Breaking News
Trending Tags

Kisruh Izin Lapdek, Walikota: Perwal Sudah Direvisi

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
  • visibility 173
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI, Mbinews.id — Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, akhirnya angkat bicara menanggapi kegaduhan publik yang mencuat terkait polemik penggunaan Lapang Merdeka untuk kegiatan komersil.

Polemik ini mencuat setelah beberapa event berskala besar, termasuk konser musik dan kegiatan berbayar, digelar di ruang terbuka publik yang selama ini dikenal sebagai kawasan olahraga dan rekreasi warga.

Perdebatan kian menguat setelah sejumlah legislator dan masyarakat mempertanyakan legalitas pelaksanaan kegiatan tersebut.

Hal ini merujuk pada Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 4 Tahun 2017, yang secara eksplisit melarang pembangunan panggung musik, baik untuk kegiatan komersil maupun non-komersil, di area Lapang Merdeka Sukabumi.

Menjawab kontroversi tersebut, Wali Kota Ayep Zaki menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan revisi terhadap Perwal dimaksud. Ia mengakui bahwa meskipun pelaksanaan kegiatan di Lapang Merdeka sudah berjalan lebih dahulu, namun secara internal revisi peraturan telah difinalisasi dan ditandatangani olehnya.

“Kita sudah urus Perwal-nya, hanya memang ada keterlambatan dalam prosesnya. Insya Allah, Perwal itu akan kita rubah. Saat ini tinggal menunggu proses teknis di tingkat Provinsi Jawa Barat,” ujar Ayep kepada awak media, Selasa (06/05/2025).

Menurut Ayep, proses revisi telah melalui tahapan administratif di tingkat Kota Sukabumi dan saat ini tengah dalam proses konsultasi dan verifikasi di lingkup Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Ia menegaskan bahwa substansi revisi sudah selesai, namun pengesahan secara yuridis dan administratif masih berjalan.

“Sebetulnya Perwal itu sudah kita revisi dan sudah saya tanda tangani. Hanya saja memang prosesnya harus ke provinsi, dan ada beberapa tahapan teknis lainnya yang harus dilalui,” tambahnya.

Ayep juga tidak menampik bahwa kegiatan-kegiatan yang digelar belakangan ini di Lapang Merdeka memang dilakukan sebelum revisi Perwal benar-benar rampung.

Namun demikian, ia memastikan bahwa niat dan langkah perubahan aturan tersebut sudah dilakukan oleh pihaknya.

“Memang kegiatan kemarin berlangsung sebelum proses revisi rampung sepenuhnya. Tapi sebetulnya, saya sudah menandatangani naskah revisinya. Jadi tinggal proses teknis di provinsi saja,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ayep juga merespons isu kerusakan fisik yang terjadi di area Lapang Merdeka usai digelarnya event komersial.

Ia menyatakan bahwa Pemerintah Kota Sukabumi akan bertanggung jawab atas segala kerusakan yang timbul dan akan segera melakukan perbaikan.

“Bicara terkait kerusakan Lapang Merdeka, kita akan menginventarisasi semua kerusakan yang ada. Pemerintah Kota akan bertanggung jawab melakukan pemeliharaan rutin, termasuk perbaikan pasca kegiatan,” pungkasnya.

Meski demikian, pernyataan tersebut belum sepenuhnya meredam kritik dari publik dan kalangan legislatif. Sejumlah anggota DPRD, termasuk dari Komisi II dan Badan Anggaran, sebelumnya mempertanyakan keabsahan pelaksanaan kegiatan musik di Lapang Merdeka sebelum adanya revisi Perwal yang sah dan diumumkan kepada publik.

Hingga kini, Bagian Hukum Pemerintah Kota Sukabumi belum memberikan penjelasan resmi mengenai isi revisi Perwal maupun nomor terbaru yang menggantikan Perwal No 4 Tahun 2017.

Situasi ini memicu ketidakpastian hukum, terutama terkait transparansi pengelolaan ruang publik dan dasar hukum penyelenggaraan kegiatan yang bersifat komersial. (Ardan/Wan/Mbi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pencabutan Moratorium Daerah Jadi Harapan DPRD Jawa Barat di Momentum HUT ke-78 RI

    Pencabutan Moratorium Daerah Jadi Harapan DPRD Jawa Barat di Momentum HUT ke-78 RI

    • calendar_month Rabu, 16 Agt 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 164
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – DPRD Jawa Barat berharap pemerintah pusat segera mencabut moratorium pemekaran daerah, khususnya bagi Provinsi Jawa Barat. Dibuka kembali pembentukan daerah otonomi baru menjadi harapan DPRD Jawa Barat di momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 RI. “Dirgahayu RI ke-78, alhamdulilah. Tadi arahan dari Presiden RI Joko Widodo sangat jelas (dalam pidato kenegaraan Presiden […]

  • Gina Fadlia Swara: Sekolah Daring Kurang Maksimal di Situasi Pademi

    Gina Fadlia Swara: Sekolah Daring Kurang Maksimal di Situasi Pademi

    • calendar_month Jumat, 6 Agt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.Id –  Politisi Gerindra menampung aspirasi terkait pelaksanaan sekolah daring yang kurang maksimal. Kendala sekolah online juga menjadi permasalahan di kala pandemi kali ini. Kondisinya menurut Gina memang belum memungkinkan untuk melakukan pembelajaran tatap muka. Oleh sebab itu dirinya berpesan, agar para orangtua dan siswa sabar serta tetap semangat, agar kualitas pendidikan tetap baik. […]

  • Deklarasi Zero Handphone Didalam Lapas Kelas II-B Sukabumi

    Deklarasi Zero Handphone Didalam Lapas Kelas II-B Sukabumi

    • calendar_month Selasa, 28 Sep 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 127
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-B Sukabumi melakukan Deklarasi Zero Handphone (Ponsel), kepada seluruh petugas Lapas Kelas II-B Sukabumi. Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari deklarasi yang dilakukan sebelumnya, bersama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) beberapa waktu lalu. “Kemarin, kami beserta seluruh petugas Lapas Kelas II-B Sukabumi, melakukan penandatanganan […]

  • Implementasi Perda Baru, Pemkot Bandung Pastikan Bongkar Reklame Ilegal

    Implementasi Perda Baru, Pemkot Bandung Pastikan Bongkar Reklame Ilegal

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Bandung || MBInews.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan bakal menertibkan reklame ilegal sebagai implementasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Reklame. Hal itu disampaikan ditegaskan Wakil Wali Kota Bandung, H. Erwin, SE., M.Pd. dalam talkshow CNN Indonesia Forward bertema “Menata Kembali Wajah Kota Lewat Implementasi Perda Reklame”, pada Kamis 18 September […]

  • Surat Edaran Walikota Sukabumi, Kasatlantas Tidak Pandang Bulu Untuk Berhentikan Plat Merah

    Surat Edaran Walikota Sukabumi, Kasatlantas Tidak Pandang Bulu Untuk Berhentikan Plat Merah

    • calendar_month Rabu, 27 Nov 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 148
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Walikota Sukabumi Achmad Fahmi mengeluarkan surat edaran tentang kesadaran membayar pajak kendaraan bagi aparatur sipil negera (ASN). Surat edaran itu pun ditandantangani oleh Walikota pada saat sosialisasi zona integritas taat pajak kendaraan bermotor untuk ASN dan non ASN di salah satu hotel Jalan Siliwangi Kota Sukabumi. Rabu, (27/11/2019). Surat edaran itu kata […]

  • Diduga Tanpa Izin, Pabrik Garmen di Katapang Picu Protes Warga

    Diduga Tanpa Izin, Pabrik Garmen di Katapang Picu Protes Warga

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 197
    • 0Komentar

    KAB. BANDUNG, MBINews.id – Keberadaan pabrik garmen PT Tonton di RW 11, Desa Cilampeni, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, memicu keresahan warga. Perusahaan tersebut diduga belum mengantongi izin operasional, namun telah menjalankan aktivitas produksi. Sekretaris RW 11, Opik, mengatakan awalnya bangunan tersebut diinformasikan hanya akan digunakan sebagai tempat bongkar muat barang. Namun dalam perkembangannya, lokasi itu […]

expand_less