Breaking News
Trending Tags

PAD Kota Sukabumi 2025 Melejit, Banggar DPRD: Dampak Opsen Pajak Kendaraan

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
  • visibility 64
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI, Mbinews.id — Kenaikan tajam Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Sukabumi pada tahun anggaran 2025 menuai beragam tafsir di tengah masyarakat. Menyikapi hal tersebut, Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Sukabumi, Danny Ramdhani, membeberkan sumber utama peningkatan pendapatan daerah yang dinilai kerap disalahartikan.

Menurut Danny, lonjakan PAD dari sektor pajak dan retribusi tidak mencerminkan peningkatan signifikan pada sektor pajak hotel dan restoran. Kenaikan tersebut, kata dia, lebih banyak dipengaruhi oleh kebijakan baru berupa opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) yang mulai diterapkan pada tahun 2025.

“Banyak yang mengira PAD naik drastis karena pajak hotel dan restoran meningkat. Padahal, faktor terbesarnya justru dari opsen pajak kendaraan bermotor dan balik nama kendaraan,” kata Danny Ramdhani.

Ia menjelaskan, sebelum 2025, penerimaan dari PKB dan BBN-KB sepenuhnya menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun, melalui kebijakan fiskal terbaru, pemerintah kabupaten dan kota kini memperoleh bagian penerimaan tersebut melalui mekanisme opsen pajak.

“Sejak 2025, pemerintah daerah termasuk Kota Sukabumi mendapatkan porsi penerimaan dari pajak kendaraan yang sebelumnya tidak masuk ke kas daerah,” ujarnya.

Berdasarkan data keuangan daerah, total penerimaan opsen pajak kendaraan bermotor dan balik nama kendaraan di Kota Sukabumi pada tahun 2025 mencapai sekitar Rp44,7 miliar. Angka tersebut terdiri dari opsen PKB sebesar Rp30,68 miliar dan opsen BBN-KB sebesar Rp14,10 miliar.

Danny menilai, masuknya dana opsen inilah yang membuat realisasi PAD pajak dan retribusi terlihat melonjak tajam jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Kalau hanya melihat angka total, memang terlihat melonjak hampir Rp48 miliar dibandingkan 2024. Tapi itu karena ada tambahan komponen pendapatan baru,” jelasnya.

Sebagai perbandingan, realisasi PAD dari pajak dan retribusi pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp81,18 miliar. Sementara pada tahun 2025, realisasinya mencapai Rp128,96 miliar. Namun, setelah dikurangi penerimaan opsen PKB dan BBN-KB, realisasi murni PAD pajak dan retribusi hanya berada di kisaran Rp85,4 miliar.

“Artinya, kenaikan riil PAD pajak dan retribusi hanya sekitar Rp4 miliar lebih dibandingkan tahun 2024,” ungkap Danny.

Ia juga menyinggung capaian realisasi pajak daerah yang disampaikan Wali Kota Sukabumi. Per 19 Desember 2025, realisasi pajak daerah disebut telah mencapai Rp126,34 miliar atau sekitar 98 persen dari target.

“Kalau data tersebut dibandingkan dengan tahun sebelumnya dan dikeluarkan unsur opsen, kenaikannya tidak sebesar yang dibayangkan, bahkan hanya sekitar Rp2 miliar,” katanya.

Danny kemudian mengingatkan bahwa tren peningkatan PAD yang lebih terasa justru terjadi pada periode sebelum kebijakan opsen diterapkan. Pada tahun 2023 ke 2024, PAD Kota Sukabumi meningkat dari sekitar Rp69 miliar menjadi Rp81 miliar atau naik sekitar Rp12 miliar.

“Itu peningkatan yang betul-betul berasal dari kinerja pemungutan pajak daerah,” ujarnya.

Melalui penjelasan ini, DPRD Kota Sukabumi berharap masyarakat memperoleh gambaran yang utuh dan proporsional mengenai kondisi keuangan daerah. Menurut Danny, pemahaman yang tepat sangat penting agar kebijakan fiskal daerah tidak disalahartikan.

“Perlu dipahami bersama, lonjakan PAD 2025 lebih disebabkan oleh perubahan skema pendapatan melalui opsen pajak kendaraan, bukan karena lonjakan besar pada sektor pajak daerah lainnya,” tutup Danny Ramdhani. (Ardan/Wan/Mbi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Yana: Pensiun Merupakan Awal Karier Di Tempat Baru

    Yana: Pensiun Merupakan Awal Karier Di Tempat Baru

    • calendar_month Jumat, 25 Feb 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 62
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melepas sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memasuki masa purnabakti. Sebanyak 397 ASN purnabakti mengikuti acara ini secara hybrid (30 luring dan 367 daring). Dalam acara tersebut, Plt. Wali Kota Bandung Yana Mulyana menyampaikan apresiasi atas kinerja dan dedikasi para ASN selama berkiprah di Pemkot Bandung. Menurutnya, masa […]

  • Selama PSBB, Produksi Sampah Kota Bandung Turun Hingga 18 Persen Dari Angka Normal 1.350 Ton

    Selama PSBB, Produksi Sampah Kota Bandung Turun Hingga 18 Persen Dari Angka Normal 1.350 Ton

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 47
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Produksi sampah Kota Bandung turun hingga 18 persen dari angka normal sekitar 1.350 ton per hari dari angka normal sekitar 1.350 ton per hari selama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) beberapa waktu lalu. “Pengurangan sampah berasal dari sampah komersil karena banyak hotel, tempat wisata dan restoran yang tutup,” ujarnya Direktur Umum […]

  • Pensiunan PNS Kota Sukabumi Dukung Fahmi-Dida di Pilkada 2024

    Pensiunan PNS Kota Sukabumi Dukung Fahmi-Dida di Pilkada 2024

    • calendar_month Kamis, 5 Sep 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 70
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kota Sukabumi resmi menyatakan dukungan politiknya kepada pasangan Achmad Fahmi dan Dida Sembada dalam pencalonan mereka sebagai Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024. Dukungan tersebut disampaikan dalam acara deklarasi yang digelar di kediaman Ketua PWRI Kota Sukabumi, di daerah Kelurahan Cibereum […]

  • Walikota Sukabumi Minta, SKPD Secepatnya Lakukan Penyerapan Anggaran

    Walikota Sukabumi Minta, SKPD Secepatnya Lakukan Penyerapan Anggaran

    • calendar_month Sabtu, 29 Mei 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 60
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id- Walikota Sukabumi Achmad Fahmi, meminta kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), agar segera melakukan penyerpan anggaran. Pasalnya, berdasarkan hasil pertemuan terbatas dengan Presdien RI Joko Widodo pada Kamis lalu, (27/5/2021). Bahwa penyerapan anggaran tingkat Jawa barat masih rendah. “Jadi pertemuan dengan Pak presdien, yang dihadiri oleh seluruh Kepala daerah se Jawa Barat. Presiden […]

  • Pacu Ekonomi, Pemkot Bandung Hadirkan Kampung Wisata Kreatif Cigondewah

    Pacu Ekonomi, Pemkot Bandung Hadirkan Kampung Wisata Kreatif Cigondewah

    • calendar_month Kamis, 23 Jun 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 54
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung Kota kembali menambah kampung kreatif. Setelah Kampung Wisata Kreatif Braga, Kampung Wisata Kreatif Cigadung, Kampung Wisata Kreatif Binong Jati, dan Kampung Wisata Kreatif Cinambo, kali ini, hadir Kampung Wisata Kreatif Cigondewah. “Hari ini kita melaksanakan reaktivasi dan launching kampung wisata kreatif Cigondewah. Mudah mudahan reaktivasi ini kita bisa […]

  • Komisi IV : Anggaran Program RUTILAHU Perlu Ditingkatkan

    Komisi IV : Anggaran Program RUTILAHU Perlu Ditingkatkan

    • calendar_month Kamis, 11 Nov 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 51
    • 0Komentar

    KABUPATEN PURWAKARTA, Mbinews.id – Program Rumah Tidak Layak Huni (RUTILAHU) yang saat ini sudah berjalan masih perlu ditambah baik dari segi volume jumlah dan volume anggarannya. Hal itu diungkapkan Sekretaris Komisi IV Buky Wibawa bahwa pada saat ini perlu ada penambahan dalam segi volume jumlah rumah yang akan dilakukan pembaharuan dan volume anggaran karena dinilai […]

expand_less