingginya mobilitas wisatawan dan pendatang, risiko kebakaran di kawasan permukiman padat menjadi ancaman serius yang harus diantisipasi bersama.
“Satu percikan api saja bisa merambat dengan cepat ke berbagai arah. Apalagi saat musim kemarau ketika kondisi lingkungan lebih kering dan sumber air semakin terbatas,” katanya.
Farhan mengaku selama berkiprah sebagai anggota DPR RI hingga menjabat sebagai Wali Kota Bandung, dirinya telah menyaksikan banyak peristiwa kebakaran yang meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban.
Pengalaman tersebut menjadi alasan kuat bagi Pemerintah Kota Bandung untuk terus memperkuat budaya pencegahan, kesiapsiagaan, dan edukasi kebencanaan di tengah masyarakat.
“Saya menitipkan pesan kepada seluruh relawan. Cegah rasa sedih itu. Hentikan berbagai risiko yang bisa membuat kita kehilangan saudara, tetangga, dan keluarga akibat kebakaran,” ungkapnya.
Menurut Farhan, semangat pengabdian merupakan modal utama yang harus dimiliki setiap relawan. Setiap tindakan yang dilakukan untuk melindungi masyarakat akan menjadi kontribusi besar bagi keselamatan kota sekaligus bernilai ibadah dan kemanusiaan.
Ia berharap seluruh peserta Bimtek mengikuti setiap materi dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan penuh komitmen sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara maksimal di lingkungan masing-masing.
“Ikuti seluruh proses pembelajaran dengan baik agar kemampuan yang dimiliki semakin meningkat. Keselamatan Kota Bandung adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.
Melalui penguatan kapasitas Redkar, Pemerintah Kota Bandung berharap kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi kebakaran dan bencana lainnya semakin meningkat, sehingga risiko korban jiwa maupun kerugian dapat diminimalkan.
Saat ini belum ada komentar