Breaking News
Trending Tags

Pastikan Pemakaman Jenazah Covid-19 Dikota Bandung Sesuai Dengan Aturan Kemenkes, MUI, Kemenag & Ahli Patologi

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Selasa, 7 Apr 2020
  • visibility 140
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, MBInews.id – Pemerintah Kota Bandung memastikan pengurusan jenazah pasien yang terinfeksi virus corona atau Coronavirus Disease (Covid-19) oleh rumah sakit di Kota Bandung telah sesuai dengan aturan. Hal itu seperti yang tertuang pada aturan Kementerian Kesehatan, Kementerian Agama, dan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan pedoman tentang pedoman khusus pengurusan jenazah pasien yang terinfeksi virus corona atau Covid-19. Dokumen terbaru tentang Pedoman Pencegahan Dan Pengendalian Covid-19 diterbitkan pada 27 Maret 2020 lalu.

Pedoman tersebut menjelaskan surveilans dan respon, manajemen klinis, pencegahan dan pengendalian infeksi, pengelolaan spesimen dan konfirmasi laboratorium, serta komunikasi risiko dan pemberdayaan masyarakat.

Pada bab pencegahan dan pengendalian infeksi menjelaskan beberapa langkah untuk pemulasaraan jenazah yang meninggal akibat terinfeksi virus corona. Pedoman ini memuat sejumlah prosedur keamanan dalam mengurus jenazah Covid-19

Inilah langkah-langkah pemulasaraan jenazah pasien terinfeksi Covid-19:

  1. Petugas kesehatan harus menjalankan kewaspadaan standar ketika menangani pasien yang meninggal akibat penyakit menular.
  2. APD harus digunakan petugas yang menangani jenazah jika pasien tersebut meninggal.
  3. Jenazah harus terbungkus seluruhnya dalam kantong jenazah yang tidak mudah tembus sebelum dipindahkan ke kamar jenazah.
  4. Jangan ada kebocoran cairan tubuh yang mencemari bagian luar kantong jenazah.
  5. Pindahkan sesegera mungkin ke kamar jenazah setelah meninggal dunia.
  6. Jika keluarga pasien ingin melihat jenazah, diijinkan untuk melakukannya sebelum jenazah dimasukkan ke dalam kantong jenazah dengan menggunakan APD.
  7. Petugas harus memberi penjelasan kepada pihak keluarga tentang penanganan khusus bagi jenazah yang meninggal dengan penyakit menular. Sensitivitas agama, adat istiadat dan budaya harus diperhatikan ketika seorang pasien dengan penyakit
    menular meninggal dunia.
  8. Jenazah tidak boleh dibalsem atau disuntik pengawet.
  9. Jika akan diotopsi harus dilakukan oleh petugas khusus, jika diijinkan oleh keluarga dan Direktur Rumah Sakit.
  10. Jenazah yang sudah dibungkus tidak boleh dibuka lagi.
  11. Jenazah hendaknya diantar oleh mobil jenazah khusus.
  12. Jenazah sebaiknya tidak lebih dari 4 (empat) jam disemayamkan di pemulasaraan jenazah.

Perlakuan ini juga diperuntukkan bagi jenazah dengan status PDP yang belum mendapatkan hasil pemeriksaan laboratorium Covid-19.

Khusus untuk penanganan jenazah terinfeksi virus corona yang beragama muslim, Majelis Ulama Indonesia pun telah mengeluarkan Fatwa Nomor 18 Tahun 2020 Tentang Pedoman Pengurusan Jenazah (Tajhiz Al-Jana’iz) Muslim Yang Terinfeksi Covid-19.

Dalam fatwa ini dijelaskan mengenai pedoman pengurusan jenazah umat muslim yang terinfeksi virus corona. Mulai dari memandikan, mengkafani, menyalatkan hingga menguburkan jenazah yang wafat akibat terpapar Covid-19.

Pada poin 6 fatwa MUI ini disebutkan bahwa pedoman menguburkan jenazah yang terpapar Covid-19 dilakukan sebagai berikut:

a. Dilakukan sesuai dengan ketentuan syariah dan protokol medis.

b. Dilakukan dengan cara memasukkan jenazah bersama petinya ke dalam liang kubur tanpa harus membuka peti, plastik, dan kafan.

c. Penguburan beberapa jenazah dalam satu liang kubur dibolehkan karena darurat (al-dlarurah al-syar’iyyah) sebagaimana diatur dalam ketentuan Fatwa MUI nomor 34 tahun 2004 tentang Pengurusan Jenazah (Tajhiz al-Jana’iz) Dalam Keadaan Darurat.

Sedangkan Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktur Jenderal Bimbingan Islam juga mengeluarkan surat edaran khusus penanganan jenazah terjangkit virus corona. Pedoman tersebut tertera pada Surat Edaran Nomor P-003/DJ.III/Hk.00.7/04/2020 perubahan atas Surat Edaran Nomor P-002/DJ.III/Hk.00.7/03/2020 Tentang Penanganan Covid-19 Pada Area Publik.

Dalam Ketentuan Huruf E angka 4 mengenai Imbauan Protokol Pengurusan Jenazah Pasien Covid-19, dijelaskan pada poin (c) mengenai penguburan jenazah. Ketentuannya yakni:

  1. Jenazah harus dikubur pada kedalaman 1,5 meter, lalu ditutup dengan tanah setinggi satu meter.
  2. Setelah semua prosedur jenazah dilaksanakan dengan baik, maka pihak keluarga dapat turun dalam penguburan jenazah.
  3. Penguburan beberapa jenazah dalam satu liang kubur dibolehkan karena darurat.
  4. Setelah pengkafanan selesai, jenazah dimasukan ke dalam peti jenazah yang tidak tembus air dan udara dengan dimiringkan ke kanan. Dengan cara demikian, saat dikuburkan jenazah menghadap ke arah kiblat.
  5. Penguburan jenazah dengan cara memasukan jenazah bersama petinya ke dalam liang kubur tanpa harus membuka peti, plastik dan kain kafan.
  6. Penguburan jenazah dapat dilaksanakan di tempat pemakaman umum.

Sebelumnya, Kepala UPT Laboratorium Kesehatan Kesehatan (Labkes) Dinas Kesehatan Kota Bandung, dr. Tati Sutarti SpPK menyatakan, virus corona atau Covid-19 akan ikut mati seiring jenazah yang terjangkit telah dikuburan.

Hal itu karena, virus corona membutuhkan media untuk menempel dan oksigen agar bisa bertahan. Sementara di tubuh jenazah sudah meninggal serta terkubur dalam tanah sehingga tidak memungkinkan lagi ada oksigen yang masuk.

“Warga jangan takut, karena virus itu tidak begitu saja mudah ditularkan dari udara, tapi harus dengan droplet (percikan air liur). Kemudian kalau sudah dimakamkan virusnya juga akan segera mati dalam tanah karena tidak ada oksigen,” ucap Tati yang juga ahli patologi.

Menurut Tati, virus corona memiliki batasan masa aktif dalam tubuh jenazah. Terlebih dengan pemakaman justru akan mempercepat kematian virus.

“Kalau masih ada oksigen, virus masih bisa bertahan hidup. Tapi kalau sudah dimakamkan tidak ada oksigen tentu segera mati virusnya. Paling lama juga sekitar 8 jam dalam tubuh kalau sudah mati apalagi dimakamkan. Makam kedalamannya itu minimal 1,5 meter, itu sudah tidak ada oksigen,” tambah Tati.

Selain itu, Tati memastikan, orang yang meninggal akibat virus corona ini juga mendapat perlakukan khusus. Mulai dari mengurus tubuh hingga pemakaman harus melalui proses yang ketat dan sesuai aturan.

Untuk itu, Tati mengimbau masyarakat agar jangan terlalu panik apabila terdapat jenazah akibat Covid-19. Karena titik lokasi pemakaman pun turut memerhatikan pertimbangan jarak dari permukiman bahkan sumber mata air.

“Makanya itu tidak lebih dari 4 jam harus dimakamkan. Ada SOP tersendiri untuk pemakaman. Itu harus dilakukan oleh petugas medis yang sudah dilatih tentang penanganan jenazah untuk pasien Covid-19,” tandas Tati. (Mbi/WAN/HMS)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sumarni Terima Bunga Mawar Merah Dari Mahasiswa Sukabumi

    Sumarni Terima Bunga Mawar Merah Dari Mahasiswa Sukabumi

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 142
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Aliansi BEM Sukabumi (ABSI) memberikan bunga mawar merah kepada Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni saat memimpin pengamanan aksi unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja di depan gedung DPRD Kota Sukabumi, Senin (12/10/20). Bunga Mawar tersebut merupakan salah satu simbol keharmonisan antara Polres Sukabumi Kota dengan Aliansi BEM Sukabumi pasca terjadinya bentrok antara […]

  • Wali Kota Bandung Ciptakan Baisan Pecinta Al Quran Lewat Seleksi Tilawatil Quran dan Hadist

    Wali Kota Bandung Ciptakan Baisan Pecinta Al Quran Lewat Seleksi Tilawatil Quran dan Hadist

    • calendar_month Selasa, 8 Jun 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 155
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBINews.id – Kota Bandung bertekad mempertahankan prestasi juara umum Seleksi Tilawatil Quran dan Hadist (STQH) tahun 2021 tingkat Jawa Barat. Sebagai upaya mewujudkan hal tersebut, Wali Kota Bandung, Oded M. Danial memberikan suntikan motivasi kepada para calon kafilah Kota Bandung yang akan berjuang pada STQH Jawa Barat, 21-27 Juni mendatang. Lebih dari itu, Oded […]

  • Laksanakan Kegiatan Reses Ke-1 Tahun 2021, Hj. Sumiyati Kunjungi Dapil VIII Kota Bekasi dan Depok

    Laksanakan Kegiatan Reses Ke-1 Tahun 2021, Hj. Sumiyati Kunjungi Dapil VIII Kota Bekasi dan Depok

    • calendar_month Selasa, 7 Des 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 133
    • 0Komentar

    BEKASI, MBInews.id – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat saat ini sedang melaksanakan kegiatan reses yang merupakan kewajiban para wakil rakyat untuk turun ke daerah pemilihannya guna menjaring dan menyerap konstituen sebagaimana di atur di dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2019 atas revisi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 Tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat ,Dewan Perwakilan Rakyat Dewan […]

  • Permudah Warga Urus Perizinan, Pemkot Sukabumi Sediakan Mall Pelayanan Publik

    Permudah Warga Urus Perizinan, Pemkot Sukabumi Sediakan Mall Pelayanan Publik

    • calendar_month Selasa, 30 Nov 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 159
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Terus tingkatkan pelayanan publik, Pemerintah Kota Sukabumi akan segera membuka Mall Pelayanan Publik pada minggu kedua bulan Desember 2021 mendatang, Selasa (30/11/2021). Seperti yang dilansir dari laman resmi Pemerintah Kota Sukabumi, dalam rapat koordinasi (rakor) yang dilaksanakan di Balai Kota Sukabumi tersebut, Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota […]

  • Berbagi di Bulan Suci, PWI Bandung dan Dandim 0618 Tebar Kebaikan untuk Pengendara

    Berbagi di Bulan Suci, PWI Bandung dan Dandim 0618 Tebar Kebaikan untuk Pengendara

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 135
    • 0Komentar

    BANDUNG Mbinews- Suasana Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa (10/3/2026) sore, mendadak dipenuhi aktivitas berbagi. Puluhan wartawan yang tergabung dalam Pokja PWI Kota Bandung bersama Dandim 0618 Letkol Inf. Robil S turun langsung ke jalan membagikan ratusan paket takjil kepada para pengendara yang tengah menjalankan ibadah puasa. Dalam program PWI Berbagi Kebaikan, rencananya Wali […]

  • Usai Diluncurkan Kemenkes RI, Pemkot Sukabumi Sosialisasikan Aplikasi SiPantas

    Usai Diluncurkan Kemenkes RI, Pemkot Sukabumi Sosialisasikan Aplikasi SiPantas

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 153
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, melalaui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) setempat, mensosialisasikan Aplikasi SiPantas (Sistem Informasi Pantau Kabupaten/Kota Sehat). Sosialisasai yang dibuka oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi, M. Hasan Asari, dihadiri oleh seluruh SKPD dan forum Kota Sehat, dan menghadirkan narasumber dari Diskominfo Provinsi Jawa Barat, di ruang pertemuan Bappeda Kota […]

expand_less